Ibu dan Support Group

Tahun 2014 lalu, saya pernah curhat di blog ini tentang perlunya seminar tentang perkawinan. Saat itu merupakan satu tahun sejak saya melahirkan dan menyandang status sebagai Ibu sekaligus istri sekaligus anak sekaligus karyawati. Hectic rasanya! Tahun 2014 merupakan tahunnya buku parenting and in between saking setahunan itu yg saya baca ya buku-buku seputar pengasuhan anak dan manajemen keluarga. Gak jarang, banyaknya informasi yg saya “lahap” malah bikin saya blenger sendiri hingga jadilah postingan itu. (read also: Seminar Perkawinan)

There were days when I felt so awkward with myself, terutama setelah melahirkan. Ngeliat ibu-ibu lain yg udah duluan melewati fase tsb, saya mikir “how can they look so normal?”.

tumblr_inline_o1me11gynk1qzlmjk_500.gif

Karena yg saya rasakan saat pertama kali menjadi ibu adalah… “I don’t feel normal with myself” dan “duh, mesti ngapain nih?”. Membayangkan peran ini akan kita sandang seumur hidup, saya agak linglung. Orang bilang mungkin itu sindrom post-partum, tapi saya tetep keukeuh kalo saya ga lagi kena baby blues. Padahal justru kalo mengelak itu biasanya iya. LOL.

Makanya dulu kalo ditanya gimana rasanya ngelahirin dan punya anak, saya jawab “kayak ada di luar angkasa”. Emang pernah ke luar angkasa? Ya ga pernah, makanya itu  saya bilang kayak di luar angkasa karena rasanya bener-bener unexpectedly inexplicable… aneh lah pokonya πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Ngeliat kondisi seperti di atas, saya yakin ini beberapa ibu lain di luar sana juga ngerasain hal yg sama. Post partum itu efeknya luar biasa dan setelahnya itu gak kalah menantang karena si ibu bakal lebih fokus ke anak dan sedikit banyak lupa sama diri sendiri. Ya, gak? Nah, tapiii saya ngeliat saat ini sebenernya ada banyak support group yg bisa diikuti dan menyediakan segudang informasi dan bisa menjadi media pembelajaran dan aliran rasa bagi para ibu. Apa aja? Beberapa di antaranya berikut ini. 

Ceria

Ceria yg punya kepanjangan Cerita Ibu Anak ini merupakan komunitas muslimah yg digagas oleh Nanan Nuraini (Nunuy) yg memiliki visi sebagai penyedia informasi seputar parenting dan rumah tangga, serta menjadi media berbagi para membernya. Experience is the best teacher, right? Dari saling berbagi pengalaman inilah diharapkan para member bisa saling mendapatkan pandangan dan wawasan baru terkait isu-isu motherhood. Terkait visi itulah, member Ceria ini difokuskan bagi muslimah yg sudah menikah, baik yg belum punya anak, sedang hamil, ataupun memiliki anak di rentang usia balita. Melihat besarnya dukungan yg dibutuhkan oleh para ibu, maka Ceria berharap bisa menjadi support group yg membantu para Ibu di masa-masa post partum.

logo ceria

Aktivitas Ceria di antaranya diskusi mingguan, kuliah Whatsapp (kulwap) oleh narasumber tamu yg andal, dan beberapa tugas rumah terkait topik diskusi dan kulwap bulan itu. Plis ga usah bayangin tugasnya njelimet ato nambah-nambah kerjaan rumah tangga yg udah banyak πŸ˜€ Jadi tugas di Ceria ini lebih ke refleksi diri atau membuat kutipan terkait materi kulwap. Harapannya melalui tugas tersebut, tiap member bisa “menangkap” makna dan menjadi bahan muhasabah bagi para ibu. Oya, selain member juga tetep bisa lho mendapatkan manfaat dari Ceria ini, cek aja sosmed mereka di IG (@ceritaibuanakid), blog Ceria, dan Fan Page Ceria mereka πŸ˜‰

Institut Ibu Profesional (IIP)

Institut Ibu Profesional (IIP) merupakan forum bagi para ibu dan calon ibu yang digagas oleh Ibu Septi Peni Wulandani untuk belajar, meningkatkan kualitas diri dan profesi. Lain dengan Ceria, pada IIP ini terdapat beberapa tingkatan kelas yg terdiri dari Kelas Matrikulasi, Kelas Bunda Sayang, Kelas Bunda Cekatan, Kelas Bunda Produktif, dan Kelas Bunda Shaleha. Di tiap tingkatan kelas tersebut nantinya peserta akan dibekali materi, berdiskusi, diberi tugas mingguan, dan review tugas. Di akhir periode kelas, nantinya akan ada kelulusan di mana peserta yg lulus akan diberikan sertifikat sesuai dengan kelasnya.

