ekspektasi

Dulu pernah posting ini di Path.

Dear Aghisni,,,

Dear Aghisni,,,

Dan kalo dipikir lagi, it’s all coming back to me and her dad, as her parents.
Seperti yang Ayah Edy bilang, “Satu jari menunjuk ke luar, sisanya mengarah ke dalam”. Sebelum kita menuntut anak kita menjadi pribadi yang kita inginkan, lihatlah diri kita, “Sudahkah kita menjadi pribadi yang seperti itu?”
tunjuk

Because kids do imitate, instead of doing what their parents say.

Bakal susah dong pengen Aghis seneng baca, kalo ortunya seringan main game daripada baca.
Bakal susah dong pengen Aghis seneng sayur, kalo ortunya masak daging mulu. ๐Ÿ˜›
Bakal susah dong pengen Aghis jadi anak yg open-minded, friendly, charming, kalo ortunya skeptis, dan judgemental.
Bakal susah dong pengen Aghis jadi hafidzah, kalo ortunya sendiri males nambah hafalan Qur’an-nya. *ihik*

Of all those, saya sangat berharap Aghis tumbuh menjadi sebaik-baiknya manusia yang dekat dengan Tuhannya dan berguna bagi sesama. Daripada membatasi dia “jangan menjadi ini itu, karena gajinya kecil lah, ga ada apa-apanya di mata orang lain lah, selama itu positif, kenapa engga. Insya Alloh kalo rejeki dan jodoh mah ga akan ketuker ๐Ÿ˜€ Dan semoga pikiran saya pun selalu terbuka ๐Ÿ™‚
Saya gak mau dia dipusingkan dengan hal-hal yg ga akan dibawa mati, inget..sekarang akhir jaman. *lho*
wes wes..sakarepku ae wes…hahahaha

24 my age! LOL

*peluk erat tanggal 8*

I was wondering, 24 tahun yang lalu mama sedang berjuang, seperti saya tanggal 25 desember 2013 lalu, berjuang melahirkan di tengah kewalahan. Terima kasih mama :* Semoga Alloh selalu memberkahimu.

And here i am, 24 years old. When i was in highschool, i thought i would be married at this age! mind you, i am having my sweety pie 9 months old this month..hahaha how did i get the guts to marry that early?? ๐Ÿ˜€ well, i dont know. It just happened kekeke.

Okay, sooo…what do i miss when i feel like suddenly on this stages of life? take a glimpse at the top of my fridge, there’s Prenagen Lactamom, and then a stack of Ayah Bunda and Parenting magazines on the floor, parenting books just on my reading lists shelf, “Teach Me To Do It Myself” by Maja Pitamic that i ordered thru online bookstore is on the way shipped to my home, and other stuffs that i used to think as “very boring stuffs”. Yes, i’ve been busy learning about parenting, because now i’m a newly mom. On the other hand, i feel so blessed to be in this stage without any particular obstacles that His guidance is everything to me, while maybe any other people out there still think twice or hundred times to be on my shoes now: married and having kids. I know that i owe much to Him, so i declare myselfย  that the BIG MISSION on this age is to find him more and always be connected.

There’s this one quote i read, (i forget the exact sentence and by whom was the quote) but it likely goes like this:

People notice their birthday, celebrate them, but there’s also this one date every year is their funeral, left unnoticed.

Hiii…shivering my spine, i could say. I found it very awakening. The first time reading it, i instantly remember that every living thing is going to die, eventually, then so am i. Every birthday is just a countdown. It reminds me not to be sucken up on useless things, on things that won’t accompany me nor help me when the time’s come.

*okay, stop it there, or else you get paranoid* but hey, that is the thing! i want to be that person who is not scared of that time. I want to be happy when it comes because that means i’m coming back to Him, Alloh, The One who creates me. This is the reason of my big mission, if you ask why.

In the other side, on my birthday i’m also picturing a lot of scenes in my mind, like a movie of me since i could remember until now. There are my childhood, parents, brothers, my growing up partner who live faraway in Queensland with her husband, the fail and unfail love stories :P, best friends…such a big contemplation. I am very grateful for this life, for all the ups and downs that make it more awesome ๐Ÿ™‚

For now, i apologize to my hubby for being this imperfection. I’m still this human who often lose to her ego, but trust me, i’m trying hard to cope. I love you so much :* My big birthday hope is for us to always accompany each other, sync in harmony as life partner, dancing in the rain, enjoy the rainbow, life is just a joke ๐Ÿ˜‰ (though jokes about RAISA is the most disturbing one, ever!) ๐Ÿ˜€ LOL.

Homework:
managing my time!
-couple time
-aghisni playing time
-me time, reads reads reaaaddsss!!

fiuuh…

that’s my life so far.

