Buah Lokal: Sehat dari Negeri Sendiri

Tahun lalu, saya menghadiri suatu acara bertajuk RawVolution di Rempoa. Acara yg membahas Raw Food Diet dari segi Ayurveda tersebut membuka wawasan saya mengenai kesehatan tubuh secara utuh. FYI, Ayurveda merupakan suatu metode penyembuhan tradisional India yg melihat tubuh manusia sebagai sesuatu yg spesifik, tidak dapat digeneralisasi. Tubuh manusia terdiri dari berbagai aspek yg disebut Tri-Dosha (Vata, Pitta, dan Kapha), dan setiap manusia memiliki dominansi yg berbeda. Dalam Ayurveda, tubuh yg sehat adalah tubuh yg memiliki keseimbangan ketiga Dosha tersebut.

pittaSebagai masyarakat yg tinggal di wilayah beriklim tropis, orang Indonesia pada umumnya memiliki aspek Pitta (sumber gambar) yg dominan. Pitta di sini dilambangkan dengan Api dan Air yg diidentikkan dengan sifat panas, merah, dan berminyak. Pernah berpikir mengapa makanan khas Indonesia pada umumnya “heavy” dan kaya akan rempah? Ato lagi siang terik pengennya makan bakso super pedas? 🙄 Dalam Ayurveda, dikenal istilah “like increases like”, di mana tubuh kita memiliki kecenderungan untuk tertarik pada hal yg sifatnya menyerupai tubuh kita. Dalam hal ini, panas menarik panas.

Nah, agar tercipta keseimbangan dalam tubuh kita, perlu diimbangi dengan asupan yg memiliki sifat cooling (menyejukkan)/alkali. Asupan tersebut berupa sayuran hijau atau makanan lain, seperti buah-buahan lokal yg memiliki rasa manis, pahit, atau astringent.

MENGAPA BUAH LOKAL?

Mengingat varietas bisa datang dari mana saja dan bisa dibudidayakan, buah lokal adalah buah yg ditanam dan dipanen oleh petani di dalam negeri. Salah satu keunggulan dan yg terpenting di antaranya, karena buah lokal tidak mengalami proses distribusi sepanjang buah-buah impor, maka kemungkinan buah tersebut diberi lapisan lilin/pengawet tambahan sangatlah kecil. Itulah mengapa jika disandingkan dengan buah impor, yg lokal terkadang nampak lebih cepat membusuk/kusam.

Selain itu, dengan ia tumbuh subur di Indonesia menjadi sinyal tersendiri dari alam, bahwa akan baik bagi kesehatan kita untuk mengonsumsi apa yg telah ia sediakan 😉

Lalu, jenis rasa yg seperti apakah astringent?

Astringent ini merupakan sensasi rasa menciut atau kesat, yg biasanya kita rasakan saat memakan buah pisang yg masih mentah. Terus, untuk menyeimbangkan tubuh dan sistem metabolisme, kita mesti makan pisang mentah gitu? :\ Ya engga dong! Karena alam Indonesia telah menyediakan pilihan lain untuk asupan yg kaya akan astringent tersebut. Yang terbaik di antaranya adalah Guava Crystal atau yg sering kita kenal sebagai Jambu Biji/Klutuk (Psidium guajava) ⭐

Guava Crysta atau Jambu Biji, Courtesy: http://www.sunpride.co.id/

Guava Crysta atau Jambu Biji, Courtesy: http://www.sunpride.co.id/

Jambu Biji Si Buah Super

Menurut laman SunPride buah ini disebut super karena memiliki 30 kali kalori, 3 kali protein, dan 4 kali serat dibanding nanas, loh! Selain itu, dengan ia berbuah sepanjang tahun menjadi “kode alam” lagi bahwa buah ini perlu dikonsumsi secara rutin oleh orang Indonesia untuk memberi keseimbangan pada tubuh dan sistem metabolismenya 🙂

Seperti terlihat pada tabel, Jambu Klutuk kaya akan Kalium (Potasium), Vitamin C, dan serat pangan yg tentunya sangat baik bagi pencernaan. Selain itu:
Kalium, mampu mengontrol tekanan darah dan sirkulasi yg bagus untuk fungsi otak;
Vitamin C, juga baik bagi kesehatan kulit dan daya tahan tubuh;
Serat pangan dan astringent, dapat membantu penyembuhan diare dan disentri karena sifatnya yg alkali dapat berfungsi sebagai desinfektan dan mengeringkan lendir.

Jambu biji juga dipercaya membantu melawan kanker karena mengandung lycopene dan antioksidan.
Oleh karena itu, sangat baik untuk mengonsumsi buah ini, terutama di musim hujan seperti sekarang.

So, how can I not love local fruit?? Makin cinta kan saya sama buah lokal ❤
Well, gak ada tips khusus untuk mengonsumsi buah ini. Dimakan dengan atau tanpa kulitnya sama-sama bagus, kok. Kalo saya sih lebih suka memakannya langsung setelah dipotong menjadi beberapa bagian, rasanya lebih segar! 🙂
Pun dapat dibuat menjadi Cheese Cake Jambu Biji (haa?? serius Cheese Cake?? 😯 ). Iya! untuk resepnya bisa dilihat di laman SunPride.

Yuk, mulai konsumsi buah lokal! 😉 Karena untuk sehat, gak perlu jauh-jauh, kan?

p.s.: If any of you want to know more about Ayurveda and those Tri-Dosha things, you can start from here 🙂

Advertisements

45 thoughts on “Buah Lokal: Sehat dari Negeri Sendiri

    • Duh, asik bangeeett!! Kalo makan buah dr pohon sndiri tu lbh puas yak hahaha termasuk, mas 😉 kalo di rumah mertuaku ada pohon mangga harumanis gt, bagus banget buahnya. Manis dan gede banget yg klo dibandingin buah impor di supermarket tuh jauh bgt deh.
      Etapi setelah aku nikah, produktifitas si pohonnya berkurang drastis 😦 entah krna pohonnya udh tua apa gmn, apa ini salahku hadir d keluarga mereka? 😦 LOL

      Like

  1. makin ke sini makin horor dgn buat impor… bahkan hosipnya krn impor, jdnya harus awet ketika dibawa oleh alat transportasi, bahkan sampe berhari-hari… biar awet itu yaa sudah pasti menggunakan bahan pengawet… agak serem kl mau beli buah impor…

    Like

    • Memang Mas, secara logika kan pengiriman buah dari luar pake kapal gak makan waktu yg sedikit 🙂 Jadi untuk buah2 berkulit tipis seperti apel memang lebih baik beli lokal aja, kecuali kayak durian, jeruk gitu mungkin kalo pake pengawet gak langsung kena buahnya kali ya :\

      Like

  2. “alah satu keunggulan dan yg terpenting di antaranya, karena buah lokal tidak mengalami proses distribusi sepanjang buah-buah impor, maka kemungkinan buah tersebut diberi lapisan lilin/pengawet tambahan sangatlah kecil.”

    Iya aku juga pernah dengar/baca hadis yang bilang, makanan terbaik adalah makan yang jaraknya paling jauh dari tempat tinggal adalah sejauh satu malam perjalanan unta…

    Like

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s