16684002_1275106815930313_604532587115946541_n.jpg

Nah, di sini nih… para peserta diuji komitmen dan konsistensinya dalam mengerjakan tugas. Bagi para peseta yg lulus, diperkenankan untuk mengikuti tahapan kelas selanjutnya, sedangkan yg tidak lulus akan ada kelas remidi. Selama ini ada yg bilang jadi ibu itu ga ada sekolahnya, bagi saya IIP ini bisa disebut sebagai salah satu “sekolah” untuk bisa menjadi ibu profesional. Profesional di sini saya pribadi mendefinisikannya sebagai ibu yg memiliki visi dan misi pribadi terkait perannya tersebut dan tau serta committed bagaimana mewujudkannya. Melalui IIP ini, para member akan diajak untuk lebih mengenali diri, misi hidup, komitmen, time management, pola komunikasi, dan masih banyak lagi. Bagi para ibu maupun calon ibu yg merasa hidupnya gitu-gitu aja dan ingin berubah, menurut saya IIP ini bisa menjadi sarana yg baik untuk memperbaiki diri… asalkan serius mau berubah menjadi lebih baik ya tentunya πŸ™‚

Kalo selama ini ada orang yg bilang “untuk apa wanita sekolah tinggi-tinggi, ujung-ujungnya bakal di dapur juga”, well, if they truly know what it takes to be a mother, “dapur” ini bukanlah pekerjaan yg sekedar atau “cuma”. A mother needs to always be devoted and upgrade themselves for good, though it takes time.

Info lebih lanjut tentang IIP ini bisa dicek di Fan Page Institut Ibu Profesional.

Lingkaran Ibu

Komunitas Lingkaran Ibu adalah semacam wadah bagi para ibu untuk mengalirkan segala rasa bersama orang-orang yang siap mendengar, berbagi, dan saling merangkul menguatkan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Halo  Ibu (instagram: @halo.ibu). Lingkaran ibu ini diselenggarakan 1x setiap bulan selama kurang lebih 2 jam. Pada pelaksanaannya, para ibu akan duduk melingkar, berpegangan tangan, menceritakan kisahnya, melepas trauma, dan mendengarkan ibu lainnya. Peserta lingkaran ibu ini biasanya terbatas pada 10 orang yang dipilih oleh pihak penyelenggara. Bagi yang belum terpilih maka akan berkesempatan di agenda lingkaran ibu yg selanjutnya.

IMG_20170413_053247.jpg

Menurut saya, kegiatan lingkaran ibu ini bagus banget karena mengalirkan rasa itu perlu lho! Biar segalanya ga dipendem sendiri, super plong, and then carry on. Dan dengan berkumpul serta saling mendengarkan seperti ini, hopefully tiap membernya dapat saling menguatkan. Yg tertarik ikutan, silakan cari infonya dengan follow instagram mereka ya ☺

“The empowered woman is powerful beyond measure and beautiful beyond description.” ~Steve Maraboli

Ada yg mau share support group lain untuk para ibu? See you at the comment box ya! πŸ™‚

Advertisements

16 thoughts on “Ibu dan Support Group

  1. Keren komunitasnya mbak, kalau saya sendiri sudah kenal Ibu Profesional sebelumnya tapi untuk Lingkaran Ibu baru tau dari mbak nih. Komunitas seperti ini penting banget ada karena kita bisa saling sharing pengalaman dan masalah seputar ibu-ibu. πŸ™‚

    Like

  2. Pengen ikutan acara komunitas ibu2 tapi biasanya di weekday yaa, susah buat ibu pekerja. Dulu lumayan aktif ikut acara dan jadi contributornya The Urban Mama, sekarang dah lama nggak ikutan lagi.
    Ada Sessa di haloibu, si strong and creative mom, temen kuliahku dulu….

    Like

  3. aku punya support sistem sesama ibu2 yg melahirkan bulan juli karena the urban mama, alhamdulillah sampai sekarang tetep kompak & solid saling dukung, dan memang support sistem untuk ibu itu penting banget untuk menjaga kenormalan otak πŸ˜€

    Like

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s