Confidence Makes Happy Parents

Terkait judul di atas, saya jadi inget masa-masa hamil kemarin. Biasanya, saat seseorang diketahui sedang mengandung, maka orang-orang di sekitarnya akan memberikan selamat beserta wejangan-wejangan. Mulai dari, “hati-hati ya…”, “banyak minum air putih ya..”, sampe “inget loh, jangan makan mecin!” πŸ˜€

Tapii, di antara semua wejangan yg suportif itu, saya sempat tergelitik dengan pesan salah satu kawan, yaitu “always be happy ya, Nad!”. Suatu pesan yg menyentuh, genuine, dan berbeda dibanding pesan-pesan lain yg pada umumnya soal asupan. Sempet mikir: “mmm…emang kenapa?”Β Well, pertanyaan itu akhirnya gak nyampe tenggorokan, asΒ I thanked her instead. Then I kept thinking…

Why Should Mommies Be Happy?

Jawaban lengkapnya saya dapatkan pada tanggal 30 Mei 2015 lalu, saat saya diundang oleh Mommies Daily untuk mengikuti Parenting Class bertema “Happy Mommy, Healthy Baby” yg diselenggarakan oleh Kamillosan and Transpulmin BB Balsam. Pada acara tersebut, Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si., Psi menyebutkan bahwa menurut Goodman,dkk (2011), ibu yg mengalami depresi dapat menyebabkan anak mengalami gangguan psikologis. Kurang lebih itulah kenapa kita musti baek-baekin bumil πŸ˜€ Karena tak lain, happy mommies comes with healthy babies. Bahkan lebih luasnya lagi, happy parents will make healthy and happy kids as well.

Stay Happy, Mommies!

Stay Happy, Mommies!

Menurut Mbak Anna, orang tua yg mengalami gangguan psikis, seperti stres, depresi akan kemudian kurang memonitor anak. Hal tersebut pada akhirnya akan mengakibatkan anak turut mengalami gangguan psikis. Jadi, intinya… kalo orang tuanya sendiri gak bisa manage their own happiness and fulfillness, bagaimana mereka akan mendorong anak mereka untuk menjadi cemerlang, iya gak sih? Help yourself before you help the others.

Dari sinilah kemudian Mbak Anna menyebutkan bahwa saat kita memutuskan untuk menjadi orang tua, maka saat itu pulalah kita harus fokus dan berlaku selayaknya orang tua: membimbing, mengayomi. Sebisa mungkin lupakan masa lalu yg dapat menghambat tercapainya tujuan besar dalam membesarkan anak dan sebisa mungkin kita sudah “selesai” dengan diri kita sendiri.

4 Things To Be Happy Parents

4 Things To Be Happy Parents

Tahu gak sih, kalo ternyata PD alias Percaya Diri itu penting banget! Karena orang tua yg tidak percaya diri akan mudah goyah pada pendirian dan aturan yg mereka buat. Pada akhirnya, apa yg diterapkan pun tidak konsisten. Lain halnya dengan orang tua yg percaya diri, mereka akan tangguh dan konsisten atas keputusan mereka dalam mendidik anak. That’s why parents need to be confident! Yaaa, tau sendiri lah ya kalo di dunia parenting ini banyak sekali bisikan-bisikan yg rentan bikin galau..hihi. So next time dear parents, when you’re sure of something, be confident and convicted to it! yeaah!! 😎 gak gampang sih, tapi semangat!

Pada sesi 1 ini, peserta juga diminta untuk menuliskan kriteria Happy Parents sesuai persepsi masing-masing. Kriteria tersebut kemudian dikumpulkan dan dibagikan secara acak kepada para peserta. Dan di akhir sesi ini, ada pesan kejutan dari Mbak Anna bagi para orang tua yg diletakkan di bawah kursi masing-masing.

Because we believe there’s no such a coincidence, maka pesan-pesan yg didapatkan para orang tua pun, baik yg secara acak maupun pesan kejutan tsb merupakan suatu “kode” atas suatu kualitas yg sudah ada pada diri masing-masing atau masih perlu ditingkatkan πŸ™‚

And Now That Breastfeeding Takes Confidence, Too!

Kiri-kanan: dr. Yohmi dan Psikolog Anna

Kiri-kanan: dr. Yohmi dan Psikolog Anna

Pada sesi kedua, materi yg dibahas adalah mengenai ASI sebagai anugerah bagi ibu dan anak. Dan untuk subjudul di atas ini,Β saya merasa sangat setuju. Hal itu di antaranya karena saya mengalami ketidak-PD-an tersebut di awal masa menyusui. Apalagi saat itu ASI saya baru keluar di H+3 lahiran. Pikiran-pikiran semacam, “bakal bisa nyusuin gak ya?”, “bakal cukup gak ya ASI-nya”, endesbre endesbre, itu cukup menurunkan tingkat ke-PD-an buat ngasih ASI pada anak.

Padahal kekhawatiranΒ semacam inilah yg memicu peningkatan hormon kortisol danΒ menghambat hormon oksitosin yg dapat memperlancar ASI. Lebih lanjut pada sesi kedua ini, bersama dr. Elizabeth Yohmi, SpA, selaku Ketua SATGAS ASI IDAI dipaparkanlah pentingnya ASI bagi kesehatan ibu dan anak.

