Nad’s Letter 2015: True To My Heart

Kalo majalah dan media digital biasanya ada Editor’s Letter di awal tahun, Nadcissism pun ada author’s letter-nya: Nad’s Letter! 😆 apadeh norak

Mungkin ini semacam resolusi blog  sepanjang tahun 2015 ya. Kalo kemarin nulis Mindfulness as a description for my whole 2015, ini lingkupnya lebih kecil, yaitu buat si baby blog 🙂 Okay, how will Nadcissism be in this 2015??

Nadcissism will be true to my heart. My? Who is “my” there? Ya eike dong, the author, Nadia Khaerunnisa, yg super random pikirannya ini 😆 Trus maksudnya?

Jadi, melalui True To My Heart Campaign ini, saya bertekad bahwa setiap postingan di Nadcissism kelak di tahun 2015 dan seterusnya agar selalu jujur dari lubuk hati yg terdalam ❤ Yaaa, bisa dibilang sebelum jujur ke orang-orang di luar sana yg dengan baik hati berkenan meluangkan waktu membaca postingan di sini, setidaknya saya sudah jujur pada diri sendiri atas apa yg saya tulis, juga keinginan untuk menuliskan dan membagikan isi dari tulisan tersebut. Jadi, tidak ada unsur semacam “try to impress” atau “berbeda dengan kenyataan yg saya jalani”, kasarnya “sebuah tulisan/cuap-cuap belaka”. Pun apabila saya menuliskan rekomendasi atas suatu barang/tempat/jasa/gaya hidup/dsb, hal itu benar-benar saya lakukan dan pakai juga. Jadi, mari kita hilangkan unsur “belaka” dalam postingan ini. Itu resolusi besar saya! ⭐

Saya berpikir bahwa sebelum saya membawa blog ini lebih jauh, *halah emang mau dibawa kemana* hihi  saya harus memperbaiki pondasi dalam membangun blog ini. The Basic, you may call it. Pada dasarnya, di awal saya membangun blog ini adalah untuk berbagi, bersilaturahmi, syukur-syukur menebar manfaat dan menginspirasi :mrgreen: Makanya, hal itulah yg gak boleh saya tinggalkan 🙂 Insya Alloh. 20150110_123230-picsay[1]

Hal lain terkait True To My Heart ini:

1. Tetap menjadikannya sebagai personal blog, yg isinya all about me. Self-centris? mmm…gak juga, wong namanya personal blog ya isinya tentang “the author, personally” dong yak 😀 Jadi isinya sudah pasti seputaran serba-serbi seorang working mom cengeng beranak satu hahaha Maybe you’ll find some tips, issues, or even moan in motherhood, or else in early parenthood 😳 So, brace yourself, and don’t be judgmental, unless you’ve been there, too 😛

2. Beware Cybercrime! Yak, saya harus selalu aware atas apa yg saya tulis. Too much personal info or photos of my family, especially my kid, which are not related to the topic would be my #1 consideration before hitting the “publish” button.

3. Challenge myself. Dengan mengikuti beberapa komunitas, saya harap bisa menambah sisi fun dan broadening insight dari aktivitas blogging ini. Mengikuti post challenge tentunya menjadi sarana untuk mengasah kreativitas juga menambah ide untuk menelurkan sebuah postingan 😉 Who knows, melalui komunitas tersebut, saya malah bisa bertemu dengan orang-orang hebat yg sebelumnya bahkan gak kepikiran bakal bisa ketemu atau melakukan sesuatu yg bermanfaat bagi banyak orang di suatu bidang. Aaamiin!

4. GET MORE PRIZES!!! ❤ hahaha kidding, tapi pengalaman tahun lalu saat saya mendapatkan tiket sebuah event seharga jutaan rupiah melalui tulisan sungguh sangat mengena 😀 dan saya ketagihan! Kemudian setelah saya pikir lagi, kenapa saya bisa dapet hadiah itu selain karena faktor keberuntungan dan emang rejeki, adalah karena saya menuliskannya bener-bener dari hati. Jadi, bukan sekedar mupeng hadiahnya. See? True to my heart is very ultimate! Selain karena tulisan yg jujur bisa menjadikan sebuah tulisan lebih enak untuk dibaca dan mengena pembacanya, juga entahlah, isinya pun pasti genuine. Pernah bisa membedakan? 🙂

5. A Greater Content. Ini mungkin lebih ke teknis ya, dalam membuat tulisan saya harap Nadcissism 2015 ini bisa less typo, gak cacat EYD, juga memanjakan pembaca dengan gambar-gambar yg sesuai dan ciamik. Ya bisa karya sendiri, bisa juga dari sumber lain yg akan saya cantumkan di caption foto. Pun kalo ada kutipan dan referensi lain, tentunya akan saya cantumkan sumbernya. Let’s do a Mindful Blogging! 😎

6. Quality over Quantity. Tidak ada target berapa postingan yg harus dibuat, ataupun post a day. Kalo emang lagi gak mau nulis dan gak ada yg perlu ditulis, let it be~ Remember, it is true to my heart. Jadi, tulisan yg jujur tidak hanya dari isi, tapi juga proses penulisannya. Begitu pula jika saya tidak berkenan menulis tentang konten tertentu, then i would not :\

Above all, semoga hal ini bisa terwujud, HARUS, dan konsisten melakukannya. Saya pun mengajak my dear fellow blogger friends untuk true to the heart, juga mindful dalam blogging 😉 Yuk, marreeee~~

P.S. Tulisan ini diikutsertakan dalam IHB Blog Post Challenge. Apa resolusi blogmu? 🙂 Sketch40175419

Advertisements

10 thoughts on “Nad’s Letter 2015: True To My Heart

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s