Well, Happy Birthday, Me! *cheers*

When I’m Away

03:44 WIB, 6 september 2014
Yogyakarta

Doh, Aghisniii !!! Kangen kamu bingits, nak ! ๐Ÿ˜€

DL 3 hari that feels like forever haha since sleeping alone is always an issue for me, sekarang udah jadi emak-emak tentunya tidak menjadi lebih baik karena biasanya kalo bobo ada yang “gantelin” istilahnya.

But truly, money doesnt buy happiness, di sini room service is good, food is divine, etcetera fasilitas hotel lainnya tapi teteep rasanya kurang aghis dan ayah ๐Ÿ˜ฆ sangat mending bobo gerah-gerahan di kontrakan mungil itu yg meski sering bangun buat sekedar kipasin aghis ato pukpukin dia, pindah-pindah posisi tidur menyesuaikan posisi tidur dia yg random banget muterin kasur (circus banget! LOL), ayah yg ngorok, but there i sleep better !

Kemarin ketemu ujeho jugaaa ๐Ÿ™‚ OWMAYGAWD, things really changed ya this past years >.< we're both moms who often misses life back then, 3 years ago. Baru berasa, sekarang kita mencar banget yaa cempakers…kangen bangeet! ๐Ÿ˜€ Meet up itu rasanya kurang, rasanya pengen nangis aja sambil pelukan karena lama banget rasanya gak ketemu, saling cerita..kyaaa!! Kangen dodol-dodolan sampe gila di cempaka! Hahaha X)) ga pernah nyangka yah cempakers, pertemuan kita 6 taun lalu di kosan yg kadang populasi kecoanya gak masuk akal itu bakal sangat membekas di hati. Halah ~~ intinya aku cinta kalian lah, bitchess!! :* BINGITS !! Always have a good life, ya ๐Ÿ˜‰

Oke, jadi berapa jam lagi ni menuju flights jam 09.25 ?
Ayah, Aghisni, mommy's coming ! *peluuk*

lalala~~

3 syawal 1435 H.
Happy belated eid mubarak, people! ๐Ÿ™‚

Aghis lagi bobo. Gaah..banyak banget yg pengen ditulis dari kemarenan, tentang MPASI Aghis pas mudik kemarin yg rasanya kayak main masak-masakan waktu kecil dulu, cerita selama perjalanan, ato random thoughts yg muncul semuanya berseliweran di kepala. Otapi rasanya bingung mau yg mana dulu hahaa
Saya yg ga pinter nulis ini butuh keheningan untuk merangkaikan ide abstrak itu hingga menjadi rangkaian kata, kalimat, yg memiliki arti. Halah…

Sekali lagi…selamat lebaraan! :*

Kosong.

Tadi pagi abis pumping di ruang laktasi, salah seorang temen cerita kalo dia abis ngirim e-mail argumen ke salah seorang ustadz terkait salah satu isi kultwitnya. Ustadznya yang mana, namanya siapa saya ga tau, ga mau tau lebih tepatnya lagi.

Kurang lebih salah satu isi kultwitnya begini:

“Betapa banyak ibu yang hanya meninggalkan asi lewat botol, anak sehat namun jiwanya kosong.”

Sesungguhnya saya tidak peduli siapa, profesi apa yang mengatakannya.

Kemudian saya bingung…

Jiwa kosong itu seperti apa? Apakah kelak anak itu tidak memiliki emotional quotion yang baik? Apakah kemudian ia tidak berperikemanusiaan? Apakah yg dimaksud adalah si anak tidak memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan ibunya? Apakah si anak tidak memiliki kasih sayang kepada ibunya? Apakah si anak berpikir ibunya si raja tega?

Apakah kemudian perjuangan para ibu bekerja yang meluangkan waktu untuk memerah asinya itu sia-sia?

Dulu saat saya lahir, ibu saya masih bekerja. Istilah sekarangnya itu working mom. Selama beliau bekerja saya dititipkan, dibekali dengan susu formula (karena dulu belum populer manajemen asip seperti sekarang) beserta dotnya kalo-kalo saya ngamuk kehausan/lapar. Selesai mama bekerja, kemudian saya disusui kembali.

Lalu…apakah saya terlihat seperti seseorang dengan jiwa yang kosong sekarang?

Untuk mereka yang mengenal saya dengan dekat pasti tau saya adalah anak yang sangat cengeng, bahkan ga bisa jauh dari mama. Sampai sekarang saya sudah berumah tangga pun begitu, selalu ngenges kalo ada hal-hal yang berhubungan dengan keluarga, terutama mama. Setiap hari selalu berkomunikasi dengan mama, baik itu sms/telepon, saling memberi kabar, bercerita dari yang penting sampe obrolan abal-abal. Rasanya kurang kalo ga ada kabar, karena saya butuh mama.

GOSH! Sampai kapanpun ga akan pernah berubah. Juga tidak ada setitikpun saya merasa mama bukanlah mama yang baik, she’s a big thing in my life, i put my hats off for her, sampai kapanpun ga akan bisa balas jasa mama. She’s my heroin ! Saya sayang mamaa, banget! kalo bisa malah pengen deket terus, tiap hari ketemu. Dan ini masih mending, pengaruh dari tingkat kedewasaan ya, karena kalo dulu waktu masih kecil, bahkan kalo mama (maaf) BAB, saya duduk di lawang pintu sambil megangin tangan mama saking ga mau ditinggalnya ๐Ÿ˜€

Lalu…?

