Daging Sapi dan Steak Doneness

Hayoo… siapa di sini yg ngerti bagian-bagian beserta masing-masing teksturnya daging sapi? πŸ˜›
Kalo saya ditanya ini, langsung balik badan dan mojok di sudut. Ngapain? buka contekan di majalah dan browsing-browsing πŸ˜†

Berhubung saya ini cupu sekali dalam dunia memasak, termasuk soal si daging sapi ini, mari kita belajar bersama! πŸ’‘
Saya menyadari kalo saya gak ngerti banget soal daging ini saat menyandang status sebagai seorang istri dan belanja ke pasar. Sebelumnya, I’d never really care about this, yg penting makaaan dan sedaaap! ^^’

Di pasar itu, saya ngeliat abang-abang tukang sayur berjajar dan salah satunya gantungin beberapa plastik daging sapi di roda jajaannya. Kepikiran lah saya, kayaknya enak ya kalo bikin semur ato dibikin sop. But then I thought, eh itu bagian apanya ya? cocoknya dibikin sop apa semur? ❓ :\ hmm.. nanya lah saya, “Mang! ini daging buat apa?”
Mungkin di pikiran si abang sayur saat itu adalah: “what the hell neng, ya buat dimasak lah! Yakeles buat dibuang ❗ “. Tapi, karena abangnya baik hati dan tidak sombong, alih-alih menjawab dengan kalimat tadi, si abang jawab, “Buat di rendang neng, ato semur. Nih, kalo mo bikin sop mah yg ini”, sambil nunjuk ke bungkusan lainnya. Di situ saya cuma melongo dan berujar dalam hati, “ooogitu ya…” πŸ˜•
Untung abang yg itu baik, nah kalo abangnya tukang tipu kan bisa aja eike diboongin. Dibilangnya buat rendang padahal banyaknya tulang, kan ujungnya bisa jengkel sendiri. Dari situlah saya berniat untuk menambah wawasan soal perdagingan ini. Kalo belanjanya di supermarket gede sih udah gak usah tanya, wong udah ada tempelannya: “rendang”, “tenderloin”, “sop buntut”, “semur”, “iga”, endesbre endesbre.

So here are some excerpts:

Pict from resepmasakanindonesia.info

Pict from resepmasakanindonesia.info


Waaks..banyak banget juga yak 😯 Kalo saya sih mulai dari cungur ampe buntut semuanya suka! ahahaha, kecuali otak. Gatau deh, gak selera kayaknya makan itu jadinya belum pernah.
Okedeh, beberapa contrekan soal peta daging di atas:
1. Blade alias Sampil Kecil, bisa buat kari, rendang, ato sekedar ditumis,
2. Chuck alias Sampil Depan, bisa buat rendang, kari, semur, sop, bakso, empal, abon.
3. Cube Roll alias Lemusir, dipanggang atau grilled.
4. Sirloin alias Has Luar, bisa untuk steak, dan makanan semacam yakiniku, shabu-shabu.
5. Fillet
6. Topside dan Rump alias Tanjung/Penutup, cocok buat dendeng, rolade, empal.
7. Silverside alias Pendasar Candik, biasa untuk dendeng, rendang, abon.
8. Inside atau Knuckle alias Kelapa, bisa buat empal, casserolem rendang, dendeng.
9. Shank alias Sengkel, cocok untuk sop/soto, rendang, semur.
10. Flank alias Samcan, bisa buat kornet, sate, rawon.
11. Rib alias Iga, cocok untuk sop, bisa juga grilled.
12. Brisket alias Sandung Lamur, cocok untuk soto dan rawon.

