Tentang Operasi Katarak dan BPJS

Sejak sebulanan yg lalu saya dinyatakan katarak oleh dokter spesialis mata, pertanyaan mengandung keheranan yg kemudian muncul dari orang-orang sekitar adalah “katarak? semuda ini?”. This question surely came a lot. Bahkan mungkin yg lagi baca tulisan ini juga sedang bertanya-tanya demikian. Atau mungkin memang sengaja datang ke postingan ini karena keheranan tsb, hehe. Gak aneh sih, karena pada awalnya sayapun tidak berhenti menanyakan hal tsb pada diri saya sendiri… dan Nya. Pada-Nya.
Tapi bagi saya pertanyaan tsb mengingatkan saya pada 2 hal yg menyenangkan:
1. Saya masih muda. LOL.
2. He chose me.
Jadi, saya mulai beralih dari pertanyaan “katarak? semuda ini?” ke pertanyaan “okay, so what does He want me to do with this?

Katarak ini bermula pada suatu pagi, saat bangun tidur ku terus ngaca, saya melihat ada noda putih di bagian tengah bola mata. Awalnya saya pikir itu adalah bayangan lampu, tapi setelah saya perhatikan lebih lama bercak putih itu memang noda. Sambil bingung, saya nginget-nginget kegiatan beberapa hari itu. Ga ada yg aneh sih, tapi memang beberapa malam terakhir mata ini terasa agak lelah dan sakit jika ditekan. Saya pikir cuma mata lelah biasa, tapi ternyata hari itu muncul bercak putih.
Karena hari itu tanggal merah, jadi baru saya periksakan keesokan harinya. Setelah browsing sana sini, akhirnya saya memutuskan untuk memeriksakan diri ke SMEC yg ada di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Selain karena lokasinya yg deket kantor, SMEC tsb juga menerima layanan BPJS.
Ada tiga catatan penting nih kalo mau berobat pake BPJS di SMEC:
1. KTP dan Kartu BPJS (salinan dan asli)
2. Surat rujukan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)/Tingkat Lanjut (FKTL)(salinan dan asli)
3. Siap-siap antrey~
IMG_20170608_022655.jpg

proses permintaan surat rujukan di FKTP/puskesmas

Soal antri ini serius. Meskipun nomor antrian BPJS mulai dibagiin jam 6 pagi, datenglah dari subuh kalo pengen dapet nomor kecil. Berdasarkan pengalaman, nyampe sana jam 05.16 WIB aja saya udh dapet nomor belasan. Jam segitu ternyata udah banyak orang yg dengan inisiatif menyimpan berkas (fotocopy surat rujukan) sesuai kedatangan dan nunggu di halaman SMEC. Warbiyaza, bukan? ⭐
IMG_20170608_022712
Pas jam 6 buka, baru deh petugas registrasi Β bagiin nomor urut sesuai urutan berkas tsb.
Setelah dapet nomor antrian, pasien BPJS diarahin buat naik ke lantai 3 dan nunggu panggilan yg dimulai jam 08.00 wib.
IMG_20170608_022857.jpg

