Because Every Woman is A M.O.M – Win A Specifically-Blended-Essential-Oil Just for You!

Calling Out Ladies! โญ

…. yes, you’re all MOM!

M.O.M stands for Master of Multitasking. Well, Not to be gender bias, tapi rasanya memang gak bisa dipungkiri kalo wanita itu sangat lekat dengan image Ratu Rempong Multitasking: married or not, with kids or not, working or not. Let’s face this, keadaan ini tentunya seringkali bikin pikiran kita jadi mumet gak jelas. Dan kalo udah mumet, apalagi kalo gak nyari instant gratification semacem stress-eating, shopping-therapy, dsb. Ya kan, gengs? ๐Ÿ˜€

Don't You Think, Ladies? ;) Courtesy: The Corporate Housewife Mom

Don’t You Think, Ladies? ๐Ÿ˜‰
Courtesy: The Corporate Housewife Mom

Continue reading


Menyusui di Bulan Ramadhan: No Worries!

Ramadhan tinggal sisa sedikit lagi โ— Feeling any better? HEHE.

Kali ini adalah ramadhan kedua saya dalam masa menyusui. Akhir tahun ini anak genap berusia 2 tahun dan kalo ada umur panjang, ramadhan yg akan datang bisa jadi dia udah masuk masa penyapihan. Jadi, gimana nih kesan-kesannya menyusui sambil shaum?

Buat saya pribadi, shaum sambil menyusui itu way better daripada shaum saat hamil dulu. Pas hamil tahun 2013 itu, saya bener-bener gak kuat puasa. Lapernya bikin kleyengan~ ๐Ÿ˜ฆ Adapun bisa tamat di hari itu, pas jam buka puasa atau sahur dipastikan saya muntah-muntah. Makanya, shaum yg awalnya tiap hari jadi molor selang-seling dan akhirnya gak kuat puasa lagi. Berbeda dengan tahun lalu di mana saya mulai shaum dalam keadaan menyusui. Awalnya agak deg-degan juga sebenernya, bakalan kuat gak yaaa ๐Ÿ™„ Secara saat itu anak berusia 6 bulan di mana asupan ASI masih jadi konsumsi pokoknya.

Continue reading

7 Langkah untuk Tidur Nyenyak Bebas (Galau) Nyamuk

Courtesy by

Courtesy by

Ya, tidur memang sangat penting bagi kesehatan. Tidak hanya makan-minum bergizi dan olah raga teratur, waktu tidur yg cukup pun sangat penting untuk menyeimbangkan ritme tubuh. Menurut sebuah sumber yg saya baca, waktu yg paling baik untuk tidur malam adalah maksimal pukul 22.00. Karena setelah jam tersebut merupakan waktunya bagi tubuh untuk mencerna makanan dan me-restore pikiran kita. Lama waktu tidur yg ideal bagi orang dewasa adalah 7 jam, sedangkan bagi anak adalah +/- 14 jam termasuk tidur siang. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga pola tidur tersebut.

Setelah seharian kerja, capek, pulang ke rumah, paling enak adalah main sama anak sebelum tidur. Apalagi ditambah satu bulan belakangan ini, cuaca nampaknya lagi gundah. Mendung-mendung gimana gitu *yaiyalah namanya musim hujan ๐Ÿ˜› Dan kalo lagi musim kayak gini, gerumulan di kasur bareng anak sampe tidur is the best way to recharge our energy! Seperti kata Chanel Iman,

“A good night sleep is always the best way to wake up and go to work”

Tapi, semua berubah setelah negara nyamuk menyerang.

Continue reading

Buah Lokal: Sehat dari Negeri Sendiri

Tahun lalu, saya menghadiri suatu acara bertajuk RawVolution di Rempoa. Acara yg membahas Raw Food Diet dari segi Ayurveda tersebut membuka wawasan saya mengenai kesehatan tubuh secara utuh. FYI, Ayurveda merupakan suatu metode penyembuhan tradisional India yg melihat tubuh manusia sebagai sesuatu yg spesifik, tidak dapat digeneralisasi. Tubuh manusia terdiri dari berbagai aspek yg disebut Tri-Dosha (Vata, Pitta, dan Kapha), dan setiap manusia memiliki dominansi yg berbeda. Dalam Ayurveda, tubuh yg sehat adalah tubuh yg memiliki keseimbangan ketiga Dosha tersebut.

