5 Hal Penting dalam Mengajarkan Anak Multilingual

Ngeliat tumpukan buku cemplu di rumah yg lebih banyak buku berbahasa Inggris, saya jadi mikir sendiri: “am I going to raise multilingual kids?“. Well, ngomongin tentang multilingual, biasanya kekhawatiran ortu adalah terkait keterlambatan bicara (speech delay) dan bingung bahasa (code switching/language mixing). Karena sekarang anak ngomongnya udah cas-cis-cus, jadi saya sih lebih khawatir ke code switching-nya ya di mana kalo ngomong takutnya campur-campur dan gak bisa pake bahasa itu dengan baik dan benar. Malah jadi setengah-setengah gitu. Nah, karena penasaran, sayapun dateng ke event-nya Mommies Daily bareng EF yg bahas tentang “Multilingual at Early Age“.

IMG_20170310_155400.jpg

Multilingual at early age, why not?

Di event itu, saya dapet informasi kalo ternyata membesarkan anak multilingual itu TIDAK menyebabkan speech delay.

Kok bisa? Continue reading

Miskom

Belakangan ini, penyebab tantrumnya cemplu sebagian besar akibat miskom. Miskom antara saya dan dia, ato dia dan ayahnya, ato dia dan si mbak, anyone she talks to. Ya habisnya, sekarang lagi masa-masanya perkembangan verbal dia dan seringkali kita gak ngerti sama kata-kata ‘ajaib’nya. Contohnya nih, ‘tuppatitta’. Hayoh, any ideas? 😆

Ehm… to those who’s curious about what in the world ‘tuppatitta’ means, saya kasih tahu ya itu adalah istilah dia kalo minta turun dari sesuatu. Misal dia duduk di kursi, naik-naik pager (???), terus minta turun, nah dia pasti bakal bilang: “tuppatitta ibuung, tuppatittaaa…” sambil gestur minta digendong. Tambah bingung? Gini sejarahnya… Continue reading