Swing and Cheers!

Yak, berhubung sudah sering saya dengar mulai dari “kamu isi lagi?”, “nad, kamu hamil lagi?, “udah hami lagi ya, nad?” sampai “udah berapa bulan, mbak/neng?”. NENG ! kalau “neng” udah pasti dibilang sama orang yg gak gitu kenal atau akrab. And that stranger, too, think that i’m pregnant 😳
*brb nunduk cek perut*
dan
yaa… saya pasrah. Hahahaha 😆

Oke, saya mengakui kemalasan saya untuk menggunakan stagen/korset setelah melahirkan waktu itu. Selain gak nyaman kena jaitan sesar (alasan 😛 ), ya gak enak aja gitu makenya. Ribet, apalagi kalo mau jongkok buang air :\ Jadilah si stagen itu hanya dipake selama cukup 2 hari saja. Sisanya sampe sekarang, terlipat dengan rapi di lemari hihihi. Mama yg waktu itu rewel nyuruh pake pun akhirnya nyerah, dan berkata sambil jokingly “enggak nyesel ya… 🙄 “ dan sekarang saya menyesal ! ❗ o_O 😆

Dari situ saya mikir gimana caranya buat ngecilin si perut yg dengan arogannya tetep maju ke depan, sedangkan anggota tubuh lainnya sudah back to normal. *sigh… hingga akhirnya saya inget dan kangen sama si hula! ❤ Waktu jaman kuliah dulu, olah raga saya satu-satunya itu hula hoop. Irit, ringkes, gak makan tempat, bahkan gak perlu keluar kamar, tapi 10 menit hula hoop keringetnya udah kayak jogging 2 puteran lapangan sabuga. SERIUS! 😎

taken from etsy.com

taken from etsy.com


Makanya, sekarang saya kepikiran buat nge-hula lagi tapi lupa nyimpennya di mana, kayaknya sih di rumah mama di Bandung. Oke, karena ribet kalo dibawa ke Jakarta, kayaknya mending beli baru aja kali ya. Hmm…
Oya, sedikit tentang sejarah dan manfaat hula hoop saya share di Mommies Daily.
Buat temen-temen yg mo coba hula hoop, ada beberapa jenis hula hoop yg dijual di pasaran, yaitu:
1. Hula hoop buat mainan, biasanya ini materialnya plastik, diameternya lebih kecil, dan ringan. Due to the materials, cocoknya buat dipake mainan sama anak-anak. Kalo dipake olah raga, karena ringan dan ukurannya itu, hula jadi muter lebih cepet dan berarti kita pun goyangnya lebih cepet. Makanya cepet capek.
2. Hula hoop buat olah raga, biasanya materialnya lebih berat dengan diameter yg lebih lebar. Ini cocok dipake buat olahraga, terutama beginners, karena dengan berat dan ukurannya itu, si hula muter lebih lambat dan kita pun bisa lebih mudah menyesuaikan goyangan. *halah
Material yg paling umum untuk hula jenis ini adalah rotan.

Some simple tips buat yg mau nyoba hula hooping:
1. Jangan main hula hoop saat abis makan berat, or else you will get “kalikiben” (apa ya b.indonesia-nya?). Kalikiben itu bahasa Sunda untuk istilah nyeri pada perut yg muncul apabila kita beraktivitas berat setelah makan. Ehehe *peace*
2. Lakukan pemanasan beberapa hitungan,
3. Stand inside the hoop, angkat hoop hingga setinggi perut/pinggang,
4. Buka kaki hingga selebar bahu, lalu putarkan hoop berlawanan arah jarum jam. Nah, buat yg kidal biasanya lebih nyaman buat muterin searah jarum jam/clockwise.
5. Tarrreek maang! alias mulai bergoyang 😎

