#HungryFriday #6: My Steak-perience 2!

Menyambung postingan My Steak-perience yg dulu, di #hungryfriday #6 yg molor seminggu ini kita mo nambahin list direktori resto steak yg pernah dicoba 😀 Atas rekomendasi temen-temen di postingan yg pertama itu, akhirnya saya dan suami nyoba makan di Joni Steak.

Baca punya Isti di sini ya:
Steak

Outlet Joni Steak di Jakarta ada di tiga tempat: Pasar Baru, Gajah Mada, dan Kalimalang. Dan yg kemarin kami coba adalah yg di Jalan H. Samanhudi, Pasar Baru. Seneng banget akhirnya jadi juga kesini! Dari awal denger soal Joni Steak langsung penasaran karena katanya very affordable tapi gak kalah enak sama steak sekelas Abuba ato Holycow. Setelah kemarin kami coba, ternyata emang bener: enak dan murah 😆 Murah kalo dibandingin Abuba dan Holycow tapi yak.

Pertama kali masuk ke Joni Steak ini, masih sepi. Tapi makin siang makin penuh. Di dindingnya ada gambar-gambar menu yg tersedia. Namun, untuk hiasan sapi unyu jarang ditemukan di sini, wkwk. Siang itu saya pesen tenderloin (medium) dengan mushroom sauce dan mashed potato (as usual). Di sisi lain, suami pesen rib eye (well done) dengan mushroom sauce dan french fries.

1463111001472-1

Tenderloin and Rib Eye with Mushroom Sauce by Joni Steak

Mulai dari mashed potato-nya ya, menurut saya mashed potato di sini gak terlalu lembut atopun milky. Jadi, masih kerasa tekstur dan aroma kentangnya saat masuk mulut. Buat beberapa orang yg emang ga begitu suka sesuatu yg terlalu milky, mashed potato ini bakalan oke banget. Untuk Mushroom sauce-nya buat saya kurang creamy, dan tetep lebih suka yg di Double Steak dulu. Untuk sayuran juga biasa aja dan gak terlalu banyak. Kalo steaknya sendiri rasanya unik. Cita rasa khas yg disajikan di sini agak beda dari steak di Abuba ato Holycow, tapi tetep enak sih. Cuma kerasa aja bedanya, baik dari tampilan maupun rasa. Dari segi warna, steak kemarin itu lebih nampak seperti medium well daripada medium. Pink-nya gak dapet, tapi mungkin karena irisannya yg cukup tipis makanya cenderung coklat. Meskipun begitu, dia tetep juicy, bahkan juicy banget! HAAH *ngiler* (baca juga: Daging Sapi dan Steak Doneness)

Oya, selain steak, kami juga sempet pesen Teh Tarik-nya. Rasa Teh Tariknya pekat dan manis, instead of mild. Menurut suami malah terlalu manis. Jadi, Alih-alih ngilangin haus, yg ada malah tambah haus.

Overall rate buat sepiring medium tenderloin with mushroom sauce and mashed potato Joni Steak ini: ⭐ ⭐ ⭐

Kelebihan dari Joni Steak adalah harganya yg bisa dibilang ekonomis untuk sepiring steak. Kekurangannya paling di sayuran dan mashed potato-nya itu aja sih kalo buat saya, no surprises.

Oya, di Joni Steak ini juga tersedia es krim Clement’s dengan varian rasa yg beragam. Pengen coba sebenernya, tapi terlanjur kenyang dan kalo take away takutnya melted dan kurang nikmat. Well, maybe next time because I plan to come back anyway 😉 hehe.

1463110754815-1.jpg

Clement’s Ice Cream at Joni Steak

Kalo Abuba dan Holycow sendiri, saya udah cerita banyak ya di postingan yg dulu. Di sini saya cuma mo liatin Holycow’s beauty of medium doneness  yg menurut saya oke banget~ ❤

1463111310635.jpg

Rib Eye with Medium Doneness, Holycow Steakhouse by Chef Afit

Masih ada steak yg pengen saya coba, di antaranya yg di Skip Jack dan Cork & Screw. Ada yg mo traktir gaaa?? 😀

steak.jpg

Advertisements

8 thoughts on “#HungryFriday #6: My Steak-perience 2!

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s