Referensi Buku Parenting


I think I’m an extrovert reader, dan tahun 2014 kemarin adalah tahunnya buku Parenting. Here are some words about them.

bringing-up-bebe1. Bringing Up Bebe, by Pamela Druckerman
Buku ini belum beres saya baca, baru sampe chapter 4. Alasannya adalah: capek baca e-book, pengen beli versi paperback-nya 😛 Buku ini bagus banget, karena dipaparkan langkah-langkah kecil untuk membiasakan anak menjadi mandiri.

It’s not French ways, actually, karena katanya justru orang Prancis gak ngerasa punya tradisi khusus tersebut. They just do what they used to do, there’s no any other intentions. Tapi hasilnya luar biasa ⭐ Hanya saja pemaparannya less drama, gak seperti Battle Hymn of The Tiger Mother-nya Amy Chua. Alur dan gaya pemaparannya lebih kayak buku The Geography of Bliss-nya Eric Weiner, ringan, sesekali kocak tapi menambah insight. If you’re looking for some tips to have an independent kids, then this is one of the answers! 😎

Source: Amazon.com

Source: Amazon.com

2. Battle Hymn of The Tiger Mother, by Amy Chua
Buku ini juga punyanya e-book, tapi ngebet baca ampe akhir karena seru banget! Ceritanya mengalir kayak novel, kayak cerita bohongan. What assured me that the story was real were the photos inside. Banyak orang yg mencap Amy Chua terlalu over dan strict terhadap anak-anaknya. Well, she is. But when it comes to the end of the book, saya menyadari apa yg ia lakukan terhadap anaknya tersebut bukanlah sesuatu yg buruk. Beberapa hal memang rasanya berlebihan, tapi saya menangkap satu hal: that kids need to be accompanied, guided.
Pada tahap awal perkembangan anak, mereka belum sepenuhnya memahami dan mengetahui the pathways to “the real life”. Mereka belum tahu apa yg sebenernya jadi passion mereka, bagaimana cara untuk menjadi seorang profesional, atau bahwa kesuksesan itu sendiri takes a long and winding road. Di sinilah peran orang tua seharusnya. Untuk menanamkan etos kerja dan disiplin agar kelak saat anak benar-benar mengetahui apa yg ingin ia capai, they’ve already known “the rules”. And that’s what Amy just did! 🙂

3288023. Totto-Chan, by Tetsuko Kuroyanagi
Awalnya saya pikir ini cerita fiksi, eh ternyata dalem banget buat pendidikan anak, dan nyata! Baca buku ini udah lama banget sih, jauh sebelum saya kepikiran nikah *halah. Menurut saya, buku ini secara gak langsung mengingatkan kita akan pentingnya kepekaan terhadap multiple intelligences pada anak.

4. Membangun Indonesia yg Kuat dari Keluarga dan Ayah Edy Menjawab, by Ayah Edy
Kedua buku ini berbeda dalam hal penyajian. Buku Membangun Indonesia yg Kuat dari Keluarga lebih berupa renungan bagi para orang tua agar tidak mencederai kecerdasan anak dengan obsesi kita para orang tua. Ini juga berkaitan dengan Multiple Intellegences. Selain itu, dijelaskan pula hakikat pendidikan yg sebenarnya dan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak.
Untitled
Capaian tujuan penyampaian di Buku Ayah Edy Menjawab saya rasa sama dengan di Buku Membangun Indonesia yg Kuat dari Keluarga. Hanya saja, bentuk penyajiannya berupa seperti sesi tanya jawab. Jadi semacam kolom konsultasi di majalah gitu loh, dibahas per kasus pertanyaan beberapa orang tua. These books made me goes “ooh, gitu ya..ooo..ooo…ooo ternyata gitu ya” *banyak cengonya, maklum amatir* 😛

Untitled15. Apa itu Homeschooling, by Sumardiono
Tertarik baca buku ini setelah khatam bukunya Andri Rizki. Dari situlah saya tertarik buat mengetahui jenis-jenis pendidikan di Indonesia selain jalur formal alias bangku sekolah. Belum pasti menerapkan sih, cuma jika satu dan lain hal ada yg mendorong untuk “menyekolahkan” lewat jalur nonformal, I’ve already known that it’s not a bad option. Bener-bener menambah khasanah. Banyak hal yg harus disiapkan kalo mau homeschooling (HS), terutama masalah komitmen, baik di anak maupun di orang tua. In here, commitment comes first, not cost. Oya, read this first, then you may judge what homechooling is! Kadang suka gemes kalo ada orang yg nyepelein HS, sedangkan yg dia ketahui soal HS adalah cuma “mindahin sekolah ke rumah”. I’m telling you, you are totally wrong. And I don’t buy it :\

Untitled26. Teach Me To Do It Myself, by Maja Pitamic
Ini isinya kumpulan praktek kegiatan Montessori di rumah. Bisa buat di sekolah juga sih, intinya panduan. Mulai dari life skills yg cetek banget macem ngancingin baju, sampe prakarya. Bagus banget sih buat mamak-mamak yg kurang kreatif kayak saya, jadi gak mati gaya kalo pengen ngajak anak main yg skalian mengasah motorik mereka 😉

Masih sedikit sih, sambil berjalan sambil dipraktekan lah yah :mrgreen: Yang pentingnya dipraktekan sih! hehehe
Tapi bagus banget loh buat nambah ilmu, biar lebih open-minded. Jadi ortu kan gak ada sekolahnya, it is indeed a long life learning, just like marriage~ ❤

Ada referensi lain buat nambah list books-to-read? 😀
Oya, what kind of reader are you, anyway? 😉

Advertisements

51 thoughts on “Referensi Buku Parenting

  1. Maakk, menarik nih karena aku suka buku parenting juga. Tapi request dong, tiap judul dikasih foto cover bukunyaa, biar kalau kita ada yang mau cari di toko bisa lebih gampang nemuu, gimanaaa? Aku pengen yg no 6 dan 1 ^___^ Btw ini kunjungan pertamaku ke sini. Salam kenal mak Nad :))

    Liked by 1 person

  2. 5 dan 6 gw belom Nad. Kalo baca dari inforgraphnya mah gw multitasking, extrovert and altruist reader. Baca Battle hymnnya Amy Chua gw sampe geregetan sendiri tau gak sih. Hahahaha.

    Like

    • Kalo yg 6 itu sih lbh practical Mas, bukunya 🙂 ahhaha jadi pas bacanya multitask plus extrovert, abis itu direview jadi deh altruist, ya? 😆
      Iya Mas, bener, gereget ampe geleng2 kepala sambil mikir “gila nih mamak-mamak”, tapi ending bukunya heartwarming banget ❤ kereen!

      Like

  3. Wah, baru tau buku Totochan termasuk buku parenting. Kirain komik. Hehehe.
    Aku nggak punya buku parenting. Biasanya aku baca online artikel parenting di fanpage facebooknya Parenting Indonesia. Trus aku follow fanpage facebook Ayahbunda juga. Banyak artikel2 bagus yg mereka post.

    Like

  4. Saya polygamist-introvert reader :hehe.
    Jadi orang tua itu pelajaran sepanjang hayat ya Mbak. Kayaknya setiap hari selalu ada saja hal baru untuk dipelajari para orang tua :hehe.

    Homeschooling itu kayaknya asyik…

    Like

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s