All About Clodi

This post i present to all moms and mom-to-be’s…

Berhubung beberapa temen kemarin abis lahiran, saya jadi pengen ngomongin soal popok kain. Sekarang ini lagi “in” banget nih soal clodi alias cloth diaper untuk menggantikan peran popok sekali pakai (pospak). Sebagai pengguna, saya merasakan banyak sekali manfaat dari pemakaian clodi ini:

  1. Gak usah belanja bulanan pospak,
  2. Mengurangi sampah rumah tangga,
  3. Less chemical effect for the baby skin.

Makanya, saya ingin mengajak buebu dan calon buebu semua buat lebih melek soal si clodi ini.

cloth diapersWhat is clodi?

Clodi atau cloth diaper ini adalah popok kain. Udah gitu aja? Ya enggak dongs 🙄 Istimewanya popok kain ini, dia terdiri dari bahan yg menyerap pipis bayi dengan permukaannya yg tetap kering. Kerjanya hampir sama dengan pospak, hanya saja less chemical content. Inilah kenapa clodi digadang-gadang lebih sehat bagi kulit bayi karena mencegahnya dari ruam popok. Sedikit sekali kasus pengguna yg terkena ruam popok dengan pemakaian clodi ini.

Sebelum saya menjelaskan mengenai jenis-jenis clodi, saya akan menerangkan terlebih dahulu bagian-bagian clodi.

  1. Outer

Bagian outer, atau si clodi-nya sendiri ini pada umumnya berbahan polyester atau minky (halus semacam beludru). Bahan-bahan tersebut mampu menahan rembesan pipis bayi sehingga tidak langsung tembus. Oleh karenanya, fungsi ini hampir sama dengan pospak yg mampu digunakan untuk beberapa jam.

Kiri: Pocket, Kanan: Cover

Kiri: Pocket, Kanan: Cover

  1. Liner

Bagian ini adalah yg menempel pada kulit bayi. Liner ini biasanya berbahan micro-fleece. Pada jenis tertentu, liner ini menempel pada outer, dan jenis lainnya menempel pada insert. Adapula kain khusus liner yg dipasang di atas insert yg fungsinya sebagai tambahan lapisan agar permukaan insert tidak langsung mengenai kulit bayi.

Liner ini tentunya dapat menyerap pipis bayi secara optimal dan tetap kering sehingga bayi tetap merasa nyaman meskipun sudah pipis berkali-kali. Untuk pemakaian lebih dari 3 jam, permukaan liner pada beberapa merk clodi akan menjadi lembab. However, cloth is still cloth, isn’t it? Oleh karena itu, untuk menjaga kesehatan dan kebersihan kulit bayi, juga kenyamanan bayi sendiri, pemakaian clodi ini saya sarankan untuk rentang waktu 3-4 jam (maksimal 6 jam). Terkecuali saat tidur malem dan emaknya susah melek 😛

Kalo kayak gitu, pilihlah clodi yg bagus daya serapnya, supaya si bayi engga “risih” dengan lembabnya itu. :mrgreen:

  1. Insert
Insert Clodi

Insert Clodi

Bagian inilah yg bertugas menampung pipis bayi. Insert ini bahannya bermacam-macam. Tapi di sini, saya hanya akan menjelaskan insert yg saya punya aja. Insert yg saya miliki ada 2 macam, yaitu Microfiber dan Hemp. Jenis lainnya yg saya ketahui tapi belum pernah pake adalah Bamboo. Saya hanya dapat membandingkannya dari segi fisik.

Hemp: ramping dan halus,

Microfiber: lebar dan agak kasar seperti permukaan handuk,

Bamboo: lebar, panjang, dan halus.

Perbandingan Insert Hemp dan Insert Microfiber

Perbandingan Insert Hemp dan Insert Microfiber

Untuk daya serap, menurut saya itu tergantung si anak apakah ia heavy-wetter ato biasa-biasa aja. Kalo biasa aja, semua jenis insert tersebut sama bagusnya dalam menyerap pipis.

Insert ini yg nantinya paling pesing dan menjadi berat jika pemakaian terlalu lama. Fungsi insert ini kalo di pospak adalah gel si penyerap pipis yg juga akan mengembung jika pipis yg ditampung udah banyak.

How many kinds are clodi?

Yang saya punya ada dua tipe clodi, yaitu pocket dan cover. Kedua tipe ini juga yg paling umum dan banyak dijual di pasaran.

  • Pocket Clodi

Pada clodi tipe ini, terdapat kantong pada bagian pangkal dalam untuk kita memasukkan insert. Permukaan dalam clodi ini biasanya berbahan fleece/microfleece yg berfungsi sebagai liner.

(+) Karena insert dimasukkan ke dalam kantung jadi bisa menggunakan berbagai macam insert, terutama microfiber dan hemp.

(-) Karena liner jadi satu dengan outer, jika insert sudah mulai penuh, maka keseluruhan clodi harus diganti.

  • Cover Clodi

Berbeda dari pocket clodi, insert pada cover clodi ini ditempelkan di permukaan dalam outer. Biasanya ada kancing tempel di bagian pangkal dalam clodi untuk menyambungkan insert dan outer. Untuk cover clodi, biasanya insert sudah disertai dengan liner sehingga bisa aman jika menempel langsung ke kulit bayi.