Mulai dari mengapa harus ASI, cara menyusui yg benar dan nyaman, hingga kendala-kendala yg kerap muncul selama proses menyusui. Masalah yg paling sering muncul pada masa tersebut adalah puting lecet yg diakibatkan perlekatan mulut bayi yg kurang tepat. Beberapa hal yg dapat dilakukan untuk mengantisipasi masalah puting lecet adalah:

  1. Dengan terus menyusui dan memperbaiki pelekatan mulut bayi ke payudara;
  2. Jika luka sangat nyeri, dapat diberikan obat pada ibu dan usahakan untuk memerah ASI untuk menghindari pembengkakan;
  3. Olesi puting menggunakan ASI akhir/salep, di antaranya dapat menggunakan Kamillosan yg mengandung ekstrak alami bunga chamomile dan zat aktif berkhasiat kilnis untuk membantu epitelisasi pada kulit yg luka;
  4. Rawat kebersihan payudara dengan mencuci areola tanpa sabun.

Untuk mengetahui bagaimana pelekatan dan proses menyusui yg baik dan benar, jugaΒ menghindari masalah puting lecet inilah dr. Yohmi menyarankan agar para calon orang tua mempelajari segala hal terkait pemberian ASI ini sejak awal kehamilan.

Vera Oktavianti selaku Product Manager bersama para narasumber

Vera Oktavianti selaku Product Manager bersama para narasumber

*****

Tiada event tanpa sebuah game dan hadiah bagi para peserta! πŸ˜€

Di akhir acara ini, setelah sesi tanya jawab yg sangat aktif dari para peserta, diadakan games bagi 3 mommies yg terpilih berupa memasangkan popok bayi dalam keadaan tertutup. Udah pasti heboh dong ya meskipun yg dipasangin popok itu boneka bayi πŸ˜€ Gak ketinggalan, peserta pun diajak untuk menuliskan harapan-harapan untuk anak pada sebuah kartu dan ditempelkan di papan seperti ini ❀

Acaranya bener-bener sarat ilmu dan cukup penuh tamparan di sana-sini yg menyadarkan bahwa being parents is a gift and a grand challenge as well. But we might cope with it, as long as we don’t stop learning.

Parenting is a life-long-learning <3

Parenting is a life-long-learning ❀

*this post is sponsored by Mommies Daily with Kamillosan and Transpulmin BB Balsam*

Kamillosan and Transpulmin BB Balsam

Facebook:Β https://www.facebook.com/KehangatanIbu

Twitter: @KehangatanIbu

Advertisements

53 thoughts on “Confidence Makes Happy Parents

  1. Hehehe harus baik baikin bumil ya mbak Nad πŸ˜€ jadi feel guilty nih, sempet bete ama adik yg lagi hamil dan manjanya gak ketulungan. Makan minta diambilin, disuapin, minum juga minta diambilin, semua muanya nyuruh org lain. Hihihihi okeee harus dibaik baikin πŸ˜€

    Like

  2. Sentuhan hangat buat anak itu penting, karena dia bisa merasakan cinta dan kasih sayang ibu nya. Pun hati ibu bisa lebih hangat, gw kalo lagi kesel biasanya tarik napas dalam-dalam terus belai rambut anak Nad. Sambil gw liatin matanya, terus begitu sampe emosi gw turun. Setelah emosi turun baru lah menjelaskan pelan-pelan apa yang mau dan perlu dijelaskan.

    Like

  3. Transpulmin BB Balsam itu buat apa, Mbak? *etdah yang ditanya malah produknya :haha*.
    Setuju, kan kalau mau membahagiakan orang, diri sendiri mesti bahagia dulu. Bagaimana mau membuat orang bahagia kalau kitanya stres terus kan :hehe. Kita sebagai lingkungan sekitar juga mesti mekbuat atmosfer bahagia sih, supaya tetap senang dan jauh dari stres :hoho.

    Like

  4. waahh.. warna2nya cakep2. saran to be happy mom jg tuh bnr bgt. Jadi disarankan bgt memang ya.. buat para bumil u selalu manage emosi dan mind set nya spy happy terus kapan dan dimana aja. Gak pengen kan anak2 kita yg msh polos dan penuh kelucuan yg menggemaskan jadi terkontaminasi u hal2 yg buruk.nice share bgt.. semoga bs menularkan u smua ibu menjadi always to be a happy mom! πŸ™‚

    Like

  5. dulu … waktu koass di stase obgyn banyak bumil yang minta ditemani suami, ternyata setelah membaca tulisan mbak saya baru tau perasaan bumil itu halus, perlu motivasi support serta doa.. terimakasih sudah berbagi tentang ini

    Like

  6. ehh iya yah Mba, walaupun belum pernah ngerasain hamil hehehe tapi sering denger dari temen2 yang sudah hamil, katanya harus seneng trus biar baby nya nggak stress juga πŸ™‚
    Makasih sharing nya Mba πŸ™‚

    Like

  7. Pingback: Pilih Ibun… atau “Annih” ? |

  8. Pingback: Menyusui Itu Gampang. Yakin? | NADCISSISM

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s