[Review] Snugi and Snarl

Ada yg tahu buku Snugi and Snarl? ūüôā

Pas pertama kali liat Snugi and Snarl, saya pikir ini buku anak impor, lho… padahal ternyata asli karya anak negeri. Yuk cari tahu!

IMG_20170308_102646

Snugi and Snarl

Judul: Snugi and Snarl

Tahun: 2016

Penerbit: Monstery

Penulis dan Ilustrator: Chike Tania

Jumlah Halaman: 32 halaman, paperback. Continue reading

Mengenalkan Emosi pada Anak bersama Rabbit Hole

Berdasarkan informasi yg saya dapatkan dari¬†paparan Yayasan Buah Hati Kita, dalam ilmu neurosains, kepadatan sambungan sel saraf di Prefrontal Cortex mencapai puncaknya pada usia 3 – 5 tahun anak. Adapun di usia balita, salah satu hal yg perlu menjadi fokus orang tua dalam pengajaran adalah pengenalan emosi dan self control. Terkait hal ini, saya jadi inget cemplu satu hal: she tends to hit when she’s angry. Padahal setelah saya ingat-ingat, kami di rumah gak pernah ada yg saling pukul ato bahkan ngajarin buat mukul. But well, she doesn’t only live at home ya. Berhubung anak kita tinggal di dunia nyata, bukan di dunia fairy tale¬†LOL, Tentu ada peluang dia melihat hal-hal buruk dari¬†lingkungan luar.¬†Makanya, saya pikir mengenal emosi, mengetahui baik/buruk, dan pengendalian diri¬†adalah tiga¬†hal esensial untuk diajarkan pada anak.

Dua kemungkinan adanya perilaku buruk pada anak, di antaranya: (1) si anak belum mengenal emosi secara baik, (2) anak belum sepenuhnya mengerti hal baik dan buruk. Mengingat di usia 6-14 tahun akan terjadi seleksi besar-besaran pada sambungan otak, di mana¬†hal-hal yg menjadi kebiasaan akan bertahan dan yg tidak menjadi kebiasaan akan hilang dengan sendirinya, saya rasa penting untuk menghilangkan kebiasaan buruk tsb. Meskipun gak mudah dan instan, at least we’ve always tried.¬†Mengajarkan anak mengenai emosi bisa dengan berbagai cara, salah satunya melalui story-telling. If you need a book as a help, hopefully my review below would help. Continue reading