My Roller Coaster Pregnancy!

Yap, roller coaster! Bagi saya kehamilan itu layaknya menaiki wahana roller coaster. Ya mood swing-nya, ya kondisi badannya, selama 9 bulan membuat perasaan saya jumpalitan. Dan saat bayi lahir, perasaan lega, excited, sisa deg-degan, dan ketagihan pun menyeruak. Persis abis naik roller coaster! ๐Ÿ˜€

Kehamilan pertama saya jalani dengan tawa dan tangis. Yang membuat saya tertawa jika mengingat kembali kehamilan saya adalah mual muntahnya! Saking mualnya, di trimester 1 saya jadi seperti kucing, muntah sembarangan :mrgreen: Bukannya sengaja, tapi saking gak tahannya saya jadi belum sempat beranjak ke tempat yang seharusnya ๐Ÿ˜† Beberapa kali saya muntah di kasur hingga suami menertawakan dan bilang saya kayak naga: mulutnya menyembur… oh man! *facepalm*

Belum lagi muntah pas di kantor, saya pernah tuh muntah di kantin yang untungnya si muntah masih berupa air di lantai karena saya belum sarapan. Lucunya, saat ada orang yang duduk di tempat dekat bekas muntahan saya. Duh, rasanya gak enak tapi kok ya dia juga gak nyadar ๐Ÿ˜† Maaf ya…
Dan yang paling membekas adalah saat saya muntah di jalan. Saking eneknya sama bau selokan, saya gak tahan buat muntah. Alih-alih muntah ke selokan, karena gak sempet menyisi, saya muntah di bahu jalan. Untungnya saat itu sepi, saya langsung jalan cepat ke rumah sambil ketawa sendiri dengan tangan yg belepotan gagal menahan muntah ๐Ÿ˜€ Duh, ngotorin banget ya? :\

Meskipun begitu, saya gak stres, karena menurut dokter kondisi tersebut menandakan bahwa janin di dalam tubuh saya sedang berkembang dengan baik โค Alhamdulillah. Saya pun pernah sangat panik saat terkena cacar di trimester 2.

Sedikit berbeda dengan saat hamil yang penuh canda, pengalaman melahirkan saya cenderung penuh tekanan. Saat itu di UK 38 minggu, saat kontrol reguler ke dokter di Senin sore. Dokter bilang udah pembukaan 2 dan kepala bayi udah kepegang. Selain itu, ketuban juga mulai berkurang dan BB janin mencapai 3,5kg. Oleh karenanya, saya tidak diperkenankan pulang dan langsung masuk ruang bersalin. Padahal sebelumnya, saya tidak merasakan mules yang kentara.

Setelah booking kamar, saya pun diberi obat pelunak rahim untuk durasi 6 jam. Setelah 6 jam masih belum ada kontraksi, saya kembali diberi obat pelunak serviks. Katanya kalau besok pagi masih sama, bakal langsung diinduksi lewat infusan. Dan ternyata, pas pagi pun belum ada perubahan. Maka diinduksilah saya, mulai dari Selasa pagi. Sorenya, 1 labu induksi sudah habis. Again, tanpa ada reaksi signifikan: masih pembukaan 2! ๐Ÿ˜ฆ

Lanjut labu kedua, saat itu mental saya sudah sangat jatuh. Putus asa pengen nunggu pembukaan di rumah aja karena stres banyak kesalip bumil lain, yang datang dengan pembukaan lengkap dan langsung lahiran. Tapi dokter tidak berkenan. Pun sempat ada ortu pasien lain yang ngasih rumput fatima buat saya minum, dan kena marah bidan setempat โ—

Akhirnya, untuk menghindari infeksi kepala bayi yang udah sering kepegang saat pemeriksaan dalam, maka diputuskanlah untuk sesar di Rabu pagi, 25 Desember 2013 ๐Ÿ™‚ โค

My Biggest Patience and gratitude <3

My Biggest Patience and gratitude โค


Pengalaman melahirkan tersebut memberikan saya pelajaran untuk pasrah. Do the best and let God do the rest. Bagaimana pun, rencana Alloh selalu yang terbaik bagi umatnya ๐Ÿ™‚

p.s.:
โ€œTulisan ini diikutsertakan dalam GA Hamil dan Melahirkan ala Bunda Salfaโ€
Banner-Giveaway-Bunda-Salfa

Advertisements

4 thoughts on “My Roller Coaster Pregnancy!

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s