pittaSebagai masyarakat yg tinggal di wilayah beriklim tropis, orang Indonesia pada umumnya memiliki aspek Pitta (sumber gambar) yg dominan. Pitta di sini dilambangkan dengan Api dan Air yg diidentikkan dengan sifat panas, merah, dan berminyak. Pernah berpikir mengapa makanan khas Indonesia pada umumnya โ€œheavyโ€ dan kaya akan rempah? Ato lagi siang terik pengennya makan bakso super pedas? ๐Ÿ™„ Dalam Ayurveda, dikenal istilah โ€œlike increases likeโ€, di mana tubuh kita memiliki kecenderungan untuk tertarik pada hal yg sifatnya menyerupai tubuh kita. Dalam hal ini, panas menarik panas.

Nah, agar tercipta keseimbangan dalam tubuh kita, perlu diimbangi dengan asupan yg memiliki sifat cooling (menyejukkan)/alkali. Asupan tersebut berupa sayuran hijau atau makanan lain, seperti buah-buahan lokal yg memiliki rasa manis, pahit, atau astringent.


Mengingat varietas bisa datang dari mana saja dan bisa dibudidayakan, buah lokal adalah buah yg ditanam dan dipanen oleh petani di dalam negeri. Salah satu keunggulan dan yg terpenting di antaranya, karena buah lokal tidak mengalami proses distribusi sepanjang buah-buah impor, maka kemungkinan buah tersebut diberi lapisan lilin/pengawet tambahan sangatlah kecil. Itulah mengapa jika disandingkan dengan buah impor, yg lokal terkadang nampak lebih cepat membusuk/kusam.

Selain itu, dengan ia tumbuh subur di Indonesia menjadi sinyal tersendiri dari alam, bahwa akan baik bagi kesehatan kita untuk mengonsumsi apa yg telah ia sediakan ๐Ÿ˜‰

Lalu, jenis rasa yg seperti apakah astringent?

Astringent ini merupakan sensasi rasa menciut atau kesat, yg biasanya kita rasakan saat memakan buah pisang yg masih mentah. Terus, untuk menyeimbangkan tubuh dan sistem metabolisme, kita mesti makan pisang mentah gitu? :\ Ya engga dong! Karena alam Indonesia telah menyediakan pilihan lain untuk asupan yg kaya akan astringent tersebut. Yang terbaik di antaranya adalah Guava Crystal atau yg sering kita kenal sebagai Jambu Biji/Klutuk (Psidium guajava) โญ

Guava Crysta atau Jambu Biji, Courtesy:

Guava Crysta atau Jambu Biji, Courtesy:

Jambu Biji Si Buah Super

Menurut laman SunPride buah ini disebut super karena memiliki 30 kali kalori, 3 kali protein, dan 4 kali serat dibanding nanas, loh! Selain itu, dengan ia berbuah sepanjang tahun menjadi “kode alam” lagi bahwa buah ini perlu dikonsumsi secara rutin oleh orang Indonesia untuk memberi keseimbangan pada tubuh dan sistem metabolismenya ๐Ÿ™‚

Seperti terlihat pada tabel, Jambu Klutuk kaya akan Kalium (Potasium), Vitamin C, dan serat pangan yg tentunya sangat baik bagi pencernaan. Selain itu:
Kalium, mampu mengontrol tekanan darah dan sirkulasi yg bagus untuk fungsi otak;
Vitamin C, juga baik bagi kesehatan kulit dan daya tahan tubuh;
Serat pangan dan astringent, dapat membantu penyembuhan diare dan disentri karena sifatnya yg alkali dapat berfungsi sebagai desinfektan dan mengeringkan lendir.

Jambu biji juga dipercaya membantu melawan kanker karena mengandung lycopene dan antioksidan.
Oleh karena itu, sangat baik untuk mengonsumsi buah ini, terutama di musim hujan seperti sekarang.

So, how can I not love local fruit?? Makin cinta kan saya sama buah lokal โค
Well, gak ada tips khusus untuk mengonsumsi buah ini. Dimakan dengan atau tanpa kulitnya sama-sama bagus, kok. Kalo saya sih lebih suka memakannya langsung setelah dipotong menjadi beberapa bagian, rasanya lebih segar! ๐Ÿ™‚
Pun dapat dibuat menjadi Cheese Cake Jambu Biji (haa?? serius Cheese Cake?? ๐Ÿ˜ฏ ). Iya! untuk resepnya bisa dilihat di laman SunPride.

