#IDBebasAnemia: Kenali dan Cegah Anemia

Siapa yg selama ini mikirnya kalo darah rendah itu anemia? *celingakcelinguk*

Saya doang apa ya? 😛

Saya baru tahu kalo tekanan darah rendah sama dengan anemia itu cuma mitos belaka pas dateng ke peluncuran Kampanye Indonesia Bebas Anemia di JS Luwansa Hotel and Convention Centre tanggal 16 Maret kemarin. Kesalahpahaman masyarakat terhadap gejala anemia (seperti saya ini) merupakan salah satu pendorong bagi PT Merck dan Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) untuk membuat kampanye yg bertujuan untuk meningkatkan awareness masyarakat atas si silent desease: anemia.

Acara bernuansa merah yg dipandu oleh MC Amy Zein tersebut dihadiri oleh pembicara yang terdiri dari Mona Ratuliu sebagai ambassador, DR. dr. Yustina Anie Indriastuti, MSc, SpGK selaku Wakil Ketua PP-PDGMI, dan Anie Rachmayani selaku Head of Marketing Consumer Health PT Merck Tbk.

03163555.JPG

Jadi, Apa itu Anemia?

Anemia adalah suatu kondisi tidak sehat di mana kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal berdasarkan pemeriksaan laboratorium. ~DR. dr. Yustina Anie Indriastuti, MSc, SpGK.

Di Indonesia, anemia lebih sering terjadi karena kurangnya kadar zat besi di dalam tubuh. Zat besi (Fe) dan protein merupakan komponen penting pembentuk Hb dalam darah Masyarakat Indonesia pada umumnya mengonsumsi bahan makanan yg berasal dari nabati. Zat besi pada bahan makanan nabati cenderung lebih sulit diserap oleh tubuh. Belum lagi ditambah dengan kebiasaan mengonsumsi teh, gula, atau susu saat makan yg dapat memperlambat proses penyerapan zat besi. Prevalensi anemia di Indonesia lebih banyak dialami oleh kaum wanita di mana 37,1% di antaranya pada ibu hamil. Hal ini diamini oleh Mona Ratuliu yg juga sering merasa kalo tingginya tingkat aktivitas wanita, baik dalam perannya sebagai istri, ibu, maupun wanita bekerja, seringkali membuatnya mudah mengidap gejala-gejala anemia. Oleh karena itu, setiap wanita perlu menjaga kondisi tubuhnya agar dapat melaksanakan tugasnya dengan maksimal.

Nah, bahayanya dari anemia ini adalah gejalanya yg tidak menimbulkan nyeri sehingga banyak orang yg terkecoh mengenalinya. Biasanya, orang dengan anemia akan mengalami 5L: Lemah, Letih, Lesu, Lelah, dan Lalai. Gak aneh dong ya kalo kemudian anemia ini bisa menurunkan produktivitas kita hingga 20%. Buat yg suka mager, hayoloooh~~ ❗ Selain itu, pada tingkatan yg lebih tinggi, orang dengan anemia akan terlihat pucat pada muka (mata dan bibir), kulit, kuku, dan telapak tangan. Untuk mengetahui potensi terjadinya anemia, PT Merck memiliki sebuah tools khusus yg dinamakan Anemiameter. Tools ini ada dalam bentuk digital dan manual.

1458218282789.jpg

Di acara kemarin, ada satu pojok yg namanya Tanya Anemia Center. Booth Tanya Anemia Center ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam kampanye Indonesia Bebas Anemia yg dapat membantu kita mengetahui potensi anemia pada tubuh. Sebelum nyoba, saya udah deh pasti hasilnya positif karena selama ini belum pernah berhasil lolos pemeriksaan donor darah. Padahal pengen banget donor, hiks 😥 Dan ternyata bener dong… HA!

1458217675154.jpg

Haaaa~ Let’s Fix This.

Kampanye Indonesia Bebas Anemia

Buat temen-temen yg mau coba tes pake anemiameter ini bisa juga lho! Dalam rangkaian kegiatan kampanya ini, PT Merck akan mengunjungi kota-kota besar di Indonesia dan menyelenggarakan booth kesehatan gratis, yaitu Tanya Anemia Center tadi. Caranya? Kompak-kompakan deh bikin hashtag #IDBebasAnemia, karena kota dengan hashtag terbanyak bakal dikunjungi sama PT Merck. Roadshow booth-nya ini sendiri bisa dilakukan in-store maupun van keliling. Selain itu, ada juga pembagian gelang golongan darah sebagai bukti dukungan terhadap Indonesia Bebas Anemia.

1458217145859.jpg

Type B! 😛

Karena seperti penuturan Anie Rachmayani, untuk menyukseskan ini perlu didukung oleh banyak pihak, mulai dari expertise di bidang kesehatan seperti PDGMI dan mitra lainnya.

Yuk ah, demi hidup lebih sehat dan lolos verifikasi donor darah, mari kita cegah anemia dengan makan-makanan mengandung zat besi dan olahraga teratur. Bisa dengan jogging dan jalan santai 3x seminggu dan makan sayur bayam, daun singkong atau kangkung, juga Tablet Tambah Darah (TTD) bila perlu. Buat bumil dan busui, ternyata bayam itu gak cuma biar ASI lancar yak, tapi juga mencegah anemia 🙂

Mari Sukseskan Indonesia Bebas Anemia 😉

03163601.JPG

Lawan Anemia, Tingkatkan Semangat Berkarya!

 

 

Advertisements

15 thoughts on “#IDBebasAnemia: Kenali dan Cegah Anemia

  1. Hee… bahaya juga ya kalau anemia ini. Saya dulu pernah baca kalau ada juga anemia bulan sabit yang sel darah merahnya tidak bisa mengikat oksigen. Moga-moga kita jauh dari penyakit ini, ya.
    Duh, makin mendesak juga untuk rutin olahraga Mbak :haha. Hitung-hitung sekalian menurunkan berat badan :hihi.

    Like

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s