Tentang INTERLAC® Si Teman Baik Ususku

Menyambung postingan kemarin tentang cemplu yg mau adek, otomatis bikin saya inget masa-masa kehamilan. Satu hal yang paling nempel di otak tentang kehamilan pertama saya dulu adalah sembelit! Yup, waktu itu saya sembelit selama 9 bulan. LOL. Makanya nih kalau tiba-tiba sembelit saya suka wondering jangan-jangan saya hamil. Jadi, selain telat datang bulan, sembelit juga bisa jadi salah satu indikator kehamilan buat saya 😀 But worry not, tanggal 30 September lalu saya diundang ke blogger gathering Healthy Tummy Happy Baby yang diselenggarakan oleh INTERLAC®. Di situ saya dikenalin sama probiotik yang bisa membantu saya mengurangi sembelit dan yang terpenting: aman dikonsumsi bumil!

Pada saat diundang itu, awalnya saya sama sekali belum kenal dengan INTERLAC®. Tapi setelah tahu, rasanya akan jadi pilihan saya kalau selanjutnya nyari probiotik, baik buat anak maupun buat sendiri. Adakah di sini yg udah pernah konsumsi dan merasakan manfaatnya? 🙂 Buat yang belum tahu juga, boleh nih buat jadi referensi.

INTERLAC® ini probiotik asal Swedia yang diproduksi oleh BioGaia yang terkenal sebagai World Leader in Probiotics. Pengetahuan baru buat saya saat itu, probiotik ini ternyata suplemen ya bukan obat 😀 WHO dan BPOM mengategorisasikan probiotik itu sebagai bakteri baik yang bisa hidup di saluran cerna dan kalau jumlahnya cukup, bisa bermanfaat buat kesehatan pencernaan. Ada dua hal yg saya garis bawahi di situ ya karena…

Gak semua probiotik itu baik!

Menurut WHO, ada beberapa syarat probiotik baik yg harus kita ketahui:

  1. Berasal dari manusia;
  2. Dapat bertahan hidup di saluran cerna;
  3. Tahan terhadap asam lambung dan cairan empedu;
  4. Menghasilkan zat antimikroba;
  5. Mampu melawan bakteri jahat; dan
  6. Terdokumentasi penelitian klinis yang baik.

Nah, kalau kita mau mengonsumsi probiotik, pastikan memenuhi syarat-syarat tersebut di atas ya! Saat blogger gathering kemarin, saya dapet tips carilah probiotik yang bakterinya berasal dari huruf L atau B. L ini untuk Lactobacillus dan B untuk Bifidobacterium (WHO, 2002). Nah, kenapa yoghurt belum direkomendasikan sebagai probiotik baik?

Salah satunya, karena bakteri pada yoghurt dihasilkan dari fermentasi susu sapi sehingga bukan berasal dari manusia. INTERLAC® sendiri isinya adalah Lactobacillus reuteri Protectis. Menurut penelitian, bakteri ini dinilai paling unggul di antara jenis Lactobacillus yg ada. Data keamanan dan manfaat dari INTERLAC® sampai akhir tahun 2016 ini, udah dibuktiin dengan 160 uji klinis pada 13.000 partisipan. Makanya, bisa dibilang INTERLAC® ini probiotik yg paling direkomendasiin di 90 negara dan satu-satunya suplemen probiotik yang mengandung Lactobacillus reuteri Protectis di Indonesia.

Interlac Drops

Jumlahnya harus cukup!

Jumlah kandungan probiotik yg dinilai cukup dan bermanfaat bagi kesehatan pencernaan menurut WHO adalah 107-1012. INTERLAC® mengandung 107-108 Lactobacillus di mana jumlah tersebut berada pada kisaran jumlah yg cukup. Untuk memastikan jumlah tersebut benar-benar tercerna oleh tubuh kita pun gampang, karena INTERLAC® didesain dengan dosis 1x minum untuk semua varian. Jadi bebas ribet, cukup lepp sekali. All done. Nah, karena bentuknya yg suplemen, INTERLAC® ini aman untuk dikonsumsi sehari-hari. Tidak seperti obat yg hanya diminum saat ada keluhan, mengonsumsi INTERLAC® tiap hari bisa mendukung imunitas tubuh.

Karena faktanya, 80% dari sistem imun kita terletak di saluran cerna sebagai organ yg paling gede dalam tubuh kita. 

