Why Oh Why I’m A Gen Y ~~

I will never talk about my job. I will never talk about my job. I will never talk about my job!
Kalimat itu adalah mantra tiap kali emosi jiwa membuncah terkait pekerjaan saya. And i promised myself to never write about my job, my profession. Bukan kenapa-kenapa sih, cuma ya melalui blog ini saya ingin memisahkan dua dunia itu, pekerjaan dan personal life. Makanya, tiap kali tangan gatel pengen ngetik segala umpatan, keluhan sampai excitement soal kerjaan, anything related to the office, atau instansi tertentu, selalu saya alihkan dengan mantra itu :mrgreen:

But there’s one thing about it that i want to talk about.
Ehm. Mungkin karena saya seorang lulusan PTK, istilahnya never felt the urge to apply for a job. Jadi kadang, saya seperti tidak mensyukuri pekerjaan yg saya miliki sekarang. Cepet bosen, easily distracted, you name it. Kemarin pas jadi auditor, pengen kerja di SDM, alesannya biar hati lebih tentram. Sekarang kerja di SDM, saking tentramnya hati jadi pengen balik ngaudit, alasannya flaaat butuh tantangan :\ Ntar kalo udah ngaudit lagi, gatau deh pengennya apa lagi ๐Ÿ˜† Maunya apa sih Naaadd??

taken from salterbaxter.com

taken from salterbaxter.com


Sebenernya bukan tidak mensyukuri, tapi… Eitts..kalo ada tapinya ya bukan bersyukur ๐Ÿ˜› (Bersyukur itu menerima dan berbahagia. Titik. hahahaha ๐Ÿ˜€ ) yayaya saya bersyukur, Alhamdulillah ya Alloh for every comfort, smooth way yg membawa saya pada profesi ini.
Hanya sajaaa… (dengerin dulu ih!) terkadang mungkin karena saya tidak merasakan yg namanya memilih (abis lulus lalu diarahkan ke instansi tertentu), jadi suka wondering sendiri: eh kayaknya kerja di sini enak deh, eh kayaknya di situ seru deh, eh kayaknya di sono enjoyable deh. Hingga kemarin, saat jadi panitia penerimaan CPNS di kantor, salah seorang temen yg kebetulan bukan lulusan PTK alias merasakan perjuangan melamar sana sini, sempet bilang:

“Udah deh Nad, lo diem, ga usah mikir yg aneh-aneh kerja di sana-sini. Tinggal kerja yg semangat. Ya kalo di tempat lain itu enak, gue juga gak akan ngelamar ke sini.”

doeng~~ Hem… masukan yg bagus. Cuma ya itu aja sih, kadang suka sekelibatan kepikiran hal kayak tadi, apalagi kalo kerjaan lagi jenuh-jenuhnya O_o Tapi wajar lah ya, namanya mood kan gampang banget goyangnya. *fiuuhh~~ Intinya, sering banget suka penasaran! nah loh.

taken from softgarden.io

taken from softgarden.io


Yah,,mungkin begitulah sisi negatif dari generasi Y. Sisi positifnya? banyaak… cari aja sendiri yah ๐Ÿ˜›

โ€œGen Y adalah pribadi yang bekerja untuk dapat menerapkan kreativitasnya, serta mencari lingkungan kerja yang santai penuh hura-hura. Mereka bekerja tidak terlalu serius, karena bekerja bukan untuk kehidupan atau menghidupi keluarga seperti yang dilakukan generasi sebelumnya. Mereka sangat techno-minded dan berinteraksi lebih banyak melalui gadget (Skype, Whatsapp, Twitter, Facebook), walau dengan teman satu kantor,โ€ ujar Lita Mucharom, Human Capital Management Coach.
*taken from Femina.co.id

but wait! “bekerja bukan untuk kehidupan” ? kami juga butuh duit buat idup kok maak ๐Ÿ˜ฅ

Beklah, Gen Y, marri kita bekerja kerass!!! SEMANGAAT ! ๐Ÿ˜Ž
Buktikan pada dunia bahwa kita pandai bersyukur dan melakukan sesuatu bagi duniah! *cheers*

Advertisements

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s