Yuk, mulai konsumsi buah lokal! ๐Ÿ˜‰ Karena untuk sehat, gak perlu jauh-jauh, kan?

p.s.: If any of you want to know more about Ayurveda and those Tri-Dosha things, you can start from here ๐Ÿ™‚

Imunisasi Anak

Spoiler: this is gonna be a quite long post, so hold on tight! ๐Ÿ˜‰

Ehm..sebenernya saya pengen nulis ini dari lama sih, soal imunisasi. Tapi ngeliat orang-orang berdebat pro-kontra soal vaksin ini jadi bikin saya maju mundur. Semaju-mundurnya saya sekarang yg mau ngasi Cemplu imunisasi varicella karena masih bingung dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)-nya. Maju-mundur, maju-mundur, cantiiik, cantiiikk~~ ๐Ÿ™„ *oke cukup* ๐Ÿ˜

KIPI ini simpelnya efek samping lah, symptomps yg mungkin muncul setelah atau beberapa waktu setelah imunisasi dilakukan. Peluang terjadinya pun beragam pada bayi, bisa X berbanding Y. Jadi gak selalu terjadi juga. Kenapa saya maju-mundur ngasi varicella? Continue reading

Sikat-Sikat Gigi Bayi

Baru nyadar belakangan ternyata jarang banget posting hal-hal berbau motherhood, kebanyakan curhat ^^’
So how has my motherhood been? It’s fine, actually, semakin merasa bahwa kids are magical โญ
Seringkali gak habis pikir sama kelakuan Cemplu, even though once I was a kid, too. It is possible that I was as silly as she is now. Apalagi kalo denger cerita orang tua dan orang-orang yg ngasuh saya dulu. Mereka bilang kalo saya lagi jalan (bahkan!) ngelewatin kucing pun saya bilang “punten” (*permisi). Gyahahaha! sopan bener kaann pemirsah??? ๐Ÿ˜†
Continue reading

Swing and Cheers!

Yak, berhubung sudah sering saya dengar mulai dari โ€œkamu isi lagi?โ€, โ€œnad, kamu hamil lagi?, โ€œudah hami lagi ya, nad?โ€ sampai โ€œudah berapa bulan, mbak/neng?โ€. NENG ! kalau โ€œnengโ€ udah pasti dibilang sama orang yg gak gitu kenal atau akrab. And that stranger, too, think that iโ€™m pregnant ๐Ÿ˜ณ
*brb nunduk cek perut*
yaa… saya pasrah. Hahahaha ๐Ÿ˜†

Oke, saya mengakui kemalasan saya untuk menggunakan stagen/korset setelah melahirkan waktu itu. Selain gak nyaman kena jaitan sesar (alasan ๐Ÿ˜› ), ya gak enak aja gitu makenya. Ribet, apalagi kalo mau jongkok buang air :\ Jadilah si stagen itu hanya dipake selama cukup 2 hari saja. Sisanya sampe sekarang, terlipat dengan rapi di lemari hihihi. Mama yg waktu itu rewel nyuruh pake pun akhirnya nyerah, dan berkata sambil jokingly โ€œenggak nyesel ya… ๐Ÿ™„ โ€œ dan sekarang saya menyesal ! โ— o_O ๐Ÿ˜†

Dari situ saya mikir gimana caranya buat ngecilin si perut yg dengan arogannya tetep maju ke depan, sedangkan anggota tubuh lainnya sudah back to normal. *sigh… hingga akhirnya saya inget dan kangen sama si hula! โค Waktu jaman kuliah dulu, olah raga saya satu-satunya itu hula hoop. Irit, ringkes, gak makan tempat, bahkan gak perlu keluar kamar, tapi 10 menit hula hoop keringetnya udah kayak jogging 2 puteran lapangan sabuga. SERIUS! ๐Ÿ˜Ž

