Frugal Living Ideas

Oke, kita mulai dari mana ya…
Mungkin dari cerita bahwa belakangan saya sadar mulai menjadi seorang online impulsive buyer. Bermula dari browsing perlengkapan bayi baru lahir, perlengkapan MPASI, sampai kegandrungan beliin baby stuff yang lucunya tiada tara, gooosh it’s hardly irresistable >.< kyaa!! Hingga akhirnya kemarin, entah awalnya gimana saya nyasar ke salah satu forum mamak-mamak dan malah ngubek-ngubek kolom finance. Munculah satu tab bertuliskan "Frugal Living Ideas". Penasaran, saya klik lah… and i’m happily stranded! 😀 haaha because something needs to stop my shopping havoc, or else my saving will be in a real danger. LOL

So, what is this “Frugal Living” thing, howevaaa? 🙂

Literally (kata om wiki), frugality means the quality of being frugal, sparing, thrifty, prudent or economical in the consumption of consumable resources such as food, time or money, and avoiding waste, lavishness or extravagance.

Simpelnya, frugal living adalah hidup hemat, cermat, meminimalisasi mubazir dan hal-hal hedonis. iya kali ya..kurang lebih seperti itu. Intinya kita hidup seefisien mungkin sehingga bisa mengisi pos-pos yang lebih bermanfaat, seperti tambahan tabungan, investasi, dsb. Dalam hal pengeluaran apabila dimungkinkan adanya complementary/pengganti dari barang tersebut dengan cost yang lebih sedikit,, tentunya hal itulah yg preferrable.


Frugal living ini luas cakupan aplikasinya, gak cuma pada keuangan, tapi bisa juga pada gaya hidup, home decor, energy, teknologi, dll. Sebenernya, gak ada yg aneh dari hal ini karena setelah melihat contoh-contoh penerapannya itu bukanlah sesuatu yg baru/aneh bahkan sebagian memang sudah saya terapkan. Because you know, my hubby is one of this frugal man, even both of us are frugal, but we cant be frugal when it comes to our hobby! One is gaming and the other is reading. DANG! 😛 *kejedot tiang*
Tapi saya setuju juga saat si frugal living ini digembar-gemborkan seperti pada Oprah Winfrey ato Rachael Ray Show. Semacam pengingat bagi kaum urban yg tinggal di era serba mudah dan serbuan godaan redeem point kartu kredit, cicilan ringan ini itu, dan hal-hal lain yg mendorong konsumtivisme. Pada kasus saya mungkin ini sebagai wake-up-snapper dari kemudahan berbelanja secara online, because online shopping is so easy, as easy as a click, bahkan gak kerasa saat si duit keluar. Rasanya cuma kayak dapet kado pas barangnya dateng, padahal dari duit sendiri. *ngikik* *tutupmuka* 😀

Jadi, apa yg harus saya lakukan?
1. Rework our monthly budget. Ini PR banget dan sedang dilaksanakan. Anggaran yg seimbang tentunya, frugal living doesnt mean living with no fun, jadi pos-pos hobi dan hiburan tetep ada yg penting adalah pengelolaan emosi dan komitmen untuk tidak kalap! This is essential.
2. Stay away from catalogue! Terkadang (bahkan sering) iming-iming diskon dalam katalog bukannya bikin jadi lebih irit, malah jadi morot. Pemikiran seperti “mumpung lagi diskon, bulan depan ato pas perlu nanti sapa tau ga diskon lagi” ato “nambah belanja dikit lagi dapet bonus nih (yg kalo dipikir-pikir lagi ternyata harga barang bonusnya jauh lebih rendah dari tambahan belanja untuk dapetin si bonus itu)” adalah bisikan-bisikan yg harus dihindari.
3. Banyak belajar. Mungkin salah satu yg mendorong saya untuk belanja-belenji adalah kebosanan saya pada pekerjaan. So i think i need a therapy, which the easiest one is shopping. Sejujurnya, sekarang adalah masa-masa di mana saya merasa sangat bosan dengan pekerjaan saya. Antara bosen dengan jobdesc sekarang yg klerikal, sedangkan saya seorang fungsional auditor jadi kangen untuk ngaudit lagi, juga bosen kerja dan pengen kuliah lagi. Jalan keluarnya mungkin saya harus banyak baca dan belajar, baik itu buat persiapan kuliah lagi ato belajar yg lain. We’ll see~~

