Mommy’s Back To School: What to Expect?

Di minggu kedua setelah balik ngampus ini rasanya otak saya masih belum fit in sama beberapa perubahan yg ada. Ya sama pelajarannya, sama perubahan waktunya, sama perubahan kewajibannya, banyak! Karena ternyata, ritme perkuliahan yg saya alami dulu pas jaman masih gadis *cailah* dengan sekarang udah punya anak itu beda. B-A-N-G-E-T. Jadi kalo misal selama kuliah ini pakenya kebiasaan-kebiasaan kuliah jaman dulu, yaah… rasanya it won’t work. Sebelumnya saya sempet tanya sama beberapa temen yg duluan kuliah. Ada yg bilang lebih nyantei daripada kerja, ada yg bilang sibuk bangeeet banyak tugas, ada yg enjoy karena punya banyak waktu sama anak, ada yg panik karena mesti nimang anak sedangkan tugas belom beres, ada juga yg asyik pelesiran di waktu luang, dan masih banyak lagi.

Dari hasil survey kecil-kecilan itu, pada akhirnya saya simpulkan kalo itu semua cuma soal manajemen waktu. Setiap orang perlu time management yg sesuai sama kesibukan masing-masing. Sebanyak apapun waktu yg kita punya, pasti gak bakal nambah value buat kita kalo gak pinter kita kelola. Pun sesempit apapun waktu yg kita punya, bisa jadi ada banyak hal yg bisa accomplished kalo kita bisa disiplin makenya.

So… kalo kalian ibu-ibu dan mau lanjut sekolah. Saya rasa 3 hal inilah yg bakal jadi issue di awal-awal masa kuliah nanti:

Continue reading

Advertisements

Jangan Ada Gadget di Antara Kita

*keluar dari kawah candradimuka*

aaaaggh… gak produktif banget yak belakangan?? :mrgreen: *getokgetoktoyortoyor*.

Okey, jadi gini ceritanya. Kira-kira 1-2minggu belakangan ini saya lagi men-detoks digital-kan si Cemplu. Kenapa? Karena eh karena dia semakin menampakkan dirinya seperti kecanduan gadget. Yes, kecanduan mainan tablet satu itu yg memang mulanya adalah salah saya sebagai emaknya. Jelas salah saya, because kids do immitate, dan asal mula tertariknya dia sama gadget gak jauh-jauh pasti karena sering liat saya berjibaku dengan benda itu. Dia yg awalnya saya liatin video upin-ipin, terus berlanjut dengan video-video anak-anak lainnya, seperti dongeng boneka, nursery rhymes, sampe MV Sugar-nya Maroon 5 pun dia doyan! O_o
Continue reading

Ketika Tantrum Datang…

IMG-20141001-WA0021
Saya ngeh soal tantrum baru setelah punya anak ini. Dulu kalo liat anak kecil nangis kejer, saya sebut lagi ngamuk aja sih itu 😀 Tapi ternyata ada penjelasan lebih khusus lagi perihal itu. Kalo katanya Wikipedia sih:

Tantrum is an emotional outbreak, usually associated with children or those in emotional distress, typically characterized by stubbornness, crying, screaming, defiance, angry ranting, a resistance to attempts at pacification and, in some cases, hitting.

Kalo yg sering baca-baca majalah parenting ato media digital soal parenting lainnya pasti udah gak aneh sama hal ini. To make it short and simple, si tantrum ini biasanya hadir saat anak merasa gak nyaman, kaget, dan takut. Continue reading

Seminar Perkawinan

I come to a point where i want to talk to a lot of people. Some are the experts, and the other are people with experiences. Lebih pengen berdiskusi sih daripada ask the FAQs, something more personal.

Pengen ngobrol sama Ayah Edy, Mba Kikau, Bu Elly Risman, sampai Diana Rikasari! 😎
Obrolannya sih seputar anak, finansial, relationship, and everything in between lah. Sampai akhirnya saya berpikir ada gak sih marriage seminars? Di mana pembicaranya itu orang-orang yg kompeten di bidangnya. It could be one full day seminar, di mana peserta dapet pengetahuan mengenai common problematics in marriage, ways to handle, things to build and prepare, etc. Ini pasti berguna banget even buat para bride to be’s, newlyweds, and parents. Lucu kali ya kalo yg ngadainnya dari KUA ato Kementerian Agama gitu yg mengurusi perkawinan di negara ini 🙂 hihi. Siapa tahu kan bisa meningkatkan kualitas rumah tangga masyarakat di Indonesia, mengurangi tingkat perceraian, memperbaiki visi misi keluarga di Indonesia ⭐ *halah
Udah banyak memang seminar para experts itu, tapi rasanya belum ada tuh yg barengan dalam 1 event dengan judul “serba-serbi marriage” misalnya. hahaha standar banget judulnya! :mrgreen:

Saya juga pengen ngobrol dari hati ke hati sama seorang “successful working mom” juga sama seorang “happy stay at home mom“. Eh tapi bukan berarti stay at home mom gak successful dan working mom itu gak happy ya. Ini sebutan aja sih… I just wonder how they make their days! Karena saya yg masih amatir ini rasanya kok 24 jam ini masih aja keteteran, abis itu guilty sana-sini, capek gak jelas, kembang kempis urat sabarnya 😆
I need more knowledges and advices. 😳

ekspektasi

Dulu pernah posting ini di Path.

Dear Aghisni,,,

Dear Aghisni,,,

Dan kalo dipikir lagi, it’s all coming back to me and her dad, as her parents.
Seperti yang Ayah Edy bilang, “Satu jari menunjuk ke luar, sisanya mengarah ke dalam”. Sebelum kita menuntut anak kita menjadi pribadi yang kita inginkan, lihatlah diri kita, “Sudahkah kita menjadi pribadi yang seperti itu?”
tunjuk

Because kids do imitate, instead of doing what their parents say.

Bakal susah dong pengen Aghis seneng baca, kalo ortunya seringan main game daripada baca.
Bakal susah dong pengen Aghis seneng sayur, kalo ortunya masak daging mulu. 😛
Bakal susah dong pengen Aghis jadi anak yg open-minded, friendly, charming, kalo ortunya skeptis, dan judgemental.
Bakal susah dong pengen Aghis jadi hafidzah, kalo ortunya sendiri males nambah hafalan Qur’an-nya. *ihik*

Of all those, saya sangat berharap Aghis tumbuh menjadi sebaik-baiknya manusia yang dekat dengan Tuhannya dan berguna bagi sesama. Daripada membatasi dia “jangan menjadi ini itu, karena gajinya kecil lah, ga ada apa-apanya di mata orang lain lah, selama itu positif, kenapa engga. Insya Alloh kalo rejeki dan jodoh mah ga akan ketuker 😀 Dan semoga pikiran saya pun selalu terbuka 🙂
Saya gak mau dia dipusingkan dengan hal-hal yg ga akan dibawa mati, inget..sekarang akhir jaman. *lho*
wes wes..sakarepku ae wes…hahahaha