taken from

taken from

Makanya, sekarang saya kepikiran buat nge-hula lagi tapi lupa nyimpennya di mana, kayaknya sih di rumah mama di Bandung. Oke, karena ribet kalo dibawa ke Jakarta, kayaknya mending beli baru aja kali ya. Hmm…
Oya, sedikit tentang sejarah dan manfaat hula hoop saya share di Mommies Daily.
Buat temen-temen yg mo coba hula hoop, ada beberapa jenis hula hoop yg dijual di pasaran, yaitu:
1. Hula hoop buat mainan, biasanya ini materialnya plastik, diameternya lebih kecil, dan ringan. Due to the materials, cocoknya buat dipake mainan sama anak-anak. Kalo dipake olah raga, karena ringan dan ukurannya itu, hula jadi muter lebih cepet dan berarti kita pun goyangnya lebih cepet. Makanya cepet capek.
2. Hula hoop buat olah raga, biasanya materialnya lebih berat dengan diameter yg lebih lebar. Ini cocok dipake buat olahraga, terutama beginners, karena dengan berat dan ukurannya itu, si hula muter lebih lambat dan kita pun bisa lebih mudah menyesuaikan goyangan. *halah
Material yg paling umum untuk hula jenis ini adalah rotan.

Some simple tips buat yg mau nyoba hula hooping:
1. Jangan main hula hoop saat abis makan berat, or else you will get โ€œkalikibenโ€ (apa ya b.indonesia-nya?). Kalikiben itu bahasa Sunda untuk istilah nyeri pada perut yg muncul apabila kita beraktivitas berat setelah makan. Ehehe *peace*
2. Lakukan pemanasan beberapa hitungan,
3. Stand inside the hoop, angkat hoop hingga setinggi perut/pinggang,
4. Buka kaki hingga selebar bahu, lalu putarkan hoop berlawanan arah jarum jam. Nah, buat yg kidal biasanya lebih nyaman buat muterin searah jarum jam/clockwise.
5. Tarrreek maang! alias mulai bergoyang ๐Ÿ˜Ž

taken from

taken from

Dalam hula hoop, ada 2 jenis goyangan (duh kok lucu sih istilahnya ๐Ÿ˜† ).
Yang pertama adalah maju-mundur. Kalo mo pake metode maju mundur, maka kaki kanan/kiri (salah satu) sebaiknya ditempatkan sedikit maju. Metode yg kedua, yaitu kiri-kanan. Pada metode ini, kaki cukup dibuka lebar aja, dan pinggang digoyangkan ke kiri-kanan.
Fungsi dari goyangan ini adalah untuk menghentakkan dan menjaga putaran hoop. Tinggal dipilih nyamannya yg mana. Saran saya sih, keep dong it fun! ๐Ÿ˜‰ Gak usah misuh-misuh kalo belum bisa terus si hoopnya melorot terus, tinggal ambil, dan coba lagi. Efek samping saat pertama kali rutin hula hoop adalah rasa nyeri di otot perut yg belum terbiasa, tapi akan secara berangsur hilang dalam 2-3 hari. But itโ€™s okay, just keep swinging ๐Ÿ˜Ž

Baiklah, selamat mencoba and get healthier happily! ๐Ÿ™‚

Rawvolution: Journey of My Taste Buds

SUPERAWESOME ! saya paksain jadi satu kata buat gambarin acara tanggal 7 Desember 2014 kemarin di Songolas, Rempoa. Tepatnya di Burgreens. It is both super and awesome โญ

Awalnya tertarik banget sama acara ini karena, frankly, the idea of raw food diet/healing is still a weird thing for us, indonesians. Padahal, kalo menurut ayurvedic wisdom, orang indonesia yg mana tinggal di daerah iklim tropis sangat cocok dengan diet sehat ini. Tapi balik lagi, gak semua orang indonesia juga cocok. Kembali pada tipe ato konstitusi badan kita.
Dan rasanya, saya sebagai si emak, perlu untuk memperbanyak ilmu mengenai hal ini. I’m the one who’s responsible of the nutrition and daily menus at home, for the hubbby, for the kid. Jadi penting bingits!

Tapi sekarang rasanya saya bakal nulis tentang “how i feel about a day with raw food” dulu. Karena jujur nih, acara kemarin tuh full valuable knowledge and wisdom for our health! saking full-nya ampe tumpeh-tumpeh ni ilmu di kepala sampai saya bingung mo nulis dari mana ๐Ÿ˜€ haha

First thing first, what i like about Ayurveda that you really need to know is, it is timeless and cover your every aspects with 360 degree approach to your healing. Dan kalo saya bandingkan dengan segala teori dan metode kesehatan, it is all back to ayurvedic wisdom. Semuanya makes sense, saling berkesinambungan dan melengkapi. Dua yg sudah dan masih saya bandingkan juga pelajari, and it made sense so far adalah The Blood Type Diet-nya Dr. D’Adamo dan Teori Miracle of Enzyme-nya Hiromi Shinya. Hanya saja, ayurvedic wisdom tidak sesaklek teori-teori yg saya sebutkan tadi. Ayurveda melihat tubuh manusia sebagai hal yg kompleks dan tidak bisa digeneralisasi. Ayurveda is all about balance, every kind of food is good, as long as it balances us.

