BMB: Bukan Mimpi Biasa [Casa Elana for IHB Blog Post Challenge]

pixshark

Pernah gak sih saat terbangun di pagi hari dan kamu merasa males? Males semales-malesnya :\ Kalo saya sih pernah. Menurut Coach Lou di atas, itu merupakan salah satu tanda bahwa kita gak punya cukup mimpi. Pun sudah punya mimpi, ternyata mimpi kita itu gak sebesar yg bisa bikin kita bersemangat membara ๐Ÿ™‚ And then all the days on the week, saya merenung.

Muhasabah and Take Time to Dream

Dalam Islam dikenal istilah Muhasabah yg berasal dari kata hasiba yahsabu hisab (cmiiw), yg kurang lebih berarti mengevaluasi diri, baik itu dalam hubungan kita secara vertikal dengan Alloh SWT maupun horizontal sesama manusia. Pada suatu kesempatan Liqo, saya mendapat ilmu baru bahwa muhasabah perlu dilakukan secara rutin. Beberapa orang biasanya melakukan sebelum tidur untuk mengingat kembali segala hal yg terjadi hari itu.

Mengenai muhasabah ini, selain kita bisa mensyukuri segala nikmat, mengintrospeksi diri, memaafkan orang lain, kita juga bisa menyusun mimpi-mimpi akan apa yg ingin dicapai sekaligus evaluasi atas langkah-langkah yg telah kita ambil untuk mencapainya. Dengan mengingat kembali impian-impian kita, hopefully setiap pagi keesokan harinya kita akan terbangun dengan bersemangat. So, this was what I just did back then.

Dream = Plan Ahead!

Bagi saya, bermimpi adalah berencana. Setiap mimpi sudah pasti berpasangan dengan rencana apa saja yg harus dan akan kita lakukan untuk mencapainya. Sebuah mimpi tanpa rencana hanyalah angan-angan belaka alias ngayal doang :mrgreen: Apalagi jika hanya bermimpi kemudian melegitimasi tawakal sebagai jalan hidup yg diatur oleh Alloh, tentu itu suatu kesalahan besar. Karena bahwasanya, tawakal itu datang setelah berikhtiar. Fungsi dari rencana ini juga untuk mengatur langkah dan mengantisipasi penyesalan. Saking pentingnya rencana, saya pernah mendengar suatu perumpamaan bahwa “Kegagalan sebuah rencana jauh lebih baik daripada kesuksesan yg datang tiba-tiba (blessing)”

Picture by behappy.me

Picture by behappy.me

Dan karena waktu itu sangat berharga, maka berencanalah! ๐Ÿ™‚

Bukan Mimpi Biasa

Terinspirasi dari Bukan Bintang Biasa yg berjumlah lima orang, maka BMB saya pun terdiri dari lima mimpi! ๐Ÿ˜Ž *halah

Mengapa Bukan Mimpi Biasa? Karena mimpi-mimpi inilah hasil saya merenung dan berencana sesuai hal-hal di atas. And the dreams for the next 5 years are… image

1. Settle Down In a Town for Long

Sebagai pasutri yg bekerja di instansi di mana ada sistem mutasi ke seluruh wilayah Indonesia, menetap di suatu kota apalagi kampung halaman adalah suatu nikmat yg tak terkira ๐Ÿ˜€ Impian pertama kami ini salah satunya bertujuan untuk menata rumah tangga agar lebih “settle“. Punya rumah, kendaraan, nyekolahin anak di kota Bandung juga bisa dibilang sebagai tujuan finansial terbesar kami saat ini. Upaya yg kami lakukan selain rajin menyisihkan pundi-pundi, juga menambah kompetensi (terutama kompetensi suami) sehingga hopefully bisa ditempatkan di kota sesuai harapan. Dan semoga ini bisa terwujud dalam waktu dekat, well, this year precisely.

2. Melanjutkan Pendidikan

Tahun ini genap 2 tahun status saya sebagai PNS. Untuk lulusan Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) macam saya, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sudah terbuka luas. Tinggal niat, belajar, dan daftar ๐Ÿ˜› Hal ini juga bersamaan dengan suami yg baru saja menyelesaikan pendidikannya. Dan itu berarti sekarang adalah giliran saya yg harus segera belajar TPA dan TOEFL lagi :\ Yak, mohon doanya biar proses daftar dan belajarnya lancar. Kalopun ikut program beasiswa bisa keterima juga. Melanjutkan pendidikan ini selain untuk menambah kompetensi dan tingkat penghasilan, secara tidak langsung juga untuk menepati janji saya kepada Bapak (meskipun Bapak kayaknya gak nganggep ini sebagai janji sih ๐Ÿ˜€ ).

3. 2nd Child for Good

Saya dan suami bercita-cita untuk memiliki keturunan 2 atau 3. Dan bila ada rejekinya, kami berharap untuk diamanahkan anak kedua sebelum saya mencapai usia 30 tahun. Jadi pengennya 30 tahun itu udah beres sekolah dan punya anak kedua. Mengapa begitu? Karena ini berhubungan dengan impian nomor 5. Jadi harapan kami setelah memiliki anak kedua ini, saya dan suami bisa lebih fokus mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji. Insya Alloh.