taken from health.com

taken from health.com


Dalam hula hoop, ada 2 jenis goyangan (duh kok lucu sih istilahnya 😆 ).
Yang pertama adalah maju-mundur. Kalo mo pake metode maju mundur, maka kaki kanan/kiri (salah satu) sebaiknya ditempatkan sedikit maju. Metode yg kedua, yaitu kiri-kanan. Pada metode ini, kaki cukup dibuka lebar aja, dan pinggang digoyangkan ke kiri-kanan.
Fungsi dari goyangan ini adalah untuk menghentakkan dan menjaga putaran hoop. Tinggal dipilih nyamannya yg mana. Saran saya sih, keep dong it fun! 😉 Gak usah misuh-misuh kalo belum bisa terus si hoopnya melorot terus, tinggal ambil, dan coba lagi. Efek samping saat pertama kali rutin hula hoop adalah rasa nyeri di otot perut yg belum terbiasa, tapi akan secara berangsur hilang dalam 2-3 hari. But it’s okay, just keep swinging 😎

Baiklah, selamat mencoba and get healthier happily! 🙂

Knowing Our Body As It Is

Pernah gak sih ada yg kepikiran semacem:
“duu..genduut, musti dieeet”
“ini kok rasanya minum air aja jadi lemak, susah banget nurunin berat badan”
Atau bahkan,
“pengen naikin berat badan kok susah amat siih”

Okay, the last one is mine. I’m not going to brag the hell out of myself here, because firstly, it’s not something to brag about. For me, it was super hard to gain my weight. Meskipun orang-orang terdekat pasti tahu, i eat and snacking like a monster :mrgreen: .

Actually, this was never bother me, but not today. Dulu kalo dikritik soal badan yg kurus, saya sih cuek aja. Yaudalah pikir saya, toh SNSD juga kuyus-kuyus kayak eike 😎 eh salah… toh saya makan biasa aja dan sehat, lagipula masih gadis, ntar aja kali kalo hamil ato udah punya anak jadi gemuk. Dan bener aja, pas hamil, bahkan awal-awal sebelum ketahuan hamil, berat badan saya mengalami kenaikan yg signifikan secara berkala. Pun saat itu ketahuan hamil karena keanehan saya terhadap BB yg naik terus hihi. Selama hamil hingga melahirkan berat badan saya naik sebesar 16 kg. I was so proud of myself 😆 karena dengan tinggi saya yg 167 cm ini untuk pertama kalinya BB saya menyentuh kepala 6. Jadi semok-semok gitulah 🙄 hmuahahaha. But then, di bulan ke-11 saya menyusui ini, it is back to normal. Welcome back 50 :\

Memang sih, beberapa orang seperti istrinya temen suami dan beberapa teman di grup laktasi kondisi berat badannya kembali ke normal, bahkan jadi lebih kurus dari sebelum hamil pada masa menyusui ini. Tapi kayaknya, kebanyakan orang malah masi tetep gemuk dan naik BB-nya :\ Ada apa dengan kita? ❓ *yaah..aku gak semok lagi doong 😦 * *digulungmassa*

Beberapa hal menjadi pertimbangan saya, salah satu di antaranya adalah kembalinya kebiasaan saya memakan makanan pedas. Selama hamil kemarin, saya hampir stop makan pedas. Oleh karenanya, saya merasa hal itu turut mempengaruhi pencernaan. Saya pun berdiskusi dengan sepupu saya yg sekarang adalah seorang praktisi Ayurveda, adalah Teh Zia a.k.a. Zia Nichols. Hal pertama yg dia tanyakan saat saya bertanya tips untuk menggemukkan badan adalah alasan. Saya jawab, “ya biar lebih seger aja gitu keliatannya”. Kemudian dia menjelaskan bahwa menurut Ayurveda badan kita itu seperti alat transportasi untuk menjalankan tugas kita di dunia ini. Berhubung setiap orang itu tugasnya beda-beda, maka badannya pun berbeda. Nah, terlepas dari what’s ideal in our society, selama badan kita fit dan ga bermasalah, rasanya gak perlulah kita untuk merubah. It is what it is!

