Cegah Masakan Rumah Jadi Silent Killer

Dalam rangka #HariGiziNasional tahun 2017 kemarin, saya sign up ke salah satu acara simposium yang diadakan oleh Sunco. Iya, saya daftar sendiri karena tertarik banget sama temanya, yaitu “Masakan Rumah, The Silent Killer“. Saya ngerasa temanya itu deket banget sama kehidupan sehari-hari saya sebagai penentu menu harian di rumah. Siapalah yg gak setuju kalo masakan rumah itu dianggap paling sehat? Tapi ternyata, masakan rumah juga bisa jadi silent killer kalo ngolahnya salah atau bahan makanannya gak menyehatkan. Sebagai orang yg masih sering menyajikan menu gorengan yg super simpel dan awet, saya ngerasa perlu untuk tahu lebih jauh tentang tema ini. Dan memang banyak banget informasi yg dipaparkan, mulai dari pentingnya gizi baik hingga penyakit degeneratif yg sekarang sedang marak di Indonesia.

img_20170126_150933

Moderator dan Narasumber Simposium “Masakan Rumah, The Silent Killer”

Dari paparan pertama oleh Dr. Entos Zainal, DCN, SP, MPHM mengenai manfaat zat gizi bagi kecerdasan anak, saya diingatkan kembali mengenai pentingnya zat gizi bagi tubuh, seperti protein, vitamin dan mineral, kalori/lemak, dsb. Selain sebagai sumber energi, lemak di sini juga berfungsi sebagai transporter vitamin ke seluruh tubuh dan tenaga pembentuk sel saraf. Beliau juga menyebutkan bahwa di 1000 hari awal kehidupan itu penting untuk kesehatan di masa depan. Oleh karena itu, gizi pada ibu hamil lebih perlu diperhatikan. Ibu hamil yg mengalami gizi buruk atau anemia akan berisiko melahirkan bayi yg kelak di usia dewasa dapat terkena penyakit degeneratif, seperti jantung koroner dan gagal ginjal.

Ibu Theresia dari Kementerian Kesehatan selaku narasumber kedua, menyebutkan bahwa saat ini di Indonesia sedang terjadi perubahan pola penyakit yg terkait dengan perilaku masyarakat (pola makan dan gaya hidup). Pada tahun 1990, penyebab kematian di Indonesia lebih banyak disebabkan oleh penyakit menular, seperti tuberkulosis, infeksi saluran pernafasan (ISPA), diare, dsb. Namun, sejak tahun 2010, kematian masyarakat Indonesia lebih banyak disebabkan oleh penyakit tidak menular, yaitu tekanan darah tinggi, stroke, jantung, kanker, dan kencing manis. Mengingat Indonesia menduduki peringkat kelima sebagai negara dengan populasi obesitas terbanyak, maka rasanya hal ini patut diwaspadai dengan memperbaiki pola makan sehari-hari.

Menurut dr. Tirta Prawita Sari selaku salah satu narasumber, penyebab obesitas dan penyakit degeneratif terkait dengan masakan rumah, yaitu:

  1. Tingginya kandungan lemak trans, yaitu lemak tak jenuh yg telah mengalami proses hingga sebagian berubah menjadi jenuh,
  2. Tingginya asupan gula atau karbohidrat,
  3. Tingginya kandungan garam, dan
  4. Rendahnya serat.

Terkait hal tersebut, Ibu Theresia mengajak para ibu agar lebih aware dengan konsumsi gula, garam, dan lemak di masakan sehari-hari. Nah, supaya masakan rumah gak jadi silent killer, melalui Permenkes No. 30 Tahun 2013 diatur mengenai batasan konsumsi gula-garam-lemak sebagai berikut:

Gula: maksimal 50 gram/orang/hari atau setara dengan 4 sendok makan

Garam: maksimal 5 gram/orang/hari atau setara 1 sendok teh

Lemak: maksimal 67 gram/orang/hari atau setara dengan 5 sendok makan makan

NAHLOH!!

Terus saya yg masi doyan mendoan mesti gimanaaah?? 😦

Buat yg masih ga bisa lepas dari minyak sang sumber lemak, solusinya bisa dengan lebih cermat dalam memilih minyak yg digunakan untuk menggoreng. Berhubung saya belom sanggup beli minyak zaitun buat masak sehari-hari, maka saya mesti milih minyak yg punya ciri-ciri minyak goreng yg baik: karakternya seperti air dan sedikit nempel di makanan, tidak mudah beku, dan bening, kayak si Sunco ini.

img_20170125_104846

Sunco, Minyak Goreng Baik yang Dikit Nempel di Makanan

Intinya sih kalo minyak udah berubah warna, sebaiknya jangan dipake lagi, macem minyak jalantah gitu lah kalo orang Sunda biasa bilang. Satu lagi, perhatiin nutrition facts yg ada di kemasan! Kalo ada “partially hydrogenated veg.oil/hydrogenated oil”, sebaiknya dihindari aja. Karena itu artinya, makanan tsb mengandung lemak trans yg kurang baik bagi tubuh. Jadi, sebisa mungkin zero trans fat

img_20170126_151328

Informasi Gizi Sunco #MinyakGorengBaik #DikitNempel

Simposium kemarin akhirnya ditutup dengan demo masak dan tes organoleptik oleh Brand Ambassador Sunco, yaitu Christian Sugino beserta 3 peserta terpilih. Tes organoleptik adalah pengujian untuk membuktikan kualitas minyak goreng yg baik secara sensorik, salah satunya dengan cara diminum. Tapi minumnya cuma 1 sendok makan kok, gak mesti segelas itu. LOL. Berdasarkan uji tersebut kayak yg sering kita liat di iklan Sunco, para peserta dan Christian Sugiono sendiri mengakui kalo tekstur Minyak Goreng Sunco ini memang seperti air, tidak terlalu kental, dan juga tidak menimbulkan rasa gatal/mual.

Oya, demo masaknya juga seru! Kita dapet resep homemade mayonaise ala Sunco yg mungkin akan saya post di lain kesempatan ato liat di Resep Sehat Sunco 🙂

img_20170126_150445

Demo Masak bersama Sunco

Yuk, kalopun belum bisa meninggalkan cara memasak dengan menggoreng, kita lebih cermat lagi dalam memilih minyak yg digunakan 😉

*this post is sponsored by Sunco (Fan Page Sunco)

Advertisements

28 thoughts on “Cegah Masakan Rumah Jadi Silent Killer

  1. Iya sekarang orangnya banyak makan. Pokoknya yg enak2 tanpa mikirin kesehatannya. Di masa umur 40 tahunan baru deh muncul banyal penyakit gara2 terlalu banyak makanan yg kurang sehat di masa muda.

    Like

  2. klo ingt minyak goreng ingt kolestrol 😀 duh sama gula darah dan asam urat tiap hari nga ada yg nga nyari obat itu di apotik.. ini efek dari pola makan terutama goreng-gorengan dan emang ya harus berawal dari rumah yg lebih perhatian lg pentingnya kesehatan bukan sekedar enak 😀

    Like

  3. kalo baca gini bentar istighfar, tapi teteup kalo ketemu makanan apalagi gorengan baca bismillah allahumma bariklana
    prinsip yg biasa saya denger dulu dari temen kerja

    “gembel makan dari tempat sampah aja kaga mati”

    Lol

    Like

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s