Naik Commuter Line? Siapkan 4 Hal Ini!

Screen Shot 2016-05-16 at 13.57.52.png

Courtesy: The Jakarta Post

Awal bulan Mei lalu, saya baca sebuah artikel menarik dari portal The Jakarta Post berjudul “Female-only Train Cars Like ‘Hunger Games’ for Many”. Baca judulnya aja udah bikin senyum-senyum sendiri ya? Sebagai pengguna Commuter Line (CL) alias KRL, saya cukup bisa bayangin segimana ‘ganas’-nya para penumpang untuk mendapatkan tempat yang layak dan nyaman, terlebih di gerbong perempuan.

1463392435178-1.jpg

Dorong…dorong…ayo dorong!

Salah satu keunggulan yg menjadikan CL sebagai transportasi publik andalan warga Jabodetabek ini adalah tarif ekonomis untuk jarak tempuh yg panjang. Selain itu, jadwal keberangkatan yg banyak dan jalur bebas hambatan juga menjadi kelebihan lain dari transportasi ini. Meski ya, kadang kendala teknis macem mati listrik, gerbong anjlok, dan antrian masuk stasiun yg lama masih ‘menggoda’ para penumpangnya. Tapi bagi saya tetep masih mending berdesakan di CL daripada stuck macet di jalanan. Makanya, salah satu pertimbangan saya dalam mencari hunian di Jabodetabek ini adalah lokasi yg dekat dengan stasiun.

Pertama kali nyoba CL ini gak bisa dipungkiri kalo saya cukup syok: gile cuy, begini banget nih hidup di Jakarta?? LOL. Nyampe stasiun, celingak-celinguk bingung mesti diem di peron mana, liat orang lompat, lari-lari kecil ngelilingin ekor kereta buat nyebrang karena gak sabar nunggu, setelah kereta lewat… blasss…gerombolan dari arah berlawan kuat-kuatan nyebrang jalur kereta ke peron masing-masing, dan saya pening. Tapi nih, di antara semua kenekatan orang-orang yg pake CL, saya paling gak abis pikir sama penumpang yg nyerobot masuk sebelum yg turun pada keluar. C’mon man, gimana lo bisa masuk kalo penumpang turunpun gak bisa keluar ❗

But anyway, as time goes by, sayapun mulai terbiasa dengan segala drama CL yg ada dan pemandangan-pemandangan yg kadang suka bikin inget rukun islam yg kelima. Iya, naik haji.

1463392356020.jpg

moga gak ada yg bawa batu buat jumrah :\

Saat kita mulai terbiasa dengan rutinitas ber-commuter line, kita gak hanya paham jadwal, tapi juga lokasi peron, di titik mana mesti stand by, masuk/keluar dari pintu sebelah mana, dsb. Dengan mengetahui hal-hal tsb, waktu perjalanan akan menjadi lebih efisien karena gak kelamaan nunggu kereta atopun jalan terlalu jauh akibat gak hafal posisi yg strategis. Berikut beberapa hal yg bisa disiapkan sebelum bepergian menggunakan CL:

  • Aplikasi Info KRL

Aplikasi yg berisi jadwal keberangkatan dengan keterangan jalur dan stasiun ini bisa diunduh di Play Store ataupun App Store. Dengan mengetahui jadwal CL, kita bisa mengestimasi waktu keberangkatan. Hal ini sangat berguna terutama jika kita melakukan perjalanan yg memerlukan transit dan ganti kereta di stasiun-stasiun tertentu.

  • Kartu Pembayaran Elektronik

Kartu ini bisa berupa e-money, flazz, maupun KMT (Kartu Multi Trip) yg bisa kita isi depositnya kapan aja di beberapa merchants. Meskipun kita gak akan rutin pake CL, saran saya sih tetep punya kartu ini karena kalo pake kartu single trip nantinya bakal makan waktu lagi untuk antri top up/refund.

1463392513752.jpg

Kartu Single Trip Commuter Line

  • Love Your Feet (like seriuously)

Gunakan alas kaki yg nyaman, karena stasiun dan CL bukanlah medan berkarpet tebal. Shoes are investments if you’d like to run and jump around. Sneakers ato running shoes bisa jadi pilihan tepat karena cukup ringan dan kuat saat dipakai. Or else, make sure your flat shoes don’t cause you any pain.

  • Pake Deodoran

Ini serius! Berdesak-desakan ampe hidungmu di ketek orang ato ketekmu di hidung orang itu sangat menyiksa kalo ada bau-bau yg nambah penderitaan 😆 Well, you may not smell your own body odor, but trust me, the others do. Jadi, hormatilah orang lain dengan menjaga kebersihan badan. Jangan lupa pake deodoran ato body mist yg bisa menyamarkan, syukur-syukur mencegah bau badan.

1463393027630-1.jpg

Cussons Imperial Leather Deodorant Roll On – Classic

Despite all those craziness, naik CL itu gak selamanya penuh perjuangan lho. Ada kalanya nikmat banget kayak gini kalo gak lagi rush hours 🙂

1463392677071.jpg

such a luxury to enjoy an empty aisle~

Yah, semoga PT KAI terus meningkatkan pelayanan di sektor ini mengingat CL telah menjadi solusi yg baik bagi permasalahan transportasi di Jabodetabek. Di samping itu, kita sendiri juga sudah seharusnya menjaga fasilitas yg ada, mengikuti peraturan yg berlaku, dan saling menghormati antar pengguna, termasuk di antaranya mengenai priority seats. Dan satu hal lagi yg perlu diinget: dahulukan penumpang yg turun!

1463392896996-1.jpg

Peace!

*this post is sponsored by Cussons Imperial Leather (FacebookTwitter)*

 

Advertisements

24 thoughts on “Naik Commuter Line? Siapkan 4 Hal Ini!

  1. Dulu pernah dalam 2 hari ngerasain mulai dari yg bernapas aja penuh perjuangan ampe yang mau tidur-ngglosor-lari-jumpalitan-sekarepmu bisa 😀
    Untung ke Jakarta cuma untuk wisata hihihi

    Like

  2. gara-gara dapet kantor di gambir, akhirnya jadi krl mania pp pondok ranji – tanah abang. klo naek motor gak kuat pulangnya, bisa 2 jam di jalan T.T

    Like

  3. Saya orang Medan, paling suka pula berkereta ria klo lagi di jkrt ato bogor. Kemaruk ceritanya, maklum di Medan gda CL haahaa. Apalagi anak2 saya sangat antusias dengan kereta api. Alhamdulillaah bbrp kali naik CL belum pernah negrasain desak2an apalagi “bau2an” itu 😀

    Like

  4. menikmati naik CL banget, tapi sengaja pulang cepat 5 menit, supaya nggak terlalu desak2an, trus naiknya di gerbong campuran, soalnya suka dikasih duduk sama penumpang bapak2, dan jangan lupa pake masker , solusi anti keti nomor dua

    Like

  5. Hmmm kalau di daerah saya naik commuter line dah egak terlalu berdesak-desakan gitu sih mbak. Ya walaupun pada jam-jam tertentu cukup rame emang. Hehehe. Enak naik kereta daripada naik moda transportasi darat lainnya, soalnya efisien juga egak pakek macet segala. Tapi ya kendalanya gitu sih terkadang untuk tempat duduk sama kenyamannya.

    Like

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s