Memulai Tanpa Ilham, Emang Bisa?

Ngomong-ngomong soal berubah jadi lebih baik, buat tiap orang pasti indikatornya beda-beda kan ya. Ada yg lebih baiknya itu jadi bisa masak šŸ˜› , ada yang merubah penampilan, ato bahkan hal-hal yg sifatnya intrinsik kayak jadi lebih sabar, lebih tenang, lebih bisa manage waktu, dan sebagainya. Nah, untuk menuju perubahan itu biasanya diawali dengan apa yg kita sebut sebagai “ilham”. Singkatnya si “ilham” inilah hal abstrak yg menyadarkan kita, menggerakkan kita untuk berubah pada waktu yg gak disangka-sangka.
Si ilham ini pulalah biasanya yg dijadikan kambing hitam kalo ditanya kenapa kita masih gini-gini aja, dengan alasan “duh… belum ada ilham euy, mungkin nanti” ato “ntar ajalah kalo udah dapet ilham”.

Haaam… Hammm… di mana sih kamu, Haaam? *celingak-celinguk* ā“

Nah, suatu hari saya pernah diundang sama salah satu majalah parenthood besar di Indonesia untuk menghadiri acara Focus Group Discussion yg isinya emak-emak kerudungan. Judulnya hijabers mom sih, tapi pesertanya beragam. Ada yg masih kerudungan (kayak saya :mrgreen: ) dan ada pula yg memang sudah sampai tahap berhijab. Buat saya sendiri berkerudung dan berhijab itu emang beda, meskipun niatan pribadinya mungkin sama, yaitu menutup aurat, menjaga apa yg harus dijaga oleh seorang muslimah.
Tapi apapun itu, bukan ini yg mau saya bahas. Ada hal menarik yg saya tangkep selama diskusi itu.

Acaranya sendiri saat itu berlangsung santai dan hangat, gak kaku kayak diinterogasi. Bahkan mungkin lebih mirip ke ajang curhat buat kita šŸ˜€ Peserta dibagi menjadi 2 kelompok yang diskusi di ruangan berbeda. Tujuannya mungkin supaya lebih kondusif gitu ya, tau sendiri kan emak-emak kalo ditanya hal-hal seputar kegiatan domestiknya pasti berujung dengan curcol-haha-hihi-ribut.

Para emak pun ditanya mulai dari kapan dan apa alasan berhijab, gaya hidup, kesehatan, hingga penerapan pola asuh dan strategi pendidikan anak. And I was amazed! Dan merasa masih boyot (baca: lambat dan ketinggalan) banget dalam perencanaan ini. But thank God, dari mereka sayapun jadi punya insight baru soal parenthood dan dunia keislaman. Meskipun ya terkadang ada pula statement-statement yg rasanya nampar-nampar, ngiris-ngiris hati dikiit. HA! Tapi dari situlah saya sadar akan “the ugly truth” yg harus saya akui dan sadari memang ada pada saya.

Trus apa hubungannya sama si ilhaaam?? :\

Hahaha okey, jadi intinya adalah saya terpana dengan perkataan salah satu emak pas dia ditanya motivasinya dalam berhijab (for the record, si emak satu ini sudah behijab, bukan kerudungan lagi). Saat emak lain jawab karena disuruh orang tua, biar diterima mertua, ampe yg takut mati, dia jawabnya: karena ilmu.
Dia berhijab karena ilmu yg ia punya, dan ilmu itu didapat melalui sebuah usaha pencarian, melalui proses belajar dan mencari informasi.

It tickled me.
Misal ini diterapkan dalam hal yg lebih luas, bener juga ya… kalo kita memang selalu ingin menjadi seseorang yg lebih baik, kenapa juga mesti nungguin si ilham mulu?

Why don’t we start anyway?

Well, gimana menurut kamu? šŸ™‚

Advertisements

34 thoughts on “Memulai Tanpa Ilham, Emang Bisa?

  1. bukan ilham sih menurutku… perkara berhijab itu sih ya, memang perkata waktu. ya walo dikata dipaksa2 kalo Allah belum menghendaki, ya mau apa lagi. itu sih ya menurutku..

    pun perkara lain juga begitu. pernah gak kita ragu mau melakukan sesuatu? itu artinya memang belum waktunya kita melakukan hal tersebut. kalo dipaksa hasilnya malah nggak karuan.. di lain waktu tiba-tiba aja melakukan hal tersebut tanpa ragu. ya berarti sudah waktunya untuk dilakukan. hehe

    wkwkwkwkwk..

    Like

  2. Ada juga orang yang butuh Trigger begitu. Ibarat roda msh diem, it just needs a little push. Mungkin bagai orang yang tersesat di tengah gurun, bingung tanpa arah, butuh guide, butuh arah

    Memang yang paling bagus itu just do it… Not why but why not, hehe ^^

    Like

  3. menurut aku mba, ilham itu harus dicari šŸ™‚ jadi sebenarnya ilmu itu jalan pembukanya ilham, as long as we don’t lie to ourselves, the truth will be shown and at that time we must be ready šŸ™‚ hehehe

    Like

  4. Iya, ilham itu tidak bisa ditunggu hanya dengan berpangku tangan. Seseorang harus memulai melakukan, maka dengan sendirinya cabang kemungkinan itu akan banyak sekali terbuka. Menurut saya ilham itu tentang cabang kemungkinan dan bagaimana seandainya, jadi saya mesti melakukan sesuatu, pasti ilham dan ide itu akan datang dengan sendirinya :)).

    Dan kemungkinan setelah membaca postingan ini adalah: mohon dijelaskan perbedaan kerudung dan hijab *teteup, pertanyaan klasik*.

    Like

  5. Memulai suatu perubahan memang selayaknya didasarkan dari ilmu. Kalau cuma ikut2an jadi ga tau faedah berubah apa. Atau jangan2 itu bukan berubah, hanya ingin terlihat sama. Memulai memang ga gampang. Makanya perlu banyak belajar. Belajarpun butuh waktu. Jadi ketika ingin memulai, mungkin ada orang yang membutuhkan waktu lebih lama. Bukan menunggu ilham, tetapi menggenapkan ilmu.

    Like

  6. Biasanya si kalo mau mulai nyuci ni mba saya nunggu ilhamnya, hahaha. *oot* Tapi setuju sm mba nad kalo berubah, just start it. Kalo aku kebanyakan dipikirin malah ngga kejadian, huhuhu. Anyway, apa rasanya jadi bagian dari FGD, aku biasanya yang “nontonin” ibu-ibu FGD, hihihi.

    Like

  7. Selain karena ilmu –kepepet, keadaan yg mendesak/memaksa juga biasanya itu akan membuat kita ‘terpaksa’ untuk memulai sebuah perubahan (kearah lebih baik tentunya)..

    Like

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s