Dalam Ayurveda dikenal 3 Body Dosha atau elemen yg mendominasi tubuh kita. Body dosha tersebut adalah Vata, Pitta, dan Kapha. Untuk mengetahui body dosha kalian dan mengetahui lebih lanjut tentang apa itu Ayurvedic Science, bisa cek baby cek ke Urban Health Indo 🙂
tri dosha
Saya sendiri adalah dominan Pitta. Di sana disebutkan bahwa:
pitta

Pitta = Mengatur Transformasi/Perubahan
Elemen Dominan: Api dan Air
Sifat: Panas, Tajam, Ringan, Berminyak, Cair, Menyebar, Asam, Merah
Kepribadian: Tubuh sedang, pikiran teratur dan mudah mengambil keputusan, sifat kuat/suka memaksa. Di mata orang lain, orang Pitta dikenal penuh semangat dan tekad. Ketika dalam tekanan mereka akan marah dan bersikap kasar.
Hal-hal yang Mengganggu Pitta: Minum alkohol berlebihan; merokok dan mengisap ganja; makan makanan pedas; melakukan kegiatan yang membuat frustrasi; banyak mengkonsumsi tomat, cabai, bawang, yogurt dan makanan asam; olahraga di siang hari; memakai pakaian ketat; tidak pernah berpuasa atau detoksifikasi; menghindari tempat sejuk, segar dan damai; makan camilan yang sangat asin; memendam perasaan; makan banyak daging merah dan ikan asin
Pengaruh Penyakit: Radang, demam, lapar atau haus berlebihan, panas dalam, ruam, jerawat, kebotakan atau uban dini, mata rabun, serangan jantung, amarah, tidak sabar dan mudah kesal, terlalu ambisius.
Hal-hal yang Menyeimbangkan Pitta: hindari panas, minyak dan uap berlebihan; batasi asupan garam; makan makanan sejuk dan tidak memiliki rempah-rempah; mengkonsumsi dedaunan hijau tiap kali makan; minum minuman sejuk (bukan es); olahraga saat hari masih sejuk; menghabiskan waktu di lingkungan alam yang menenangkan (misalnya sunrise di laut, danau di tengah hutan); mengutamakan rasa manis, pahit dan astringent (sensasi rasa di lidah yang membuat lidah seperti ‘menciut’. Contohnya memakan pisang berwarna hijau yang belum matang).

Jika dilihat petikan di atas, saya menyadari bahwa selama ini cenderung lebih banyak melakukan hal yg disebut sebagai “hal-hal yg mengganggu Pitta”. Seperti mengenai makanan pedas tadi, karena tubuh saya dominan Pitta yg dilambangkan dengan api dan sistem pencernaan, maka dengan memakan makanan pedas (yg juga di bawah kategori api) semakin menambah dominan elemen Pitta dalam tubuh saya. Akibatnya, tubuh jadi terus menerus mentransformasi/mencerna, alih-alih building things up. Selain itu, rambut saya pun mengalami kerontokan yg cukup meresahkan belakangan ini, padahal saya tidak gonta-ganti shampoo. Bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh pola makan saya yg tidak sejalan dengan body dosha saya, bukan cuma perkara shampoo ❗

Pada kenyataannya terdapat bermilyar jenis badan di dunia ini dan Ayurveda tidak menggeneralisasi jenis badan tersebut. Apa yg baik bagi tubuh orang lain, belum tentu baik bagi tubuh kita. Meskipun memiliki karakteristik yg hampir sama. Asupan tubuh memiliki pengaruh yg besar terhadap sistem kerja tubuh kita, begitu pula dengan keadaan jiwa/soul. Diperlukan keseimbangan antara raga, jiwa, dan olah pikir kita yg sesuai dengan tagline mereka, yaitu Balancing Your Body, Mind, and Soul. Itulah mengapa sesuai judul di atas bahwa kita perlu untuk memahami tubuh kita sebagaimana adanya. Untuk update info mengenai kesehatan terkait Ayurveda ini, you can kindly follow IG mereka di @wholistic_balance ❤

If you have spare time, you can also join them in the upcoming events: Ayurveda Classes at Peace Gathering 01, Namaste Festival 2014, dan Raw-volution.