Swimming Journey #1

What do we do when the kids’ behaviour goes beyond our expectation?

What if they dislike things their parents like?

Is this how it feels to realize the truth about kids’ multiple intellegences?

Setidaknya tiga hal itu yg belakangan saya dan suami pikirin setelah ngajak cemplu berenang di kolam umum. Minggu lalu merupakan kali kedua kita bawa dia berenang, setelah yg pertama berjalan bener-bener di luar ekpektasi. Berhubung selama ini dia doyan main air dan kalo mandi itu selalu lama, maka kami pikir kalo diajak berenang dia bakal susah diajak pulang. Girang dan seru deh! While the fact was the opposite… cemplu sama sekali gak mau nyebur, malah lahap makan nasi goreng sambil asyik ayunan dan naik jungkat-jungkit :mrgreen: ngekngok. Selain itu, dia cuma maenan air dari pinggir kayak kalo nemu kolam ikan. Kita pun bingung. Respon pertama kita adalah “kok bisaaa?” ❓ ❗

1456231606445-1.jpg

Apa masih kaget liat air sebanyak itu? Apa dia bingung kok warna airnya oke banget ya?

Pertama, saya dan suami seneng banget berenang. Kedua, perasaan selama ini liat anak kecil kayaknya pada kalap kalo liat kolam renang 😀 Well, agak kecewa sih karena awalnya saya pikir akan mudah ngajak cemplu ikut sekolah berenang, be a good swimmer, a lil bit sporty girl kinda like, tapi di situlah terus kita inget soal multiple intellegences. Bahwa anak punya minat dan bakat serta kemahiran yg beda-beda. Dan ternyata begini ya rasanya benar-benar menghadapi apa yg selama ini orang bilang soal beda anak beda pintar 🙂 As parents, we need to accept it. Menerima bahwa anak senengnya sama hal lain. Setelah selama ini dia anak yg serba gampang: gampang makan sayur dan buah, gampang beralih dari ASI ke UHT dan jenis susu lainnya, gampang disapih, gampang jalan, gampang lepas dari dot, gak rewel berlebih kalo ditinggal, gak rewelan ama suhu lingkungan, gampang beralih dari bubur ke nasi, dan kemudahan lainnya. Mungkin inilah hal yg perlu effort lebih dari dia. That she doesn’t really into swimming and I need to find the other thing she’d like…or to give her more time to find what’s fun about swimming.

1456231543746-1.jpg

Bukan hal yang terlalu aneh juga sih, karena saat itu juga ada beberapa anak yg basah-basahannya di pinggir doang mainan air pake ember kecil dan teriak nolak saat ditarik ke tengah kolam. Maybe some kids have their own way in enjoying the pool, right?

Tapi gak bisa dipungkiri juga awalnya saya sempet khawatir kalo-kalo dia punya sensory tactile defensive lho! Lebay emang. Soalnya dia minta ganti baju pas baju renangnya kebasahan 😀 Cuma setelah diperhatiin, selama ini di rumah kalo main air basah kuyup cuek-cuek aja tuh, sering juga lari-lari gak pake sendal di luar rumah, dulu berenang juga anteng (baca juga: Finally Mom n Jo), has never been too sensitive yg mengarah ke arah tactile defensive lah. Apa cuma karena dia masih belom biasa dengan konsep baju renang yak? HAHA. Entahlah… we’ll keep figuring out 😉 Yg pasti cemplu ini anaknya emang agak cautious, selalu butuh waktu buat blends in. Maka dari itu, kita lihat di kunjungan ke berapa dia bakal mau nyemplung… 😛

1456231418925-1

2nd visit accomplishment: beberapa senti lebih dekat dengan air 😛

Ataau… apa karena kulit dia sensitif sama klorin? Gak juga, setahu saya kulit sensitif itu biasanya merah-merah kalo kena allergen. And she was totally okay. Menurut sebuah sumber yg saya baca, kulit sensitif bisa dikenali dari tanda-tandanya macem struktur kulit yg tipis, mudah kemerahan, dan reaktif. Meskipun gak semua kulit yg reaktif itu sensitif juga ya. So, buat mencegahnya bereaksi perlu dilindungi dari allergen. Misal lagi renang gini mesti melindungi kulit dari efek klorin dan bakteri air kolam. Just make sure sabun yg dipake punya formula extra perlindungan buat kulit sensitif.

2016-02-23 19.52.25-1.jpg

Imperial Leather Skin Health Natural Protect with ACTI 3. Kesan pertama: kesan anti bacterial-nya tersamarkan wangi ekstrak green tea, licin di permukaan kulit karena kandungan pelembab.

Jadi, ada yg anaknya belom doyan berenang macem cemplu kah? Bagi tips dong biar anaknya mau nyebur nih! 😀

*this post is sponsored by Cussons Imperial Leather (FacebookTwitter)*

Advertisements

10 thoughts on “Swimming Journey #1

  1. Cobain ke Snowbay mba. Maenannya kan banyak, Fatih soalnya kalau di kolam renang deket rumah takut. Tapi kalo dibawa ke Snowbay jadi luar biasa seneng ga mau pulang hehe

    Like

  2. Pingback: Oat Milk Ala-Ala | NADCISSISM

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s