Ulang Tahun adalah Nostalgia

Mulai dari “Selamat Ulang Tahun!”, “Happy Birthday!”, “Met Milad..” sampe “h3ppi ber5dey eaa qaqaa” merupakan tipikal congratulatory yg selalu saya tunggu setiap tanggal 8 September. Mumpung masih jauh nih ye tanggalnya, boleh lah saya share di sini harapan saya untuk ulang tahun di 2015 ini. Kenapa? ya biar qaqa-qaqa sekalian di sini bisa mulai nabung buat beli kadonya laah… hahaha, enggak ding, bercanda! 😛 *ditoyor massa*

Ulang tahun merupakan salah satu momen spesial yg biasanya dirayakan untuk memperingati hari kelahiran kita. Mengapa spesial? karena pada tanggal tersebutlah beberapa tahun yg lalu, perjalanan hidup kita di dunia dimulai. Kado, pesta kejutan, kue favorit biasanya turut meramaikan hari lahir seseorang. Dan bagi yg bersangkutan, acara traktir-menraktir biasanya mengikuti sebagai bentuk rasa syukur atas sukacita dan perhatian dari orang-orang terkasih.

Suatu hari di bulan Desember tahun 2013 membuka insight saya lebih jauh mengenai hari ulang tahun/kelahiran. Ya, saya melahirkan seorang putri. Kejadian ini sungguh membekas sehingga saya sering berkontemplasi membayangkan bagaimana suasana pada tanggal 8 September beberapa tahun silam, saat mama mempertaruhkan nyawa demi lahirnya saya di dunia ini. Sejak saat itu, makna hari ulang tahun bagi saya mulai berubah, yg tadinya it’s my moment, menjadi her moment (ibu saya). How i really want to thank her for every pain, groan, and tears on that September. Maka dari itu, harapan saya untuk ulang tahun di 2015 ini adalah menikmati satu hari penuh bersama Mama di Bandung.

Saya pengen bernostalgia mengenang momen pertama kalinya kami benar-benar berjumpa di dunia ini 🙂 Karena sekarang saya sudah berumah tangga, lain kota pula, waktu untuk bertemu mama tidak se-intens dulu saat masih tinggal satu atap. Oleh karena itu, saya pengen menikmati kembali momen kebersamaan kami dengan women’s day out. *halah 😀 Ya, saya pengen jalan-jalan berdua mama seperti dulu saat saya masih lajang sering lakukan. Boncengan belanja ke pasar baru, nyalon bareng, jajan bakso di warung langganan, dan masih banyak lainnya ❤ Selain itu, saya juga kangen dikasi kue plus duit sebagai tradisi ultah di rumah mama, hahahaha. Ya, anak mama sama bapak kalo ultah, dikasinya kue (formalitas, bisa diganti roti, es krim, tiramisu, apapun) dan duit! Biasanya jumlah uangnya adalah xxx rupiah dikali umur, pengali rupiahnya bisa berubah tiap taun. Jawaban mama kalo ditanya kenapa duit adalah “Ah, biasanya kan anak maunya duit buat nraktir temen-temen, lagian bingung mau dikasih apa” LOL! 😛

Berikut penampakan surprise ultah khas keluarga kami:

kue ultah ke-21 :D

kue ultah ke-21 😀

kue ultah ke-24

kue ultah ke-24

Untuk kue yg ke-24 itu sengaja mama kirim fotonya lewat imessage karena tanggal 8 September lalu jatuh di hari Senin, tentunya saya lagi gak di Bandung karena harus masuk kerja 😦 Tuh kaaannn, makanya tahun ini saya pengen banget bisa ulang tahunan di Bandung! 😳 Gak dikasih hadiah juga gak apa-apa, bisa beli sendiri itu mah pake voucher dari Carmudi Indonesia. *eeh 😛 hehehehe

Nyari Kendaraan? ke Carmudi aja~

Nyari Kendaraan? ke Carmudi aja~


Yah, semoga saja bisa terwujud! Aaamiin…
source: imgarcade.com

source: imgarcade.com

Advertisements

28 thoughts on “Ulang Tahun adalah Nostalgia

  1. Semoga keinginan Mbak untuk tahun baru tercapai 🙂
    Semoga apa yang dipintakan seorang anak demi orang tuanya bisa jadi kenyataan 🙂
    Selamat juga atas kelahiran putrinya hehe :))

    Like

  2. Bener Nad, sejak istri gw lahiran, yang kepikiran setiap ultah adalah gimana suasananya tanggal sekian april beberapa puluh tahun lalu ya. jadi kalo ultah gw usahakan nelepon rumah bilang makasih sama Ibu. Ide hadiahnya keren juga Nad. 😀

    Like

  3. Ehh neng Nadia teh pituin Bandung geuningan? *salaman dulu ah* hihi.
    wahh..women’s day out yah? Ide baguss…dan kayaknya saya juga mau contek ah *gakreatif*
    Kerasa soalnya, udah menikah, dan tinggal berbeda kota…rasanya kesempetan berdua dengan ibu tuh langka banget.
    Dtunggu crita pas hari-H nya yaa…

    Like

    • aiih, pendak sareng baraya sakampung gening 😀 *cipikacipiki* 😀 iya bener banget, mbak, susah ya, kalo sekota mungkin masih mending gak lama di jalan kalo mo ketemu 😥 hoaa, mana tanggalannya jatoh di hari selasa, moga aja sebelumnya saya udah mutasi ke Bandung *aaamiin!* hehe

      Like

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s