Lantai 3 SMEC Jakarta Timur-Antrian Pasien BPJS

Pemeriksaan diawali dgn pemeriksaan refraksi mata oleh petugas, baru deh abis itu masuk ke ruang dokter dan diperiksa lebih detil. Saat itulah saya dinyatakan katarak dan solusi terbaik tidak lain adalah dengan… operasi.
Okay, another medical intervention, pikir saya. Dan untuk menjawab keheranan saya, berdasarkan penuturan dokter dan poster yg ada di SMEC, katarak itu bisa disebabkan oleh salah satu dari ketiga hal berikut.
1. Usia lanjut,
2. Trauma/cedera mata, atau
3. Diabetes
Karena nomor 1 jelas bukan ( πŸ˜› ) dan setelah cek gula darah di tempat pun hasilnya normal, jadi bisa disimpulkan penyebab dari katarak Β ini adalah trauma/cedera mata. Dan emang sih mata yg 1 itu cedera sejak kecil, jadi sayapun ga heran pada akhirnya. Dari situ dijadwalkanlah untuk operasi yg dokternya bilang pelaksanaannya kayak ke indomar*t kok… cuma 10-15 menit. Elaah dok, itu kalo belanjanya dikit, kalo banyak mah bisa setengah jam. LOL. Tapi saya suka deh, dokternya ga bikin kita panik ato kecil hati. Oiya, saya pernah coba layanan BPJS dan Non BPJS di SMEC, dan keduanya menghasilkan pelayanan yg prima. Tiap pasien selalu di-escort dengan baik oleh para petugas, pun penjelasan dokternya detil dan ramah melayani ⭐
Long story short, saya pun menjalani operasi yg katanya kayak ke indomar*t itu. Was it really like that?Β Kalo dibilang sakit sih ya gak sakit, tapi ya kurang nyaman aja. Apalagi saat operasi itu kita cuma dibius lokal berupa tetes mata, jadi cukup deg-degan selama di meja operasi karena bayangin: ini mata kita lagi diapain yak kok rasanya begini kok begitu. HAHA. Tapi sebenernya untuk operasi katarak ini gak perlu khawatir karena udah canggih banget, yaitu dengan Phacoemulsification.
Phacoemulsification adalah tindakan katarak modern dengan menggunakan gelombang ultrasonik untuk menghancurkan lensa mata yang keruh akibat katarak.Lensa yang telah hancur dialiri air (irigasi) kemudian disedot (aspirasi) kemudian diganti dengan Intraocular Lens (Lensa Tanam). -sumber: JEC
Teknologi ini biasa disebut juga dengan bladeless laser cataract surgery atau operasi tanpa menggunakan pisau sehingga minim sayatan. Gitu kali, ya? Ternyata gak cuma sunatan aja ya yg bisa pake laser, tapi operasi katarak juga. BAHAHAHA. *toyor
Well, then not much to worry, tinggal tawakkal aja dan banyak-banyak berdoa sebelum operasi. Yang agak rempong adalah perawatan setelahnya, mesti dijaga banget jangan dulu kena air, asap, angin, dan debu. Makanya sangat tidak disarankan untuk ngojek atau pake kendaraan umum yg rentan terkena keempat itu tadi. Buat yg muslim, sekitar 2 mingguan sih disarankan untuk sholat sambil duduk dulu aja, wudhunya juga untuk bagian muka sebaiknya diseka untuk meminimalisir adanya air yg ngalir dan masuk mata. Keramas? Yaa ntaran dulu lah, ato mungkin ini saatnya kita untuk minta ke salon. LOL. Intinya jangan kelilipan!
Tidur juga pake eye patch dan gak bole miring ke arah mata yg baru dioperasi . Selain itu, kita juga dikasih kaca mata pelindung yg disarankan untuk dipake kalo beraktivitas selama semingguan itu, semacam kaca mata lab gitu sih. Oya, soal obat pasca operasi, kemarin diresepin obat tetes dari SMEC yg harus dipakai setiap 3 jam sekali. Ada 4 kalo gak salah, yg 3 itu 3 jam sekali, 1-nya lagi 6 jam sekali. Selebihnya tinggal kontrol aja H+1, H+7, dan H+30.
1496863523167.jpg
Untuk pasien BPJS, itu semua sudah ditanggung. Dan kesimpulannya yg saya rasain dari pertama kalinya pake BPJS sih alhamdulillah bermanfaat sekali. Soal ngantri yaaa karena emang banyak pasiennya, tapi masih dalam batas kesabaran saya lah dibela-belain, haha. Saya juga ngeliat langsung kalo program ini banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia. Jadi semoga aja pelayanannya terus membaik ya πŸ™‚
Tapi yg lebih penting semoga kita semua selalu sehat dan selamat, biar gak perlu pake deh πŸ˜€
Advertisements

20 thoughts on “Tentang Operasi Katarak dan BPJS

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s