Adakah hubungannya dengan mimi dari botol?dari dititipkannya saya selama mama bekerja?

Saya berpendapat seperti ini bukan karena saya ibu bekerja, ada juga kan ibu-ibu lain yang full time mom tapi mimi-in anaknya lewat botol, bisa karena hal medis sehingga asinya seret padahal pengen banget bisa nyusuin, dsb. Bahkan saya yakin jika Bapak yang ber-statement tsb di atas pasti lebih memilih dokter kandungan wanita untuk istrinya melahirkan. Lalu tidakkah sekalipun ia berpikir, mungkin saja dokter kandungan/bidan tsb memiliki seorang bayi di rumah yg ditinggal dgn asi dalam botol? Meski begitu dokter kandungan/bidan tsb bermanfaat bagi orang lain.

So, are you judging me as a human being with an empty soul? just because what my mom did?

i’m sorry, man.. i dont buy it.

She’ll need to write

Satu kemampuan yg saya ingin nanti Aghis kuasai adalah menulis. Selain ilmu agama tentunya, saya ingin ia benar-benar memahami bahwa ia musti bisa nulis. *meni maksa* hahahaha nulis disini ga sebatas supaya ia bisa jadi penulis and making money from it, tapi lebih supaya ia bisa bermanfaat. Yaaa ga maksa banget sih, tapi dilatih laa biar dia seneng nulis, dibiasakan menulis, siapa tau juga dia nemu passion-nya di nulis kan? ๐Ÿ˜‰

Writing-writing-31277215-579-612-283x300

Karena gak jarang saya merasakan manfaat dari tulisan-tulisan orang lain, baik itu hanya berupa resep masakan, ulasan gadget, sampe tips-tips semacem “how to deal with many symptoms in pregnancy”, oh! bahkan curhatan pun bisa bermanfaat buat orang lain ๐Ÿ˜€ Sure it’ll be very informative for people who need it! Apalagi di era digital sekarang yg dengan mudahnya kita berbagi informasi tentang berbagai hal.

Kalopun sebagai pekerja kantoran, kemampuan menulis juga sangat dibutuhkan, misalnya bikin laporan, dsb yg kalo bisa nulis apalagi ditambah kemampuan “ngarang” itu ga akan susah-susah banget lah gitu ๐Ÿ˜€ haha

Banyak lah manfaatnya nulis, buat sekedar curhat doang juga setidaknya bikin perasaan sedikit lega, ya kan? *curcol* Dan tentunya berkaca dari diri saya yg gak jago nulis, bisanya cuma cerita ngalor-ngidul doang rasanya pengen banget bisa nulis, professionally.

Baru tau juga kalo sekarang ada Writing Training Center yg sering ngadain event pelatihan menulis buat wanita dan anak-anak ๐Ÿ™‚ Seru juga kayaknya! ๐Ÿ™‚

Nikah bikin melek

Wise man said: Love is Blind, and Marriage is an eye-opener.

This is true. muehehe…

Sejak menikah tanggal 25 Januari 2013 lalu (masih seumur jagung emang :P) tapi rasanya saya lebih melek terhadap berbagai hal, bukan tentang watak asli pasangan, tapi tentang hidup. How we undergo this life..tsaah. Bahkan bisa dibilang, i’m out my comfort zone. Jadi menurut saya, kalo hidup terasa flat-flat aja, maka menikahlah! tapi bukan berarti yg udah nikah ngerasa flat idupnya kemudian nikah lagi loh ya…*dijitak massa*

Jadi apa sih yg udah saya melekin?

1. Melek kalo sekarang harus lebih nurut sama suami daripada ortu, karena imamnya udah pindah dari Bapak ke Suami.

2. Melek kalo harga kontrakan itu mahil-mahiil hahaha beginilah karena kami memuali semua dari nol, nabung DP rumah sambil nunggu si Ayah beres D4.

3. Melek kalo ngisi kontrakan itu lebih mahal dari harga kontrakannya. Oh wow, perabotan dan alat elektronik itu sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit ya harganya! ๐Ÿ˜€

4. Melek kalo mual saat hamil itu rasanya aneh ya….

5. Melek kalo melahirkan itu rasanya seperti berada di galaksi lain!

6. Melek ini anak udah lahir diapain yak. doeng! because baby doesn’t come with manual, people..unlike our freaking gadget!

7. Melek kalo hidup ini bukan soal materi, tapi kebahagiaan. Well, money makes me happy, though, for me buying my needs. But baby, those innocent eyes…instantly make you feel happy and blessed as well…for no reasons. And when the three of us hugging, gerumulan di kasur, rasanya suuupeer sakinah ๐Ÿ™‚