I’m Ready to Change! ((LAAHH??))

Percaya gak sih, beberapa waktu yg lalu I was going to hit my limit!

Pecah deh pikiran, unnecessary drama in motherhood, dan menjalar ke ineffectivities lainnya. Niatnya mau ga ngeblog dulu biar waktu luangnya dipake belajar, tapi kenyataanya saya gak bisa πŸ˜€ Buktinya ini jerawat udah nambah lagi, *apahubungannya* Jadinya ya belajar enggak, promosi diri ngeblog engga, kerja distracted yah ini sih sering, pokoknya gak ngapa-ngapain.

The root was one thing:

saya ngerasa useless. I’ve done everything wrong dan gak ada artinya deh apa yg saya lakuin selama ini sebagai seorang istri, ibu, karyawan, dan blogger sotil πŸ˜› So what? Langsung nyanyi: “I’m only humaaaaannn~~~
Ada yg pernah merasa hal yg sama?

Hingga pada suatu hari, saya rapat di kantor (lha? πŸ˜• ) Pada rapat tersebut, salah satu petinggi di kantor menampilkan quote yang saya tulis di sidebar itu:

“It is not the strongest of a species that survives, nor the most intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to change.” ~ Charles Darwin

Maksudnya ibu itu sih ya si quote buat diterapin di pola bisnis kantor. Tapi buat saya, quote itu lebih nancep secara personal (tambah ketauan kan pikirannya meleng). I think God is giving me a clue ⭐ Itulah kenapa saya menuliskannya di sidebar sebagai Quote of The Month. Karena mulai bulan ini, I really need to change, or else, those unnecessary drama will happen again. And I hate to feel that way :\

Trus apa yg diubah? Kebiasaan! Tentunya saya gak bisa terus bergantung pada habit semasa lajang. Berharap tidur jam 9 malam dengan ada hal lain yg masih harus dikerjakan. Well, nothing’s gonna work that way, honey… Maka berubahlah!

I know it’s easier said than done, or written. But why don’t we start anyway? To be happy, confidence, and knowing the value of what we do. Let’s survive motherhood!Β Because the road is still a long way to go and no one promises it’ll be less windy.

Oh well, bisa jadi juga belakangan kurang mendekatkan diri kepada-Nya. Dan yah, sudah 2 minggu ini saya bolos Liqo!

See? God always know how to poke me *ampuuun* Sebentar lagi pula menghadapi bulan Ramadhan, mari kita bersihkan hati dan pikiran. Menyegarkan kalbu ini, berlomba-lomba untuk dekat dengan-Nya. Bismillah… Marhaban Yaa Ramadhan! ⭐

Mohon maaf lahir dan bathin ya! πŸ™‚ Semoga kita semua diberi umur yg panjang dan kesehatan untuk merajut cinta bersama-Nya di bulan suci ini.

Selamat Shaum! Dari kami yg suka heboh bin Gaje :D

Selamat Shaum! Dari kami yg suka heboh bin GajeΒ 

Psssttt… rencananya Quote of The Month ini bakal diganti tiap bulan loh. Barangkali bisa saling mengilhami, so stay tuned!

Advertisements

41 thoughts on “I’m Ready to Change! ((LAAHH??))

  1. Rasanya menyenangkan kalau mengalami fase ketika kita merasa telah melakukan hal yang kurang bermanfaat, pikiran akan terus menerus mencari petunjuk dan tanda-tanda biar kita melangkah kepada hal-hal untuk mengganti kesalahan tersebut

    Like

  2. “ngerasaΒ useless.Β I’ve done everything wrong.” Aku pun kadang ngerasa gitu Mbak. Selamat menunaikan ibadah puasa Mbak Nad dan keluarga, mohon maaf lahir bathin. 😊

    Like

  3. Selamat puasaaa. Tuhan memang punya cara yang convenient tapi mengena banget buat mengingatkan umatnya, kadang teguran itu datang tak terduga banget, Mbak :hihi.
    Tentu pernah feeling useless! Bahkan dulu saya terkenal karena sering seperti itu. Tapi seiring berjalannya waktu, saya belajar dengan semua kesalahan dan kekacauan besar yang saya buat, belajar juga dengan semua sindiran dan rasa benci dari orang, juga dengan semua kegagalan yang terjadi. Kadang perubahan itu tidak mesti berarti mencari jalan yang baru, kadang perubahan itu sesederhana melompati lubang tempat kita jatuh kemarin.

    Hey, itu kan juga namanya perubahan? :haha.

    Like

  4. akupun srg ngerasain gini.. pgn berubah, pgn berubah…pgn berubah…udh kyk zikir deh tiap hr diucapin… tp memang ya, setan mah ga happy kalo ga goda2 manusia ;p Kalo udh gitu sih, aku biasanya bnyakin baca hal2 yg berbau motivasi, buku2 ato tulisan agama yg enak dibaca, spy sadar lg mksdnya :D..

    anyway, selamat berpuasa juga mba ^o^.. smoga thn ini bisa makin mengendalikan diri di semua hal yaa…

    Like

  5. Saya pun sekarang sedang di tahap merasa useless nih mba. Kayaknya memang butuh lebih mendekatkan diri kepada-Nya supaya selalu ingat untuk bersyukur ya. Terima kasih untuk postingan yang jadi reminder saya ini πŸ™‚

    Anyway, salam kenal dan selamat berpuasa ya mba Nadia πŸ™‚

    Like

  6. Kadang-kadang saya juga mengalami hal yang sama. Apa semua yang saya lakukan bukan sesuatu yang sia-sia? Mengingat saya sendiri tidak terlalu memperhatikan bagaimana cara hidup yang benar-benar bermanfaat

    Like

  7. waktu yang bagus nih nad untuk berubah… ramadhan lho…
    sebulan full untuk melatiha kebiasaan baru. katanya sih kalo melakukan sesuatu berulang-ulang selama 21 hari, itu bakal jadi habbit yang baru untuk kita. nah, kan kita dikasih lebih tuh.
    ayo semangaat untuk memperbaiki diri πŸ™‚

    Like

  8. Pingback: Memulai Tanpa Ilham, Emang Bisa? | NADCISSISM

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s