Ibu adalah Ibu

Kalo dipikir-pikir, lirik lagu Kasih Ibu yang kita kenal sejak dulu itu sangat mencakup bagaimana seorang ibu seutuhnya. Coba deh…

Kasih Ibu kepada beta,
tak terhingga sepanjang masa.
Hanya memberi,
tak harap kembali.
Bagai sang surya menyinari dunia ❤

See? Saat saya mengorelasikannya dengan Mama, it’s all about her. Yep, it simply explains what mom really is. All my mom has been doing for me is giving. She gives everything, mulai dari hal yg materil maupun moril, sepele maupun esensial, seringnya… tanpa saya minta! Karena yaa begitulah seorang ibu. Dan kalo saya tanya/protes, “Kenapa sih, Maa, blablabla?”. Yang selalu beliau jawab adalah, “Rasain aja sendiri entar kalo udah punya anak, kamu bakal ngerti”. And there she said, always right, again, haha 😀

Tadi yg pertama. Yang kedua, she never asks in return. Saya tahu materi sebanyak apapun gak akan pernah bisa membalas jasa, kasih sayang, dan pengorbanan Mama, ever! And i’ll never be as genuine as her, i guess 😦 Pernah denger suatu ketika seseorang bilang salah satu cara untuk berterima kasih kepada orang tua adalah dengan menjadi sebaik-baik orang tua bagi anak kita, dan yg penting adalah menjadi anak yg sholeh/sholeha. Tough game is tough.

Yang ketiga, bagai sang surya menyinari dunia. She’s definitely the light in my life tunnel. Ibaratnya adalah sumber cahaya pertama di tengah kegelapan kita tentang dunia ini, tentang hidup ini. She’s the one who was patiently taught me to smile, to crawl, to stand on my own two feet, to walk, even to run. Tentang hidup, mulai dari problematika anak, remaja, hingga dewasa, she accompanies me through every life stages. Even she was the one who was laughing out loud when my first broken heart 😆 Jadi gak kebayang aja gitu rasanya kalau suatu saat beliau gak ada, mungkin gelap 😥 *mewekbeneran*

All i can hope is for her longevity, prosperity, and happiness! ❤ Dan semoga kami sama-sama berumur panjang agar bisa lebih lama lagi saling membahagiakan. Aaamiin!

—-

Sosok lain yg saya salut dan kagumi adalah si Mbak di rumah. Saya merasa sangat beruntung memiliki support system yg dapat saya andalkan. Memerhatikannya bagaimana ia bersikap pada anak saya, membuat saya berpikir bahwa ia berbeda. Ia tak hanya bekerja, tapi juga menyayangi. Tentu saya terkesan bukan dari hal-hal sangat nyata pada pekerjaannya, karena itu bisa saja ia buat-buat lakukan semata-mata karena saya ada. Tapi dari kumpulan beberapa hal yg kemudian saya simpulkan. Dari cara ia tertawa saat anak saya melakukan hal lucu yg sepele, saat ia panik dan mengernyit melebihi saya saat anak saya jatuh/terluka, saat ia berinisiatif memberi saran atas apa yg sebaiknya dilakukan pada si kecil, dan masih banyak lagi. Kadang saya berpikir, ia tidak hanya merawat anak saya, tapi juga saya dan suami 😀 Kami bersyukur ada sosok yg dapat dituakan di tengah-tengah keluarga kecil kami. Dan saya sangat berharap hubungan kerja sama ini dapat bertahan lama.
Hal ini tentunya tidak lepas dari peran sahabat saya yg mengenalkannya pada kami. Aku hutang budi sama kamu, Ujeho! :mrgreen:

—-

And last but not least, for all mommies, saya harap di Hari Ibu tahun 2014 ini: we can stop the war about Working Mom vs Stay at Home Mom. What the hell, man, seperti yg saya tulis di judul, Ibu adalah Ibu. Mo kerja di luar, mo fokus berumah tangga, kamu tetap ibu dan istri yg berguna… selama kamu memang menjalankan kewajiban-kewajibanmu sebagai seorang istri dan ibu, niatkan ibadah dan lakukan dengan ikhlas. Ikhlas itu gak butuh pengakuan. Sebenernya saya udah berniat untuk gak pernah terprovokasi dengan hal ini, tapi kalo baca macem begitu rasanya kok ya gatel juga pengen nyolot ngomen 😛

Here’s the thing, bagi saya yg terpenting dari peran sebagai ibu adalah kebahagiaan kita. Selain itu, juga percaya diri! Saat seorang ibu bahagia dan percaya diri, ia akan melakukan perannya dengan maksimal. Ibu itu saya analogikan sebagai glue to the family, kalo lemnya aja gak kuat, mana bisa keluarga utuh, nempel, akrab, stick to each other? Deeply think about this!
Untuk apa jadi ibu bekerja kalo ia lebih sering berhedon di luar rumah, acuh, dan lupa mengurus anak dan suami?
Untuk apa pula pula seorang ibu rumah tangga yg sehari-hari di rumah tapi sibuk main candy crush ato arisan sana sini ato bahkan ngeluh terus karena ngerasa muak dengan kegiatannya? Anak dan suami juga gak bakal betah liatnya, gak bakal betah di rumah 😀 Pardon my language, kasarnya gitu lah ya.

Ini juga jadi catatan dan pengingat bagi diri saya sendiri, bahwa saat kita memilih untuk menjadi ibu bekerja di luar ato pun ibu rumah tangga, maka berikanlah yg terbaik di situ dengan segala konsekuensi yg ada. Be the best and confident working mom ever or be the best and confident stay at home mom ever! Take it or leave it!
Setiap ibu bekerja pasti punya alasan kuat mengapa ia tetap bekerja, dengan yg terpenting adanya ridho dari suami.
Setiap ibu rumah tangga punya alasan yg kuat pula mengapa ia lebih memilih fokus berumah tangga, juga yg terpenting adanya ridho dari suami.
And we should respect each other, support each other, cause we’re on the same shoes: BEING A MOM.

Taken from Ayahbunda No. 25 Edisi 15-28 Desember 2014 hal. 52

Taken from Ayahbunda No. 25 Edisi 15-28 Desember 2014 hal. 52


So, alih-alih memojokkan satu sama lain, let’s just be awesome instead 😎
It’s our time to glow and share some happiness around! 😉

SELAMAT HARI IBU TAHUN 2014 !
keb

Advertisements

10 thoughts on “Ibu adalah Ibu

    • Setuju sekali, Mbak 🙂 Terkadang kita hanya memahami apa yg terlihat, padahal mungkin banyak hal yg tidak kita ketahui apa yg mendasari kehidupan orang tsb. Semoga kita bisa menjadi orang yg lebih bijak dan tidak mudah menjustifikasi orang lain.

      Like

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s