Insert untuk Cover Clodi memiliki kancing

Insert untuk Cover Clodi memiliki kancing

(+) Jika insert sudah dirasa penuh, selama si cover masih kering dan tidak pesing, cukup diganti insert-nya saja. Jadi bisa mengurangi tumpukan cucian buebu semua hehe. Tapi bagaimanapun tetap saja, paling banter si cover ini saya pake 2x, karena kalo lebih dari itu biasanya kena bau pesing dan kurang nyaman dipakai bayi.

(-) Kancing yg menempel pada insert harus cocok dengan kancing pada outer, jadi gak bisa sembarang insert. Setidaknya insert tersebut harus satu merk dengan cover-nya. Pengalaman saya, coba memakai insert merk A untuk cover merk B ternyata gak cocok. Karena cover selalu lebih cepat kering daripada insert-nya, maka antisipasinya bisa saat beli diusahakan agar insert tersebut cocok untuk beberapa merk atau beli satu merk dengan banyak tambahan insert.

Miscellaneous:

Ada dua macem perekat pada clodi, kancing dan velcro (basa sundanya: perepetan 😆 ). Berdasarkan pengalaman saya, clodi dengan perekat velcro lebih ringkes digunakan. Apalagi saat bayi mulai aktif bergerak, karena pemakaiannya yg mudah. Perekat kancing sih sebenernya oke-oke aja, hanya saja saat si bayi mulai bisa merangkak atau berdiri, pemasangan clodi dengan kancing ini jadi makan waktu. Jadi, itu tergantung preferrance buebu di sini ya 😉

Kiri: Clodi dengan kancing, Kanan: Clodi dengan velcro

Kiri: Clodi dengan kancing, Kanan: Clodi dengan velcro

Oya, selain clodi yg berbentuk popok, ada juga clodi yg bentuknya menyerupai celana dalam. Berbeda dengan training pants tentunya, clodi yg sudah berbentuk celana ini sangat memudahkan proses pemakaian pada bayi yg sudah mulai berdiri dan lari kesana kemari hehe Kalau udah aktif gitu kan bayi susah dibaringkan buat masangin popok 😛 Tapi sayangnya saya gak punya yg model begini, jadi gak bisa share pengalaman :\

Istilah “stripping” adalah menyiram dan merendam insert dengan air panas. Ini biasanya dilakukan saat insert sudah sering dipakai sehingga permukaannya menjadi keras dan agak bau pesing meskipun sudah dicuci. Kalo enggak menemukan kondisi seperti itu ya gak perlu dilakukan stripping.

Beberapa merk clodi memiliki leg gusset, yg berfungsi untuk mencegah kotoran bayi beleberan ke samping.

Beberapa merk clodi memiliki leg gusset, yg berfungsi untuk mencegah kotoran bayi beleberan ke samping.

Perawatan clodi:

Brand new clodi sebaiknya dicuci kering dulu sebanyak 3x untuk memaksimalkan daya serapnya kelak. Beberapa clodi yg saya punya sih kayak gini juga, tapi karena ada beberapa yg saya gak sabar pengen cepet-cepet pakein jadi cuma dicuci kering sekali aja 😆 *jangan ditiru ya buebu*

Hal yg perlu diperhatikan dalam mencuci clodi:

  • Menggunakan washing ball, instead of detergent. Kenapa? Karena buat saya agak sulit mendapatkan detergent non perfume and non bleach. Jadi, saya prefer beli washing ball khusus buat merendam clodi. Perendaman clodi dengan washing ball ini biasanya >30 menit.
  • Jangan disetrika. Just don’t!
  • Karena noda pup pada clodi ini bisa ilang hanya dengan dibilas dibawah keran/disemprot, saya tidak pernah memakai sabun apapun untuk mencucinya. Kalopun masi ada noda sedikit, setelah dijemur di terik matahari biasanya langsung ilang sendiri kok 😉
  • Pemakaian pada mesin cuci sebaiknya menggunakan washing net, agar kualitas clodi lebih terjaga. Saya sih jarang, paling pernah pun di bagian pengeringnya aja untuk mempercepat pengeringan.

Why no detergent and soap? Karena dikhawatirkan ada partikel-partikelnya *halah* yg tertinggal menempel pada clodi yg bisa mengurangi daya serapnya. Tapi kalo detergent-nya khusus clodi sih gapapa…

Tips:

Karena clodi ini cocok-cocokan tergantung badan bayinya (gemuk, kurus, heavy wetter, biasa aja), maka saya sarankan di awal pembelian untuk membeli satu dari beberapa merk. Tujuannya buat ngeliat mana yg cocok dipake bayi, supaya gak mubazir kalo ternyata udah beli banyak ternyata gak cocok. Kalo cocok, bisa deh beli beberapa tambahan dengan merk yg sama.

Berapa sih minimal clodi yg musti kita punya:

Ini juga tergantung bayinya. Saya memiliki 16 clodi dengan >20 insert. Itu saya hitung per pemakaian clodi sehari (5-6 clodi/hari) dan cadangan kalo ternyata jemurannya telat kering karena cuaca :mrgreen: Yang penting sih insert-nya yg banyak karena dia keringnya lebih lama dari pada outernya.

Oke, sekian dulu deh kayaknya udah kepanjangan juga ini 😆 Untuk review beberapa merk yg saya punya bisa cek postingan saya dulu di Serba Serbi Clodi.

Info lebih lanjut soal clodi bisa follow @milispopokkain ❤

Adios! 😎

Advertisements

5 thoughts on “All About Clodi

  1. Pingback: Mengenal Washing Ball | NADCISSISM

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s