Selain itu, yg terpenting adalah porsi makan kita cukup. Cukup di sini adalah just to get us through, misalnya sarapan dengan porsi yg cukup untuk sampai datang waktu makan siang, menjaga agar kadar blood sugar kita gak tiba-tiba terjun menjelang makan siang. Kalo istilah dalam islamnya, makanlah cukup untuk menegakkan tulang punggung kita.

Oke, balik lagi, total peserta kemarin sekitar 25 orang. And i was lucky karena ternyata my bestie Dodolincess Gresa pun salah satu pesertanya! hahaha gak jadi mati gaya sendiri kan eike ๐Ÿ™„



Here are the amazing speakers:

Kimmana Nichols

Kimmana Nichols

Max and Helga from Burgreens

Max and Helga from Burgreens

Shakti Grace

Shakti Grace

The foods:

Saya yg selama ini gak pernah memaksakan diri untuk makan makanan sehat semacem ini awalnya skeptis sama rasanya. Takut bau mentah, tapi pas dicobaaa… uuh so yummy! Wangi khas rempah bikin saya sanggup ngabisin satu piring saat break. Dan kalo dikira rasanya hambar? engga sama sekali! Susah sebenernya mendeskripsikan rasanya, but this was the most delicious healthy food i’ve ever eaten ๐Ÿ˜† Salut buat Max dan Shakti yg ngolah raw food ini dengan sangat jenius! This thing is what i need to learn.
Tapi kemudian, ketidakbiasaan saya pun muncul saat lunch. Saya yg meat-freak ini sempat berharap long pepper yg ada di salah satu menu berubah menjadi sosis. Saya sangat kenyang dan kangen daging. Tapi disitulah saya ngeh kalo saya bener-bener butuh detoksifikasi ๐Ÿ˜€ Pernah membaca cerita Teh Zia saat dia detoks, she was crying for a chili! o_O Kalo ini dilanjutkan juga kayaknya saya bakal nangis minta daging hahaha!

Our Lunch:

Geniuses behind The Lunch Menus

Geniuses behind The Lunch Menus


Semakin sore, saya mulai terbiasa dengan rawfood tersebut dan merasa ketagihan. Hingga saat makan malam di rumah, saya sempat merasa aneh menyantap capcay yg tersaji. Yang ada di pikiran adalah “Ya ampun layu banget yak kalo dipiki-pikir, beda banget sama makanan yg saya makan tadi di event. Rasa asli sayuran di capcay pun kebanyakan sudah tertutup rasa MSG dan bumbu dapur.” Inilah mengapa saya tulis judul “Journey of My Taste Buds“, karena selama dalam event sungguh saya merasa lidah saya berpetualang menikmati segala rasa sayuran, buah, dan rempah yg tersaji secara original! Efek yg saya rasakan pada tubuh setelah menyantapnya pun berbeda. Membuat badan terasa lebih segar, kenyang lebih lama, tapi tidak “heavy“.

Bagaimanapun, let’s start step by step, dimulai dari kesadaran akan makanan sehat, menyelaraskannya dengan body type kita agar dapat menyeimbangkan, hingga mungkin akhirnya bisa sepenuhnya menerapkan pola makan ini. Seperti saran Max dan Helga:

untuk membiasakan memakan makanan sehat bukanlah dengan meninggalkan makanan yg kurang sehat tersebut. Tapi dengan lebih banyak dan sering memakan makanan yg sehat. Kelak, craving kita untuk makanan yg kurang sehat tersebut akan berkurang bahkan hilang dengan sendirinya.

Setuju! ๐Ÿ˜Ž

Kalo badan kita sendiri gak sehat dan nyaman, bagaimana kita bisa berbuat banyak dharma/kebaikan bagi orang lain, kan? ๐Ÿ˜‰

Taken from @wholistic_balance

Taken from @wholistic_balance