Kurang lebih begitu ya… saya juga tetep gak hafal sih 😐 Tapi sekarang saya jadi tau yg namanya sengkel! Karena bagian inilah yg jadi favorit saya buat direndang ato semur. Teksturnya yg bercampur dengan otot jadi agak kenyal-kenyal gitu hehehe Meskipun ya masaknya perlu waktu sedikit lebih lama ato pake pressure cooker. Dulu waktu gatau nama bagian ini kebayang kan tiap ke tukang sayur/daging di pasar pasti bilangnya, “Itu loh bang, bagian yg ada kenyel-kenyelnya itu”. Konyol banget deh O_o

Nah kalo untuk steak doneness ini, sesuai request-an Gara tempo hari di bahasan tentang steak. Saya juga sih gak ngerti-ngerti banget soal ini selain mentah, agak mateng, dan mateng, intinya itu aja πŸ˜›
1. Rare, ini tingkatan yg paling raw (eh, masih ada blue deng yg paling mentah), dagingnya masih berwarna merah, (katanya sih) bagian tengah dagingnya dingin dan lembut.
2. Medium Rare, setingkat lebih mateng di atas Rare. Cenderung pink warna dagingnya, tapi tengahnya agak merah dan (katanya) bagian tengah dagingnya anget, gak dingin kayak Rare ❓ πŸ˜•
3. Medium, ini tingkat kematangan tengah-tengah. Teksturnya pink dan padat.
4. Medium Well, bagian berwarna pink pada tingkat kematangan ini sangat sedikit. Pada tingkatan ini menurut saya paling enak karena dagingnya juicy-juicy gitu sama lemak daging :mrgreen:
5. Well Done, ini warna daging sudah fully coklat dan matang, biasanya gak se-juicy Medium Well dan cenderung padat. Ibu hamil yg ngidam steak sebaiknya memilih tingkat kematangan ini supaya terhindar dari parasit tokso yg biasanya ada di daging mentah.

Hih, sotoy banget yak saya, LOL~! πŸ˜› πŸ˜€
Ini sejauh pengetahuan saya yg cetek di dunia kuliner aja sih, ada yg mau menambahkan ato koreksi? πŸ™‚
*ada dong ya…please daripada sesat nih* hahaha

Advertisements

48 thoughts on “Daging Sapi dan Steak Doneness

  1. Agak penting sih memang untuk tau sedikit bagian-bagian daging Nad habis rugi kalo dimasak salah (suamiku cerewet wkwkwkw). Aku jadi belajar bahasa Indonya nih dari postingan kamu, selama ini aku cuman tau has, iga dan sengkel hihihihi tengkiuu!!….buat penggemar steak sejati biasanya mereka milih rare habis emang bener tender dan lembuut banget apalgi klo dagingnya grade top…tapiaku sih belum sampai di sana hahhaa..biasanya masih medium rare.

    Like

  2. Sebelum baca ini, aku juga berpikiran yang sama kayak tulisan mbak yang ini loh : “I’d never really care about this, yg penting makaaan dan sedaaap! ^^’” tapi, setelah baca ini, kayaknya, aku harus makan daging sapi sekarang. aku laper :p

    Like

  3. Akuuu cupuuu!!! Masak sop ga pernah sukses karena dagingnya ga berasa alias anyep, padahal dah sengaja beli daging ostrali *lirik mikan* *lhaa emang mikan tukang daging?* *kabur*.
    Suami bertitah (dicurigai hasil konsul ma ibu suri alias mertua) kl daging buat sop itu bagian sengkel,,,,eta naon atuhhh??? Kemudian suami istigfar,,,krn beristrikan wanita abal2. Sekian curcol dariku *tutup muka lanjut mengubur diri*

    Like

  4. Saya cuma… tahu makannya doang :hihi
    Thank you :hehe. Kemarin sudah sempat makan steak di suatu restoran, nggak kenyang! Memang dasarnya saya aja harus makan nasi, sih… hehe… *agak kampungan ya, saya ini :hihi*

    Like

  5. Aku ga bisa masak samsek deh utk urusan daging2an ini Nad. Serius! Tapi pengen bisa. So far cuma bisa ngolah daging gilin aja..hahahaha memalukan

    Nice post anyway…jd tau info2 perdagingan

    Like

  6. Pingback: Malam Menjejak di Koetaradja | mencari jejak

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s