Contoh lebih jauh dari penerapan frugal living bisa dicek di The Cheapskate Guide by Leo Babauta. It’s interesting! 😉

Beberapa hal yg sudah diterapkan adalah:
1. Tidak melakukan belanja bulanan. Bagi beberapa orang mungkin belanja bulanan ini lebih irit karena besoknya tidak perlu bulak-balik belanja, tapi bagi saya belanja bulanan ini isinya malah lebih banyak cemilan daripada bahan masakan/keperluan sehari-hari. Jadi besoknya tetep belanja lagi belanja lagi 😀 Pada akhirnya, saya beli saat ada yg perlu dibeli aja ke waralaba terdekat/koperasi kantor sudah cukup.
2. Cukup kipas angin daripada AC. Selain masih ngontrak rumah, jadi kalo masang AC nanti ada biaya tambahan bongkar pasang saat pindah ke Bandung (aaamiin! :P), space rumah yg kecil juga bikin cukup pake kipas angin doang buat jaga suhu ruangan.
3. Menunda pemasangan tv kabel/berlangganan. Di rumah yg paling sering nonton tv adalah si mbak, itupun seringnya sinetron indosi4r, di4m di4m 5uka, dan d’t3rong 5how, jadi rasanya belum perlu buat pasang tv kabel/berlangganan. Aghis juga nonton up1n 1p1n doang udah seneng, lagipula saya ga pengen dia banyak nonton tv, jadi abis si up1n beres dia bisa main yg lain.
4. Belanja ke pasar tiap hari. Setelah saya coba ternyata ini lebih efisien daripada belanja buat nyetok sayuran seminggu. Selain karena pasarnya deket, belanja per menu harian jatohnya emang lebih sedikit pengeluaran. Entah kenapa~~
5. Family Movie Time. Faktor punya baby jadi pengurang heng ot-heng ot ke mall, dan nonton film download-an cukup asik kalo pengen sekedar nonton buat hiburan.
6. Makan di Rumah. Karena sekarang masih tinggal di belakang kantor, jadi tiap hari saya makan di rumah. Istirahat siang pun pulang buat makan sekalian nengokin Aghis 🙂

Some advice, frugal living ini sifatnya fleksibel dan bisa jadi berbeda bagi tiap orang. Frugal bagi saya, tidak berarti frugal bagi anda. Jadi, contoh-contoh penerapannya tidak harus seperti itu, karena inti dari semuanya adalah hidup efisien dan bersahaja. Misalnya, bagi beberapa orang, belanja online itu efisien, tapi bagi saya ternyata tidak, karena saya malah terjebak pada impulsifitasnya.

Ya ampuun ini sih note to self bangeet 😀 hahaha
Oya, satu lagi..inget kata Pak Deni, “Less Expense is More Income” (gilak cakep bingits quote-nya 😛 )

Sekian,
apa kiat frugal living muu? 🙂

Advertisements

10 thoughts on “Frugal Living Ideas

  1. Pingback: Dunia Belanja Online | Nadcissism

  2. Yap, setuju sama yg terakhir, frugal bagi saya belum tentu frugal bagi anda.. hehe. Kalau saya belanja bulanan tetep ada untuk keperluan toiletris macam sabun-sabunan, dan kawan-kawannya. Trus kita sama di belanja buat masak,, hehehe.. saya belum punya kulkas juga, jadinya belanja di pasar aja tiap pagi. Hitung-hitung olahraga pagi.. 🙂

    Like

  3. Pingback: Frugal Living Ideas

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s