Finally, A blog post.

“You don’t find time, you make time”, -Dinda Utami

Beberapa hari lalu baca-baca artikel Mommies Daily dan merasa tersindir dengan kutipan itu ๐Ÿ˜€ Kalau di artikel aslinya itu tentang olah raga, pikiran saya malah melayang ke blog ini. Well, it’s been almost a year that this blog sail slowly, too slow. Dan yg selalu ada di pikiran saya adalah “duh ga sempet”, padahal sih ya emang ga nyempetin -__-

Pertama, karena sibuk ngurusin baby saya yg ketiga, si @perpusibun (mampir dan follow yak! ๐Ÿ˜› ). Kedua, karena sekarang cemplu sudah besar (HORE!) dan kita punya komitmen screen time yg harus dipatuhi. Yang ketiga, because I’m totally worn out by my routines. LOL.

Somehow, sekarang lagi kangen banget buat spit everything out of my head di blog ini. Kangen curhat random dan gunjingin cemplu. HAA!

IMG_20170922_165157.jpg

Soooo… berhubung sekarang cemplu udah 3 tahun lebih, dia udah bisa diajak komunikasi dua arah dengan sangat efektif. She asks a lot, ngeles a lot, asik lah buat diajak diskusi. Tapitapitapi… karena itulah saya merasa kalo sekarang tingkat kesabaran saya menghadapi dia semakin menipis. Sumbu sabar saya semakin pendek dan cepat habis tersulut. Ugh!

Belakangan ini, saya seringkali menganggap cemplu seharusnya “bisa” mengerti keadaan. Padahal ya, yg namanya balita ya balita. Meskipun dia udah bisa nanya ini itu, nyambung kalo diajak ngobrol, gak berarti kemudian dia bisa memahami segalanya. I mean, ga berarti dia paham apa yg sedang ibunya alami atau bagaimana ia seharusnya. Dan karena itulah, kita sering adu argumen. Saya yg menuntut dia untuk mengerti tindakan saya, sedangkan dia keberatan dengan apa yg saya lakukan. Misalnya, saya negor dia buat lebih berhati-hati, terus dia beneran jatoh/menumpahkan sesuatu. Then she’s mad at me for warning her, serta kondisi absurd lainnya.

Kalo udah gini, udah pasti saya yg pada akhirnya malu sendiri. Karena beberapa menit kemudian biasanya dia udah hepi-hepi ngajak main lagi, sedangkan saya masi mutung kesel ๐Ÿ˜ฆ

Tapi, meskipun kita sering perang mulut di rumah, cemplu lagi rutin-rutinnya nanya “hari ini, ibun libur ga?” setiap bangun tidur. Her happiest moment adalah jika saya menjawab “ya” sambil masi gegoleran dasteran. Kalo gitu biasanya dia minta digarukin punggungnya dan tidur lagi, atau kita uyel-uyelan sampe matahari terbit dan merasa cukup lapar ๐Ÿ˜€

Begitulah frind-or-foe-kinda relationship saya dan cemplu belakangan ini. Kalo dipikir-pikir, mungkin pendeknya sumbu sabar ini adalah karena poin ketiga yg tadi saya sebutin di atas. I need to make time for myself.

Jujur… juggling kerjaan, toko online, maintain blog, dan family time is quite overwhelming. Tapi asik, gimana dong? HAHAHA *doyanmumet.

So for the sake of my sanity,ย ย I need to give myself a time. Love yourselves. You have your own way. Dan bagi saya, mungkin adalah dengan kembali menulis di sini.

Ada satu kutipan lagi yg bagus banget buat para emak biar tetep waras meskipun lelah:

“You carry so much love in your heart. Give some, to yourself”, -R.Z.

Give time for yourself. It’s not a sin.

So, how’s life lately?

Advertisements

14 thoughts on “Finally, A blog post.

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s