Interlac Sachet

Ngomong-ngomong soal sembelit, sebenarnya konstipasi pada ibu hamil ini gejala yg wajar ya mengingat meningkatnya hormon progesteron dalam tubuh bikin gerak peristaltik di tubuh jadi melambat. Tapi ada baiknya juga karena penyerapan makanan juga jadi lebih baik. Supaya “keluarnya” ini gak mengganggu (soalnya gimana ya, udah mah perut makin besar, begah, kalau masih harus ngeden-ngeden kuat untuk “itu” rasanya gimana gitu -_-), perlu dijaga kesehatan pencernaannya dengan banyak minum air putih, makanan berserat, dan mencegah bakteri jahat melalui probiotik.

Untuk dewasa, INTERLAC® ini bisa dikonsumsi melalui tablet kunyah rasa lemon atau stroberi. Kemarin nyoba yg lemon, rasanya enak. Meskipun saya ngarepnya sih tablet itu chewy-chewy kayak gummies gitu ya, HAHA. Tapi cukup lah, gak berasa kapur kayak obat maag. Dan alhamdulillah juga ga perlu ngeden ekstra meskipun berbadan dua 😀 Suami yg sering ngeluh sama “jadwal setor” hariannya pun ngerasa nyaman ngonsumsi INTERLAC® ini. Alhamdulillah, cocok lah kita sama INTERLAC® ini.

Interlac Tablet Kunyah Rasa Lemon

Di Indonesia, INTERLAC® ini dipasarin sama PT Interbat melalui beberapa apotik, kayak Guardian, Halo doc, lazada, bahkan melalui aplikasi Go-Med App juga bisa lho! Boleh juga dicek apotik-apotik terdekat 😉

Tentang Kampanye INTERLAC® Probiotics

-Healthy Tummy Happy Baby-

Mengingat pentingnya kesehatan pencernaan, gak hanya buat bumil, tapi juga anak terutama bayi, INTERLAC® meluncurkan kampanye Healthy Tummy Happy Baby. Di event peluncuran kampanye tersebut, ada banyak fun facts tentang probiotik yang disampaikan oleh kedua narasumber saat itu, seperti dr. Intan Diana Sari selaku Head of Medical PT Interbat dan Mohamad Nurhadi selaku Brand Manager INTERLAC®.

Courtesy Interlac

Pada paparannya, dr. Intan menyatakan bahwa bayi yang lahir secara normal atau c-sectio, dan disusui ASI atau susu formula memiliki koloni jenis bakteri yang berbeda-beda di dalam saluran cernanya. Pada bayi yang lahir secara normal, bayi mendapatkan lebih banyak Lactobacillus dari vagina ibunya saat melewati jalan lahir daripada yg dilahirkan secara c-section. Sedangkan pada bayi yang diberi ASI, ditemukan lebih banyak bakteri baik dibanding bayi yang diberi susu formula. Pemberian susu formula lebih berpotensi mendapatkan bakteri jahat dari peralatan menyusui yang tidak steril. Sure thing, we can’t deny that natural things are way better than those interventions ya.

Di sisi lain, Nurhadi menyatakan bahwa INTERLAC® hadir sebagai solusi yg aman dan efektif untuk berbagai gangguan saluran cerna, baik pada bayi, anak, hingga lansia bahkan pada bayi prematur sekalipun. Oleh karena itu, INTERLAC® memiliki 3 varian yg diperuntukkan bagi tiap jenjang usia.

@luvdesign.png

Untuk tips dan informasi lebih lengkap mengenai kesehatan saluran pencernaan, ikutin media sosial INTERLAC® aja:

Facebook | Instagram Website

Ada yang pernah punya keluhan sembelit saat hamil? Atau mungkin gangguan saluran cerna kayak diare, gumoh, konstipasi, atau kolik? Share di kolom komen yuk! 🙂

 

 

*tulisan ini diikutsertakan dalam INTERLAC® blog competition

Advertisements

4 thoughts on “Tentang INTERLAC® Si Teman Baik Ususku

  1. Ya Allah mbak.. sembelit selama 9 bulan pas hamil? Aku dulu sembelit pas semester akhir aja padahal udah banyak makan sayur, yg kehamilan kemarin malah jarang makan sayur tapi alhamdulillah nggak ada masalah sama pencernaanku 😄
    Berarti konsumsi interlac yang rasa melon ya?

    Like

Let's share what you think!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s