4. Make “My Brand” Comes True!

Terinspirasi dari Casa Elana (www.casaelana-shop.com), saya juga bermimpi untuk punya usaha di bidang perlengkapan muslim. Rencana produk, brand, dan konsepnya udah ada sih, sekarang lagi belajar teknisnya, nyari referensi baik secara online maupun offline, dan kemudian pelaksanaan. Produk dan brand-nya apa masih rahasia yak! Nanti deh kalo jadi pasti bakal saya woro-woro-in karena buat promosi juga ๐Ÿ˜› Yang pasti masih seputar dunia muslimah, hanya saja bukan clothing line.

image

#TUMLuncheon with Lucy Wiryono: Membangun Bisnis untuk Mamapreneur

Visi besarnya sih tentu saja agar brand ini bisa dikenal banyak orang, menjadi iconic bahkan sejajar dengan Casa Elana dan brand ternama lainnya. Saya ingin agar saat orang mengingat produk itu, secara otomatis mereka ingat brand yg saya kelola. Ya, sebesar itu! โญ

I know this ain’t easy, but it’s possible. Oya, kelak saya membangun brand ini, saya juga pengen loh menjadi sponsor untuk IHB Blog Post Challenge (indonesian-hijabblogger.com). hihihi ๐Ÿ˜€ *malusendiri*

Saya juga berharap agar nanti usaha ini bisa membuka lapangan pekerjaan, terutama suami yg selalu ingin memberdayakan masyarakat di lingkungan kampung halamannya.

5. Daftar Haji

Dulu saya sempet tanya Mama, alasan terkuat beliau untuk menunaikan ibadah haji 11 tahun yg lalu. Semua muslim tahu itu merupakan rukun Islam dan wajib bagi yg mampu. Tapi saya yakin bahwa itu juga bisa merupakan suatu “panggilan”. Oleh karenanya, dari situ saya juga mendengar bahwa banyak orang yg sungguh berniat berdoa jungkir balik memohon kepada Alloh di setiap doa mereka untuk “panggilan” itu, selain berusaha tentunya. Karena jika sudah “terpanggil”, maka segalanya akan dimudahkan dengan rahmat-Nya. Beberapa tahun lalu, saya belum hingga ke tahap itu hingga akhirnya saya menikah.

Sejak menikah hingga sekarang, semakin hari saya semakin rindu untuk mendapatkan panggilan ke tanah suci. Sayapun merasakan apa yg orang bilang dengan berdoa sampe bibir dower meskipun belum sampe jungkir balik. Di manapun saya membaca berita maupun artikel tentang berhaji, rindu itu semakin kuat ๐Ÿ˜ฆ Sejak awal menikah, saya dan suami selalu bercita-cita agar bisa menunaikan rukun Islam yg kelima ini sebelum berusia 40 tahun. Bukan kenapa-kenapa sih, tapi hopefully di usia tsb kami masih fit. Tak dipungkiri ibadah haji ini juga requires a good stamina, supaya lebih nikmat dan maksimal juga ibadahnya. Kalo dihitung-hitung dengan mengingat antrian haji yg panjang banget di Indonesia, itu berarti kita mesti daftar sesegera mungkin. YASSALAM! Hasbunalloh wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’mannasiir… Yah, semoga Alloh memudahkan ๐Ÿ™‚

Itulah semua Bukan Mimpi Biasa yg saya miliki. Kalo diteliti lebih dalam lagi, semua mimpi tsb membutuhkan kesiapan dana yak! ๐Ÿ˜€ Well oh well, tapi tidak boleh berputus asa, yosh! When there is a will, there will always be a way. Dan jika Alloh memang berkehendak, Kun Fayakun, maka jadilah! โญ

Semoga saja atas segala usaha dan persiapan yg kami lakukan, semua mimpi ini mendapat approval dan rahmat dari-Nya sehingga bisa terwujud sesuai harapan. Karena bagaimanapun manusia hanya bisa berencana dan berusaha. Selain itu, Alloh pun memiliki rencana bagi kita yg telah tertulis di Lauhul Mahfuz sana. Dan sebaik-baiknya rencana adalah rencana-Nya.

Let’s just do the best and Alloh do the rest! ๐Ÿ˜‰

Picture by johnshah86

Picture by johnshah86

P.S.: Tulisan ini diikutkan dalam Casa Elana for IHB Blog Post Challenge. April-blog-challenge-IHB-blog

Advertisements

44 thoughts on “BMB: Bukan Mimpi Biasa [Casa Elana for IHB Blog Post Challenge]

  1. Masya Allah, keren impiannya, Mbak Nad, apalagi yang nomor 5 (eh pas dengan rukun Islam ke-5). Semoga Allah mudahkan jalan Mbak untuk mencapainya, aamiin ๐Ÿ™‚

    Like

  2. Mimpi-mimpi yang luar biasa Nad. Semoga bisa terwujud sesuai rencana ya! Punya mimpi memang kita bakalan bangun pagi lebih semangat meskipun tidur lebih lambat. Semoga sukses ya Nad!

    Like

  3. Semoga semua mimpinya bisa terwujud, Mbak. Doh mimpinya keren-keren banget, saya juga mau, terutama settle di homebase :hihi. Nasib penempatan jauh ya begini *niat nipe-X SK*.

    Like

  4. Semoga mimpinya bisa terwujud ya mbak ๐Ÿ™‚ Suka banget sama postingannya di awal sudah mengingatkan kita untuk muhasabah, karena saya sering sekali lalai huhu ๐Ÿ˜ฆ Semoga dapat tercapai sesuai keinginannya mbak ๐Ÿ™‚

    Like

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s